<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397</id><updated>2011-07-31T15:21:38.302+07:00</updated><category term='Gambling'/><category term='My Life'/><category term='The Fiscal'/><category term='Funny'/><category term='Economics'/><category term='Journey'/><title type='text'>Only Garbage</title><subtitle type='html'>Saya hanya ingin nulis2 pendapat n logika bodoh saya tentang segala hal yang kebetulan numpang lewat di otak n hati..

Siapa tau dengan latian nulis, saya jadi makin pinter juga nulis2;p</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-3369898361282242905</id><published>2010-01-01T03:20:00.000+07:00</published><updated>2010-01-01T03:21:37.923+07:00</updated><title type='text'>Catatan Tahun 2009</title><content type='html'>Tahun 2009 sebentar lagi berlalu, banyak hal yang telah terjadi, banyak hal yang menjadi ujian kecil yang harus dilewati dengan ucapan syukur. Ada hal penting yang mengubah hidup saya yaitu Pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 saya menyelesaikan tugas belajar di Jogja setelah melewati dosen yang dapat disebut “killer lady”. Dosen pembimbing saya sungguh-sungguh secara signifikan pada alpha 1% berpengaruh terhadap perubahan karakter saya :D. Rata-rata temen yang lain dibimbing dosen yang lain sekitar 4-6 bulan, sedangkan saya harus melewati 9 bulan mungkin lebih. Salah milih dosen sie :D. Pengen milih dosen yang teliti koq dapat dosen yang sangat teliti :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama yang saya pelajari adalah landasan teori atas thesis tsb, sampai-sampai disuruh membawa sekitar 50 jurnal lebih untuk beliau test scara langsung apakah saya membaca jurnal-jurnal tersebut. Setelah landasan teori selesai semua data diuji terlebih dahulu, apakah benar-benar mendukung hipotesis yang saya ajukan. Kemudian data diolah dengan berbagai cara-cara yang dapat diterima secara akademik sampai saya harus menguji dengan dua program statistics dan beberapa pendekatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tambahan lagi cara penulisan, merangkai kata per kata menjadi sebuah kalimat, kalimat menjadi paragraph dan rangkaian paragraph menjadi cerita yang utuh dan menarik. Semua hal melalui filter yang teramat susah..Teramat melelahkan, segala rasa senang, datar, marah bercampur aduk dalam satu episode cerita thesis. Tidak bisa tidak, bukan hanya secara akademik beliau membimbing saya, perubahan pun terjadi dalam karakter saya. Kadang saya harus menunggu sampai 1 bulan hanya untuk bertemu dengan beliau walau hanya sekitar 10 menit, pernah sampai 2 bulan tidak ktemu beliau, pernah juga setelah menunggu skitar 2 minggu dan 1 jam dikantor beliau, beliau muncul dan mengatakan “kamu tidak bisa konsultasi hari ini dengan saya”, tanpa kata maaf ataupun rasa penyesalan :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah kejadian pada akhir desember tahun lalu ketika beliau mengatakan masih dapat konsultasi sampai tanggal 24 Desember 2008, saya sms terus untuk menanyakan jadwal konsultasi tidak ada jawaban, padahal saya sudah mau dibelikan tiket pesawat untuk ke Jakarta pada tanggal 24 Desember 2008 oleh seorang sahabat. Saya beruntung mempunyai sahabat seorang perwira di TNI AU dinas di Jogja yang memberikan saya kesempatan untuk pulang ke Jakarta naek Hercules tanggal 25 Desember 2008. Beruntung lagi di Hercules tersebut ketemu dengan sahabat saya seorang pilot F-16 sampai sahabat saya tersebut mengantarkan saya :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa kecewa yang terkadang timbul setelah bertemu beliau saya terkadang marah dalam kesendirian sehingga terkadang persoalan hanya disimpan tanpa perlu orang lain tau. Beliau berpengaruh dalam memperkuat mental saya, menyadari siapa diri saya. Proses pembelajaran kesabaran pun menjadi hal yang sangat penting bersama beliau. Proses pemikiran terpengaruh dengan selalu mencoba mempelajari konsep dasar secara utuh, membiasakan berdasarkan data-data dan arsip yang jelas, menguji validitas informasi sampai pada akhirnya kesimpulan yang fair lalu tindakan yang dapat dipertanggungjawabkan. Proses perubahan karakter yang membuat saya merasa semakin lambat bertindak karena banyak hal yang harus dipertimbangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the end, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada beliau yang telah membimbing saya belajar membentuk sebuah opini yang cenderung fair dalam berbagai hal. Hal yang menarik adalah memahami bagaimana menantang logika seseorang sampai sebuah misteri terkuak. Perasaan??? Hmm…benarkah ada perasaan?. Yg pasti ada adalah otak dan locus temporal:p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya hasil yang saya peroleh secara akademik tidaklah memuaskan. Alasan saya sederhana, pembelajaran tidak hanya terjadi di lembaga pendidikan:p. Ada hal lain yang lebih penting dari sekedar gelar akademik yang bertambah. Dan justru di dunia nyata saya belajar lebih banyak hal. Selama tugas belajar, saya membangun hubungan baik ke banyak pihak. Pada temen-temen kuliah, pada temen-temen baru yang berasal dari padepokan yang sama dengan saya, walopun waktu tidak memungkin kami bertemu saat di padepokan :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan temen-temen kuliah, tentu saja dengan latar belakang yang berbeda, saya bisa belajar mengetahui culture suatu masyarakat, meluangkan waktu dengan temen2 kuliah terkadang menyenangkan, terkadang membosankan ktika membahas tugas kuliah:D. Bahkan saya sering meluangkan waktu dengan belajar kesederhanaan serta kerendahan hati dari masyarakat setempat. Pasti ada yang ga percaya saya pernah ketemu dengan seorang mbah yang menurut pernyataan beliau, beliau menguasai ilmu apa tuh yg bisa berada di dua tempat dalam waktu bersamaan :D. Believe me, it’s true..:)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adik-adik yang satu padepokan, well pertama-tama ketemuan, saya akui saya lebih sering marah-marah ke mereka :D.. n saya ga perlu minta maaf lho:p. Banyak perbedaan yang mempengaruhi. Amazingly, saya rasa kami sama2 belajar memahami, pada akhirnya saya pun mengakui, adik2 saya tsb orang2 hebat..tentu saja belum sehebat senior2nya :p. At least ketika mereka melakukan sesuatu yg tidak maksimal, keberanian mengakui hal-hal yang kurang dan kemampuan up grade karakter dan skill dalam waktu singkat patut dihargai, salute :). Saya juga merasa beruntung sekali, karena kami bisa share pengetahuan dan pengalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga pernah mengikuti sebuah kegiatan pada suatu waktu di Jogja dan Magelang yang diikuti oleh para senior saya, saya beruntung sekali, saya bisa LAGI belajar kesabaran dan ketaatan walaupun melelahkan karena 5 hari kurang tidur :D. Bisa dibayangkan, 1 kompi senior mau datang, dan senior yang ada hanya mengatakan “Klas, kamu siapkan segala sesuatu, nanti kasih tau abang”.. Lalu pada saat hari-hari pertemuan tersebut, pernah sekitar jam 12 malam seorang senior merubah tempat pertemuan, dan senior itu hanya berkata “Klas, siapkan tempat!”. Saya sampai ga berani tidur krn memikirkan banyak hal yg bkaitan dengan perintah tsb. Pagi hari saya langsung cari tempat sendiri dan tongkrongin sebuah restoran sampai tukang sapu datang, lalu pegawai datang terakhir baru manajer datang :D. Belum lagi perintah-perintah yang keluar pada saat-saat yang tidak diduga :D. Wow..that’s not easy, perlu ketaatan pada perintah, saya harus percaya, senior saya kan langsung turun tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran, tentu saja, harus sabar dengan para senior, harus sabar menghadapi perubahan rencana mendadak, harus sabar dengan junior etc. Beruntungkah saya? Sangat beruntung :).. Pembelajaran itu tidaklah hal yang gampang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 saya pun kembali ke kantor. Mencoba melakukan adaptasi dengan kehidupan perkantoran tentulah sangat susah, banyak hal yang harus dipahami. Saya beruntung memiliki rekan-rekan di kantor yang bersedia meluangkan waktu membimbing saya:).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm sempet beberapa kali penugasan keluar daerah. Pertama ke Kolaka Sulawesi Tenggara. Penugasan yang menyenangkan, saya bisa kembali pada jejak ketika saat kecil di Pomalaa. Kenangan dan nuansa bertemu dalam satu ruang dan waktu. Bertemu teman lama dan para orang tua yang dahulu menemani dan membimbing saya. Mendengar cerita dan tertawa bersama. Hal yang tak pernah terbayangkan akan kembali ke masa silam. Rasanya kurang hanya 2 hari berada disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penugasan selanjutnya adalah ke Solo, sampai 2 kali harus ke Solo. Jika ditanya tentang Solo, sepertinya sudah agak mengenal pernak-pernik kota Solo. Dari Solo meluncur melewati Madiun lalu sejenak singgah di Bojonegoro, melintasi Tuban, Lamongan dan berakhir di Gresik. Di Bojonegoro sempat ketemu sahabat satu padepokan.. I thanked him coz willing to spent with me:). Saya baru tau mengapa Jawa Timur disebut kota para santri NU. Setiap sore banyak pemuda pemudi sudah nongkrong dengan gaya paling trendi dan klimis, TETEP…pake sarung :D. Dan ketika maghrib meliat orang2 berlari-lari menuju mesjid, mungkin membuat orang yg memperhatikan tertawa OR menyadari diri sendiri dan hubungan vertical yang dijalani :). Rupanya Gresik itu deket dengan Surabaya, hmm sangat dekat lah yg pasti. Mampirlah ke Surabaya bertemu temen-temen sma yang mungkin melewati 15 tahun baru dapat bersua kembali. Sangat menyenangkan!. Soal pekerjaan, weitss..pekerjaan tidak termasuk hal-hal yang perlu diketahui, jadi urusan pekerjaan tidak termasuk dalam bahan cerita :p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2009 Ada pelajaran menarik saya terima dari seorang wanita, sebut saja wanita tsb WH.. Saya kenalan dengan WH untuk tujuan serius :D. Well saya ketemuan 3x dengan WH dan tidak lebih dari 3x24 jam. Ketika saya menimbang untuk tidak kenalan lebih lanjut, tiba2 WH berkoar-koar disebuah jejaring social memfitnah saya dengan berbagai kata2 yang menyakitkan, bahkan membuat sebuah grup untuk menjelekkan orang2 tertentu (termasuk saya:D ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well, saya beruntung :). Sebelum saya kenalan dengan WH, saya sudah dapat info ttg WH and result is “not recommend”. Saya juga meminta tolong untuk carikan data ttg WH dan hasil analisa “not recommend”. See..interesting information kan :D. Informasi yang membuat saya berusaha menjaga jarak dengan bersikap baik :D. “I wished they know the truth, if they don’t know what really happen, at least don’t judge first”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mendapatkan rekomendasi dari semua orang dan semuanya memberikan rekomendasi yg sama dan pengalaman selama 3x pertemuan, secara baik2 ke WH by email saya menyatakan cukup berteman biasa. Please…I am a risk taker, not a crazy one :D.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat wanita WH bkoar-koar memfitnah saya, perasaan sakit dan marah tentu ada terlebih lagi WH membawa instansi dinas dan keluarga saya. Saya beruntung, sangat beruntung..mendapat tugas blajar yang menempa mental saya terutama saya beruntung mempunyai orang2 yang mengasihi saya walaupun tidak banyak, selalu ada untuk saya. Membalas dengan cara yg sama, tentu saja menurunkan derajat manusia. Seorang yang mengasihi saya bahkan pernah memanggil 2x WH karena hal bkoar2 memfitnah orang lain tidaklah benar. Seorang yang mengasihi saya menyuruh saya diam saja, spy WH makin menjadi. Seorang yang mengasihi saya memberi saya password masuk ke grup tsb dan melihat seluruh isinya dan bahkan menyuruh saya untuk menyimpan seluruh data tsb. Dan yang lucu, ada seorang yang mengasihi saya yang ikut memberi comment saat WH membuat status.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berbuat baik or berkata2 ttg kebaikan, belum tentu orang percaya, apalagi ketika kita hanya mampu bkoar2 menjelekkan seseorang. Semuanya tgantung niat dari seseorang, yang tentu saja menjelekkan seseorang adalah niat yang buruk. Semakin bkoar2 WH, semakin rajin orang2 yang mengasihi saya memberi comment dengan maxud sederhana yaitu supaya makin ketahuan karakter WH. So simple and so elegant :). Kata orang Chinesse dalam ilmu Tai Chi Master yang di pilem2, tkadang kita harus menggunakan kekuatan lawan untuk mengalahkan lawan:D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang saya tidak bawa perekam ketika bersama WH, jadi saya tidak punya bukti untuk menunjukkan apa saja yg dikatakan oleh WH. Jika saya yg ketemu 3x tidak lebih dari 3x24 jam saja bisa banyak kejelekan, apalagi yang lebih sperti keluarga WH, sahabat WH, or ktika seorang bayi muntah di baju WH, or ketika WH tertawa-tawa menceritakan mantan WH digebukin orang etc.. Saya masih terkagum2 dengan kemampuan WH untuk meyakinkan orang2..ga smua orang lho punya kemampuan spt itu :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin pembelajaran yang saya dapat melalui seorang WH, kita tidak pernah tau bagaimana sebuah cerita menempa hidup kita. Kesalahan utama saya adalah, ketika keingintahuan mengalahkan logika :D. Saya beruntung kenalan dengan WH yg sangat pintar melakukan acting, tanpa disadari, minimal saya belajar melihat karakter seseorang, ada yang berubah bertambah bijak, orang2 yang pendendam, orang2 yg berkarakter seperti aarrrgghhh..:D. Hal itu sangat penting dalam perjalanan kehidupan saya, mungkin suatu saat nanti saya bertemu mereka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya juga merasa kasihan pada orang2 yang terprovokasi dengan WH, karena wanita tsb menyatakan hal yang berbeda-beda pada forum yang berbeda :). WH di satu forum mengatakan bahwa pembalasan adalah hak Tuhan, di forum lain memfitnah orang, di forum lainnya minta maaf.. Kemunafikan yang membuat malu bukan hanya diri sendiri, orang lain pun menjadi malu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pertemanan selalu terjadi konflik baik disengaja maupun tidak. Saya pernah mendengar seorang professor mengatakan “orang pintar adalah orang yang mengetahui kata dan kalimat yang tepat dalam menyatakan sesuatu”. Saya mencoba memahami kalimat tersebut, really penerapannya sangat susah, susah sekali. Beruntung saya berada dilingkungan yang dengan berbagai perbedaan sehingga mungkin dari percakapan sederhana yang terjadi saya bisa selalu belajar secara tidak langsung. Dan saya mencoba memahami makna kalimat professor tersebut bahwa “apa yang kita ketahui dan apa yang kita rasakan, tidak harus semua slalu diungkapkan. Dan apa yang kita ungkapkan, tidak harus slalu eksplisit”. Kemampuan seseorang menyamakan niat, persepsi, kata-kata dan perbuatan itulah yang membedakan seseorang dengan orang lain pada variable etika pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang paling syukuri adalah sepertinya cerita kehidupan akan membawa saya pada level cerita kehidupan yang berbeda :). Not easy I guess, at least I am lucky..before the time comes, I was taught :). Melalui berbagai pengujian, melewati berbagai kerikil-kerikil, menghadapi fitnahan, dalam keputusasaan dan kenistaan saya mencoba menulis dalam sebuah kalimat sederhana, “sampai detik ini, Allah masih menyertai saya" :). Semoga Allah tetap berkenan menyertai saya di tahun-tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat Tahun Baru 2010.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-3369898361282242905?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/3369898361282242905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=3369898361282242905&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3369898361282242905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3369898361282242905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2010/01/catatan-tahun-2009.html' title='Catatan Tahun 2009'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-4380858136733589196</id><published>2009-01-15T00:46:00.002+07:00</published><updated>2009-01-15T01:05:23.854+07:00</updated><title type='text'>Untuk Sebuah Nama</title><content type='html'>Tadi siang sempet nongkrong sebentar dengan temen disuatu tempat.. Hmm..kira2 udah skitar 14 tahun tidak ketemu dia..Dia masih sperti dulu..sok jagoan sok akrab dan kadang2 menunjukkan kebegoan akibat rasa ingin tau yang tinggi..Dari ketemu sampai dia pergi kami tidak berjabatan tangan untuk salaman lho..seakan2 kami tidak pernah bpisah untuk jangka waktu yg lama dan seakan2 kami yakin kami akan ketemu lagi suatu saat nanti untuk sebuah nama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami ngolor ngidul berdua tidak jelas..yg terlalu sensitif untuk diungkapkan..yang pasti saling menghina saling mengejek sperti nya langsung terlontarkan tanpa ada rasa risih malu dan segan. Gada gunaya memakai topeng bsama temen2 yg pernah mengalami susah duka bsama.. Mendengar cerita2 yg terungkap kadang membuat kami tertawa terbahak bahak karena cerita2 hal2 yg hanya dilakukan di kaum2 tertentu.. Kadang juga jadi terbengong karena membayangkan hal-hal yg mungkin tidak dapat diterima oleh nalar oleh manusia untuk sebuah nama.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlihat ketegangan, capek dan penat pada dia..mungkin sesuatu yg dia kerjakan membuatnya sperti itu..Pengalaman bersama dg dia di masa lalu membuatku mengerti kebiasaan rekan2ku..just like an instinct..Aku pun tidak dapat membantu apapun kecuali sama2 meluangkan waktu sambil tertawa2 seperti dulu kala..yang mungkin dapat sedikit meringankan beban yang harus dia kerjakan pada saat ini untuk sebuah nama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well biarlah dia datang dan pergi suka suka dia..Semoga dia dapat lebih banyak meluangkan waktu bsama keluarga.. Jika dia menghubungi..mungkin kita dapat bertemu lagi untuk meluangkan waktu bersama dalam tawa untuk sebuah nama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didedikasikan untuk manusia2 yang bersedia menjadi pahlawan tanpa tanda jasa untuk sebuah nama yaitu NKRI selamanya..:)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-4380858136733589196?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/4380858136733589196/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=4380858136733589196&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4380858136733589196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4380858136733589196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2009/01/untuk-sebuah-nama.html' title='Untuk Sebuah Nama'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7914549274760619266</id><published>2007-11-30T22:39:00.000+07:00</published><updated>2007-11-30T23:18:13.068+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Economics'/><title type='text'>Depkeu Tidak Punya Dasar Hukum</title><content type='html'>Itu adalah judul berita di Kompas tanggal 30 November 2007 halaman 18.&lt;br /&gt;Intisari dari berita tersebut adalah DANA BAGI HASIL (DBH):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari dua sisi tersebut didapat data sbb:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menurut sisi Depkeu adalah:&lt;br /&gt;a.) Depkeu  mempunyai rencana unuk membayar dana bagi hasil kepada daerah dengan menggunakan surat utang atau obligasi dengan iming2 bond rate 11-12% per 3 bulan.&lt;br /&gt;b.) Langkah yang direncanakan Depkeu merupakan satu dari sembilan langkah pengamanan APBN 2008 untuk memanfaatkan pendapatan yang diterima daerah penghasil migas Rp.13,9 T dengan menempatkan surplus kas daerah itu ke instrumen utang yang bebas resiko, yakni SBN (Surat Berharga Negara).&lt;br /&gt;c.) SBN dibeli langsung oleh daerah untuk mengurangi biaya intermediasi.&lt;br /&gt;d.) Menurut Dirjen Pengelolaan Utang, kebijakan pembayaran DBH dengan menggunakan obligasi pernah dilakukan tahun 2001.&lt;br /&gt;e.) Penjualan obligasi secara terbatas telah sesuai dengan UU No.24/2002 ttg Surat Utang Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menurut Alfitra Salam yang menjabat Dewan Pakar Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) dan Penasihat Asosiasi DPRD Kabupaten Se-Indonesia (Adkasi) adalah:&lt;br /&gt;a.)  Depkeu tidak punya dasar hukum untuk hal di poin 1.&lt;br /&gt;b.)  Pemerintah Pusat (PP) cemburu kepada Pemerintah Daerah yang selalu menyimpan dananya di SBI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang menarik dari perdebatan ttg DBH dari pernyataan2 diatas?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Depkeu ingin mengurangi biaya intermediasi.&lt;br /&gt;Dengan menggunakan diagaram, mungkin seperti ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat ini adalah:&lt;br /&gt;PP ---&gt; Pemda ---&gt; BI (SBI) ---&gt; Pemda ---&gt; PP (berbentuk laporan penggunaan dana)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang ingin dilakukan Depkeu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP ---&gt; Pemda ---&gt; PP (berbentuk laporan penggunaan dana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi fungsi intermediasi dari BI dihilangkan, yang artinya biaya pun juga berkurang. Misal SBI sebesar 9%, pemda mungkin dapat net income dibawah 9% karena ada biaya2 admin yang harus dikeluarkan pemda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Depkeu cemburu dengan pemda yang menaruh di SBI.&lt;br /&gt;Pernyataan dari Alfitra Salam menunjukkan bahwa dia tidak tau fungsi dari SBI sebagai instrumen moneter untuk menjaga jumlah peredaran uang agar dapat menjaga kestabilan rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu logika saya, jika seseorang ditawarkan bunga yang lebih tinggi plus cost yg semakin berkurang, seharusnya orang itu mau.. &lt;br /&gt;Pertanyaannya, kenapa ditolak?? agak aneh bukan..mau diapakan ini uang??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tentu alasan Depkeu memberikan State Bond dengan satu alasan, dimana diketahui bahwa banyak uang pemda yang disimpan di SBI karena pemda tidak mengerjakan apa yg menjadi konsekuensi pemda di APBN.&lt;br /&gt;Dan banyaknya dana pemda di SBI juga membuat puyeng BI karena seharusnya dana tersebut digunakan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat malah hanya dibungakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan supaya diketahui, dari penghasilan daerah tersebut ada yang merupakan jatah pejabat2 pemda yang diatur dengan UU.&lt;br /&gt;Aneh bukan seorang pejabat pemda mendapatkan success fee untuk sesuatu yg bukan merupakan prestasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Saya rasa alasan Depkeu adalah melihat perekonomian dari sisi Negara Kesatuan Republik Indonesia, sebagaimana kita ketahui ga semua pemda kaya.. Jadi apa salahnya jika daerah yg kaya membantu daerah yg miskin or DBH yang dipegang Depkeu digunakan untuk bantuan2 musibah nasional dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Keberanian Depkeu untuk memberikan rate yang tinggi paling tidak mempunyai 2 alasan ekstrim, pertama Depkeu gila or kedua Depkeu sudah mulai melakukan perubahan internal sehingga mampu memutar uang lebih dari 12%.&lt;br /&gt;Dengan keadaan yang ada saat ini, saya memilih kemungkinan kedua (bukan karena saya pegawai Depkeu lho;p)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Dengan memberikan DBH dalam bentuk State Bond, at least, Negara kita bisa mengurangi utang luar negeri yang kita ketahui nilai mata uang kita stabil turun hehehe.. Jadi Negara kita atas pinjaman tersebut harus membayar pokok, bunga dan kurs mata uang. Dan yg lebih gila, untuk pinjaman tersebut, umumnya selalu ada proyek dari negara yg memberi uang dengan membayar ekspatriat negara tsb dan membeli beberapa persen produksi negara tsb. Yang intinya uang itu dikasih ke Indonesia untuk membayar orang asing dengan menggunakan uang orang asing tersebut dan pemerintah harus membayar plus tetek bengeknya hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika ada alasan bahwa Depkeu tidak mempunyai dasar hukum, maka itulah awal dari kehancuran negara Indonesia. Selalu berkutat dengan peraturan terlebih dahulu padahal perekonomian itu dinamis.. &lt;br /&gt;Bukankah filosofi dari sebuah aturan hukum adalah terciptanya perubahan ke arah positif. Lalu apakah kita sebagai manusia harus dibatasi oleh peraturan jika akal budi kita tau mana yg benar dan salah or baik and buruk untuk negara kita walopun peraturan belum dibuat??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya seh, marilah kita melihat NKRI sebagai sebuah kesatuan bukan secara partial per pemda, per suku, per agama, per kecantikan or kegantengan;p dll. &lt;br /&gt;Mari kita bangun NKRI menjadi living better for us and anak cucu kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, ini hanya logika bodoh saya.. lebih bodoh lagi orang yg percaya dg tulisan saya..Udah baca panjang2.. di hina pula wakakakakakakakak...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7914549274760619266?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7914549274760619266/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7914549274760619266&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7914549274760619266'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7914549274760619266'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/11/depkeu-tidak-punya-dasar-hukum.html' title='Depkeu Tidak Punya Dasar Hukum'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7891671819225905415</id><published>2007-09-02T11:01:00.000+07:00</published><updated>2007-09-02T11:03:30.562+07:00</updated><title type='text'>Believe in God or Not?</title><content type='html'>Believe in God or Not?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Blaise Pascal put together his thoughts about life and religion while he was at Port Royal and published them under the title Pensèes. In the course of his work on that book, he filled two pieces of paper on both sides with what Ian Hacking describes as “handwriting going in all directions…….full of erasures, corrections and seeming afterthoughts”. This fragment has come to be known as Pascal’s Wager (le pari de Pascal), which asks, God is, or he is not. Which way should we incline? Reason can not answer”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Here drawing on his work in analyzing the probable outcomes of the game of balla, Pascal frames the question in terms of a game of chance. He postulates a game that ends at an infinite distance in time. At that moment, a coin is tossed. Which way would you bet? Heads (God is) or tails (God is not)?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hacking asserts that Pascal’s line of analysis to answer this question is the beginning of the theory of decision making. “Decision-Theory”, as Hacking describes it, “is the theory of deciding what to do when it is uncertain what will happen” Making that decision is the essential first step in any effort to manage risk.&lt;br /&gt;Sometimes we make decisions on the basis of past experience, out of experiments we or others have conducted in the course of our lifetime. But we cannot conduct experiments that will prove either the existence or the absence of God. Our only alternative is to explore the future consequences of believing in God or rejecting God. Nor can we avert the issue, for by the mere act of living we are force to play this game.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pascal explained that belief in God is not a decision. You cannot awaken one morning and declare “Today I think I will decide to believe in God. You believe or you do not believe. The decision, therefore, is whether to choose to act in a manner that will lead to believing in God, like living with pious people and following a life of “holy water and sacraments”. The person who follows these precepts is wagering that God is. The person who cannot be bothered with that kind of thing is wagering that God is not.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The only way to choose between a bet that God exists and a bet that there is no God down that infinite distance of Pascal’s coin-tossing game is to decide whether an outcome in which God exists is preferable more valuable in some sense – than an outcome in which God does not exist, even though the probability may be only 50 – 50. This insight is what conducts Pascal down the path to a decision – a choice in which the value of the outcome and the likelihood that it may occur will differ because the consequences of the two outcomes different.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;If God is not, whether you lead your life piously or sinfully is immaterial. But suppose that God is. Then if you bet against the existence of God by refusing to live a life of piety and sacraments you run the risk of eternal damnation; the winner of the bet that God exists has the possibility of salvation. As salvation is clearly preferable to external damnation, the correct decision is to act on the basis that God is. “Which way should we incline?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Against The Gods by Peter L Bernstein&lt;br /&gt;The Remarkable Story of Risk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Footnotes:&lt;br /&gt;1. Blaise Pascal was born in 1623 and known as one of the best mathematician especially as a Geomaster.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. In his early teens, he invented and patented a calculating machine to ease the dreary task of adding up his father; M Pascal; daily account as a Tax Farmer. This contraption, with gears and wheels that went forward and backward to add and subtract, was similar to the mechanical calculating machines that served as precursors to today’s electronic calculators. The young Pascal managed to multiply and divide on his machine as well and even started work on a method to extract square roots. Unfortunately for the clerks and bookkeepers of the next 250 years.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;3. Interestingly, Pascal asked about God is or not, he was not asked about religion. As we know in 16th century, mostly all Europe is powered by religion leader. The objectivity of his idea is very vivid, he ignored all assumptions about all religion in world, only asked the existence of God.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7891671819225905415?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7891671819225905415/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7891671819225905415&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7891671819225905415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7891671819225905415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/09/believe-in-god-or-not.html' title='Believe in God or Not?'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-1601233493385595674</id><published>2007-09-02T02:11:00.000+07:00</published><updated>2007-09-02T02:21:15.305+07:00</updated><title type='text'>Renungan di Hari Ulang Tahunku in 2005</title><content type='html'>Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.&lt;br /&gt;Dalam keheningan malam, aku mengucapkan pujian syukur ku, &lt;br /&gt;Telah diberi aku kesempatan menikmati hidup satu tahun yang berlalu&lt;br /&gt;Kurenungkan perjalanan hidupku,&lt;br /&gt;Kusadari berkat dan anugrah yang kuterima dari Penciptaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.&lt;br /&gt;Aku mengucap syukur karena aku diberikan orang tua&lt;br /&gt;yang baik dalam hidupku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberkatilah engkau Bapak ku&lt;br /&gt;Diajari aku berpikir, bertindak dan berkata.&lt;br /&gt;Diajari aku agar kuat hatiku dalam segala hal.&lt;br /&gt;Diajari aku tentang harga diri&lt;br /&gt;Diajari aku mengenal leluhur ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberkatilah engkau Ibu ku.&lt;br /&gt;Dididik aku untuk mengenal perasaan ku&lt;br /&gt;Dididik aku sehingga jiwaku tenang.&lt;br /&gt;Dididiknya aku mengucap syukur atas segala sesuatu karena kebaikan Mu&lt;br /&gt;Dibiarkan aku menangis di pangkuannya ketika jiwaku rapuh.&lt;br /&gt;Dibuatnya aku tertawa ketika kesusahan hinggap di hatiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberkatilah engkau saudara-saudara ku..&lt;br /&gt;Diberikan aku saudara yang tidak menjadi beban dalam hidup orang tua ku&lt;br /&gt;Diberikan pada ku seluruh kepercayaan dalam diri mereka,&lt;br /&gt;Sehingga aku bisa memimpin mereka dengan baik,&lt;br /&gt;Diberikan aku saudara yang mau berjuang mendapatkan mimpi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku belajar dari kebaikan dan keburukan keluarga ku.&lt;br /&gt;Aku belajar dari kebenaran dan kesalahan keluarga ku&lt;br /&gt;Aku mengucap syukur karena diberi kesempatan untuk&lt;br /&gt;belajar menjadi lebih baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya.&lt;br /&gt;Engkau mengijinkan aku meninggalkan rumah orang tua ku&lt;br /&gt;disaat umur ku masih muda.&lt;br /&gt;Engkau ajari aku untuk terbang tinggi bagai rajawali.&lt;br /&gt;Engkau kumpulkan aku bersama jiwa-jiwa muda pilihan Mu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau ajari aku menyimpan air mata ku ketika kesakitan menimpa aku.&lt;br /&gt;Engkau ajari aku menahan semua keluh kesah ku,&lt;br /&gt;Melatihku bersabar dalam penderitaan ku.&lt;br /&gt;Melatih ku tertawa dan bergembira menghadapi segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dari itu, &lt;br /&gt;Engkau membuat ku mempunyai banyak saudara&lt;br /&gt;yang akan selalu bersama dalam susah dan senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;Engkau ajari aku dalam pekerjaan ku.&lt;br /&gt;Banyak pekerjaan yang telah ku lakukan, &lt;br /&gt;Diajari aku dari semua kesalahan yang ku lakukan.&lt;br /&gt;Diajari aku bekerja keras untuk mendapatkan apa yang ku inginkan.&lt;br /&gt;Diajari aku mengucap syukur atas berkat yang telah diberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diberi aku pengertian ketika aku mengambil keputusan.&lt;br /&gt;Diberi aku kesejahteraan sesuai jalan yang benar.&lt;br /&gt;Diberi aku teman-teman yang membuka wawasan dalam pekerjaan dan pergaulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;Dalam perjalanan hidup ku, di pegang tangan ku.&lt;br /&gt;Banyak kesalahan yang telah ku buat.&lt;br /&gt;Kesalahan-kesalahan yang membuat ku terkadang&lt;br /&gt;menyesali kebodohan ku.&lt;br /&gt;Kesalahan-kesalahan yang membuat ku sedih ketika aku ber andai.&lt;br /&gt;Kesalahan-kesalahan yang membuat ku ingin memutar&lt;br /&gt;kembali waktu yang berlalu,&lt;br /&gt;Dalam pergaulan ku, dalam pendidikan ku dalam pekerjaan ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih dari itu,&lt;br /&gt;Diajari aku mengurangi ke aku an ku, ego ku, sombong ku dan munafik ku&lt;br /&gt;Diajari aku sehingga hati ku semakin mengenal Pencipta ku&lt;br /&gt;Diberi aku hati yang mau belajar untuk mengerti&lt;br /&gt;kebaikanNya dalam hidup ku&lt;br /&gt;Biarlah aku dalam ke aku an ku semakin lemah agar&lt;br /&gt;tampaklah kekuatan Mu  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;Dikabulkan permintaan ku ketika aku meminta &lt;br /&gt;Ketika aku minta agar dibeban kan padaku semua&lt;br /&gt;kesalahan keluargaku disaat muda ku&lt;br /&gt;Karena tidak ingin ku lihat duka dan air mata&lt;br /&gt;saudara-saudara ku&lt;br /&gt;Karena tidak ingin ku lihat duka dan air mata&lt;br /&gt;keturunan ku nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika orang-orang mencibir dan merendahkan ku&lt;br /&gt;sehingga hilang asa ku.&lt;br /&gt;Ketika aku berkeluh kesah berjuang untuk membuktikan&lt;br /&gt;apa yang ku percaya&lt;br /&gt;Ketika ditinggalkan aku oleh orang-orang yang kucintai&lt;br /&gt;karena aib yang melekat pada ku&lt;br /&gt;Diberi aku penghiburan, di kuatkan jiwa ku &lt;br /&gt;Diberi padaku sesuai apa yang kubutuhkan tidak apa&lt;br /&gt;yang ku inginkan&lt;br /&gt;Hanya pada Mu mata ku menatap &lt;br /&gt;Hanya pada Mu kusandarkan hidup &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ditimpakan murka Nya pada ku setimpal dengan dosa-dosa ku.&lt;br /&gt;Karena Dia baik, amat baik dan sangat teramat baik buat jiwa ku&lt;br /&gt;Dia lah benteng keselamatan ku, kubuh pertahan ku perisai yang menahan ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;Tidak ku inginkan kekayaan jika aku harus berlaku tidak adil&lt;br /&gt;Tidak ku inginkan harta benda jika banyak sumpah&lt;br /&gt;serapah menimpaku dan keturunanku &lt;br /&gt;Tidak ku inginkan melihat dan memiliki isi dunia jika&lt;br /&gt;aku harus kehilangan jiwa ku.&lt;br /&gt;Apalah artinya aku miliki yang ku inginkan jika jiwa&lt;br /&gt;ku hilang dalam kesombongan, keangkuhan, menjadi&lt;br /&gt;munafik dan melupakan Mu sebagai sumber berkat dalam hidup ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ku inginkan kehancuran musuh-musuh ku suatu hari&lt;br /&gt;nanti, karena pembalasan adalah hak Mu, karena&lt;br /&gt;yang ku inginkan hanya yang baik buat dalam hidup ku&lt;br /&gt;untuk jiwaku sesuai kehendak Mu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah hidup ku berkecukupan seperti yang Engkau inginkan.&lt;br /&gt;Karena aku percaya, tidak pernah anak cucu orang benar mengemis.&lt;br /&gt;Karena aku percaya, ketika Engkau membuka pintu, tidak &lt;br /&gt;ada seorang pun yang dapat menutupnya dan ketika&lt;br /&gt;Engkau menutup pintu, tidak ada seorang pun yang dapat membukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarlah aku hidup sesuai dengan rencana Mu.&lt;br /&gt;Karena aku percaya, Engkau akan memberikan satu per satu &lt;br /&gt;ketika Engkau tahu bahwa aku telah siap untuk diberi tanggung jawab lebih.&lt;br /&gt;Karena aku percaya, hari – hari yang ku lalui dalam&lt;br /&gt;penderitaan saat ini tidak dapat ku banding kan dengan&lt;br /&gt;tahun-tahun yang kebahagian dalam hidup ku yang telah&lt;br /&gt;Engkau berikan, terlebih dalam masa mendatang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Engkau berkenan pada pinta ku,&lt;br /&gt;Ijinkan aku menjadi sumber berkat bagi sesama ku,&lt;br /&gt;Ijinkan aku untuk selalu dalam bimbingan Mu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena ku tahu, ketika Engkau menghukum itu karena kesalahan ku.&lt;br /&gt;Karena ku tahu, ketika Engkau mengijinkan pencobaan itu untuk kebaikan ku&lt;br /&gt;Kerena ku tahu, Engkau yang akan memberi kekuatan padaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku menceritakan kebaikan Mu dalam hidup ku&lt;br /&gt;kepada anak cucu ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku mengetahui ketika senja ku tiba, ketika&lt;br /&gt;aku mendekati garis akhir pertandingan dalam hidup ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku mengigat sekali lagi perjalan hidup ku&lt;br /&gt;sehingga aku dapat tersenyum dan berkata :&lt;br /&gt;“ Telah ku lalui semua bersama Mu, tidak ada lagi yang&lt;br /&gt;akan ku sesali dan telah di genapi semua yang telah&lt;br /&gt;tertulis dalam hidup ku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan aku untuk merasa siap dan berkata “Panggil lah&lt;br /&gt;jiwaku kembali ya Tuhan ku, panggil lah jiwaku pulang&lt;br /&gt;ke rumah Bapa ku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setiaNya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gtp &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saepe Expertus, Semper Fidelis, Fratres Aeterni &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks for being my friends...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-1601233493385595674?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/1601233493385595674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=1601233493385595674&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1601233493385595674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1601233493385595674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/09/renungan-di-hari-ulang-tahunku-in-2005.html' title='Renungan di Hari Ulang Tahunku in 2005'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7243371388399141912</id><published>2007-07-20T18:42:00.000+07:00</published><updated>2007-07-20T18:44:32.761+07:00</updated><title type='text'>Branding</title><content type='html'>A. Brands and Breakthroughs: How brands help focus creative decision making&lt;br /&gt;(Nicholas Ind &amp; Cameron Watt)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Early literature on creativity focused on personal idea. In recent years, this work has shifted its focus to developing work environments that inspire and facilitate creativity. It is equally important for organizations to choose and develop the right ideas. Analysis of organizations that are successful innovators suggests the answer to successful judgment lies in what can be conceptualized as an organization’s level of situational intelligence. Adopt a brand-led approach that emphasizes elements associated with intellectual capital. Situational intelligence thus represents a duality of organization self-knowledge about brands, core competences, capabilities, culture and stakeholders and the ability to use that knowledge to focus, resource, motivate and effectively form and implement strategies that fit within and reflect these situational constructs. The difficulty here is that when situational intelligence is poor, organizations seem to default to traditional methodologies that reinforce risk-averse behavior or generate stakeholder barrier that alienate employees from each other as well as external stakeholders, such as:&lt;br /&gt;1. Over reliance on traditional customer research dampens creativity because it is essentially backward looking. It makes the assumption that customers have the ability to envision the future, to know what they will desire in future.&lt;br /&gt;2. Reliance in research is that of abstraction. As soon as companies start seeing numbers, they forget people. Companies start to believe that their new product is a guaranteed success because a certain percentage of people have said they would buy it or like products designed. Companies do not unearth depth or richness of customers’ desires, perceptions and expectations.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The process of being observed affects behavior. Observation encourages more conscious awareness and consideration than is actually given to most everyday decision. When new products are challenging, companies undermine people’s stereotypical views of how thins should be. It is certainly the case that stereotypes are often applied unthinkingly when people are presented with something new. However, when there is time, space, and encouragement people can question their stereotypes and become converts to a new way of thinking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Most of the organizations interviewed for the present study exhibited a more intuitive way of understanding the future rely on a deep seated understanding of themselves and their customers or end users. It can be argued that this helps foster continuous creativity, effective judgment and successful innovation. At its best, organizational creativity creates tension by challenging stakeholders’ preconceptions of what product or service should do. When people engage with the idea, they begin to review the comparative experience to other products. The greater trend toward personalized service in other organizations, the more people have expectation of its possibility everywhere.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The key question of how organizations can recognize, develop and use brands as part of their situational intelligence portfolio are enhance creative decision making and increase significant innovation and value creation. The brand definition frames the context, provides boundaries, set benchmarks, creates clarity and focuses energy. However, if misunderstood or misused it and become a creative millstone that limits potential and holds companies back from achieving innovative breakthrough.  The ideas contained within the brand should be credible to employees and reflect current organizational reality, while also containing elements that stretch the organization towards what it desires to become. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The problems in many organizations are that the brand is under-utility. The may steer marketing communications, but it is not fully embedded into creative thinking and innovation by other employees also customers, this is a major problem in most companies. This leads to a gap between the philosophical-sounding brand values and the everyday, critical decisions in a project. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A well understood brand provides a framework in companies that does not hinder transformational innovation but instead generates clarity, vision and focus for staff. It also provides a constructs formed from a deep and empathetic understanding or the brand and its relationship with customers and so facilitates intuitive decision making. The brand also provides the benchmark against which decisions are evaluated and measured.  An understanding of the brand ensures clarity of image and enhances customer experience, increases intrinsic motivation for employees, organizational knowledge and stakeholder engagement, all of which help promote trust and facilitate creative behavior. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understanding stakeholders’ needs and experiences with a brand should be based on a combination of well considered research and the collected experiences of managers. Team members, employees, supply chain partners and customers. Everyone knows that organizations should be listening to customers, competitors and markets, active listening and reflection describe something else. Active listening and reflecting only really occurs when people have an intrinsic interest in and a belief in or passion for the subject. This signifies two important roles for leaders. First they are definers and champions of a vision that inspires staff, secondly they have the responsibility to encourage both internally and externally the positive questioning and debate that facilitates creative action.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Innovative brands attract and employ quality and they nurture and stimulate then to question. Innovation requires confidence coupled with a willingness to be open to new ideas. Arrogance and blinkered thinking lead to creative failure and are the characteristic of mediocrity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. An Investigation into Values Dimensions of Branding : Implications for the Charity Sector.&lt;br /&gt;(Helen Stride)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brand is a complex multidimensional construct whereby managers augment products and services with values and this facilitates the process by which consumers confidently recognize and appreciate these values. The easiest way for consumer to know if a brand’s value reflects their own values is via a brand personality. The brand is imbued with human values and characteristics which of consumer identify e.g. genuine, energetic, rugged etc. The brand personality construct fulfils a range of different symbolic functions for consumers that relate to the need for social approval or personal expression. Anthropomorphizing inanimate objects is universal and is thought to occur so that human beings may make sense of their relationship with the material world. Before looking at the values dimensions of brand in greater detail, and their applicability in the charity context it is important to consider the role that values play in the charity context and explore how branding is currently applied charitable organizations. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It is argued that the maintenance and development of values is important both to the sector and to the wider society. Charities must be explicit about their values and philosophy, which should then become the bedrock of their work. Charities should form an integral part of the mission and vision statements and underpin the marketing operation. For an organization to work towards a specific charitable purpose of benefit to society, it must have a value system that both underpins and indeed drives the charity’s operations. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Branding is being adopted by some charities as a way of differentiating from other organizations. Brand personalities in the charity sector are often confused, resulting in different stakeholders perceiving brands in different ways. A brand that emerges from the organization and therefore reinforces its values also facilitates the building of trust. Trust is considered to be of particular importance in the charity context playing a central role in determining donor behavior by offering assurance that funds are being used appropriately. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The metaphor of mirror is used to demonstrate how the values with which consumers identify or to which they aspire are mirrored back to them via the brand image. Crucial to the success of branding is that the self can also be extended symbolically if an object or branding is perceived to have values, qualities or characteristics to which the consumers aspire. The values to which consumers aspire and which are reflected back to them via the brand image, are a manifestation of irrational needs rather than rational choice.  The brand personality construct would appear to have a fundamentally different role to play in charities if it is so help facilitate the process of creating identities as values based organizations. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The metaphor of brand as lamp is used to illustrate how a brand’s own unique values are shone like a light externally and internally in an attempt to influence the values of its target audience and those of the host organizations. As lamp, brands are imbued with distorted individual and social values, the sole aim of which is to influence purchasing behavior. Also brand as a lamp is to approach focuses on employee involvement in brand relationship building. The brand performance is enhanced if instead of the brand reflecting the values of the organization, the values of organization are aligned with those of the brand with staff demonstrating their commitment to the delivery of these values. Whilst the normative nature of charitable activity means that it is not the role of charities to create needs and desires that will result in greater consumption, many have been criticized for using advertising to manipulate audiences by eliciting feelings of anger. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The metaphor of lens brand projects with clarity and precision the values upon which the organization is based. The focus then moves away from brand image that is continually changing to organizations reputations that are more constant. Projecting the non negotiable values that underpin a charity’s mission and that emanate from the organization’s culture that branding is most applicable and effective in the charity context. It is only by developing a brand identity around values that are shared by the organization’s key stakeholders that a charity can claim that its values system underpins its activities and is indeed its very reason for existing. As lens, branding provides a tool whereby charities can benefit from differentiation while also developing their identity as values-led organizations. Having identified its core values, a charity must either seek out supporters and donors whose values reflect its own or aim to create a vision that is so powerful that it inspires people to share both its vision and values.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Behind the Brand: is business socially responsible?&lt;br /&gt;(Rebecca Collings)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Another preference to the shifting balance of power between producers and consumers is to describe the rise of CSR as the move from a shareholder to a stakeholder economy. Behind the rise of CSR is a growing body of evidence to suggest that consumer demand for sustainable goods and services is on the increase. If companies really do want to be CSR compliant, how can their business process inform the development of ethical products and services that have a viable level of demand? The response of business is further complicated by consumers’ apparently bipolar attitude to socially and environmentally sound products and services. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt; A responsible organization does the right thing in the eyes of all of its stakeholders. To know each of its stakeholder groups regards as the right thing involves a dialogue with each of these groups and requires modifying the organization’s behavior accordingly. To track that change in behavior, sector benchmarks and key performance indicators must be established and the organization’s progress towards them continuously measure.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Form table 3, the conclusion can get is CSR initiatives work much better when they are linked to an organization’s core business and the way in which it impacts on stakeholders. Cheque book charity does not create the dividend growth of a response to stakeholder issues that leverages a business market or operational opportunities. Mapping a business’ operational activity to the sustainability agenda at the heart of CSR produces many interesting possibilities. One high strees mortgage lender was promoting CSR activity based on time off for staff to work in the community. Worthwhile, but does not leverage the company’s core business or its ability to influence consumer choices. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The strengths and opportunities offered by a CSR framework are exactly what it takes to sustain and expand a business, but only once the weakness and threats have been identified in order to manage risk and cost. &lt;br /&gt;As consumer glamour for more ethically and socially responsible products and services has increased, so CSR programs in the corporate sector have grown. CSR programs should initially focus on weakness and threats, inefficiencies and risks. After all, if CSR programs do not offer business benefits or at least counter potential risks, they are never likely to get off the ground. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONCLUSION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The benefit of learning marketing for me at this moment is how strategy in branding which is only a simple word can give big impact in human behavior. More important, strategy marketing in branding can use in social activities like charities organization that helping human being and all living kinds in this world. Recently, new strategy in marketing involves how companies can get consumers by sharing the benefit to the social activities. The misunderstanding in using branding in companies and even charities organization can lead them fail to get their missions. For me, branding is a genius thing in the world, to learning branding not only need experiences but also creativity how to see market, consumers perceptions and companies visions with all the staff.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Some important points about branding are :&lt;br /&gt;1. Adopt a brand-led approach that emphasizes elements associated with intellectual capital.&lt;br /&gt;2. The key question of how organizations can recognize, develop and use brands as part of their situational intelligence portfolio are enhance creative decision making and increase significant innovation and value creation.&lt;br /&gt;3. The ideas contained within the brand should be credible to employees and reflect current organizational reality, while also containing elements that stretch the organization towards what it desires to become.&lt;br /&gt;4. An understanding of the brand ensures clarity of image and enhances customer experience, increases intrinsic motivation for employees, organizational knowledge and stakeholder engagement, all of which help promote trust and facilitate creative behavior.&lt;br /&gt;5. The easiest way for consumer to know if a brand’s value reflects their own values is via a brand personality. The brand is imbued with human values and characteristics which of consumer identify e.g. genuine, energetic, rugged etc. The brand personality construct fulfils a range of different symbolic functions for consumers that relate to the need for social approval or personal expression.&lt;br /&gt;6. The metaphor of mirror is used to demonstrate how the values with which consumers identify or to which they aspire are mirrored back to them via the brand image. The metaphor of brand as lamp is used to illustrate how a brand’s own unique values are shone like a light externally and internally in an attempt to influence the values of its target audience and those of the host organizations. The metaphor of lens brand projects with clarity and precision the values upon which the organization is based. &lt;br /&gt;7. Having identified its core values, a charity must either seek out supporters and donors whose values reflect its own or aim to create a vision that is so powerful that it inspires people to share both its vision and values.&lt;br /&gt;8. To track that change in behavior, sector benchmarks and key performance indicators must be established and the organization’s progress towards them continuously measure.&lt;br /&gt;9. As consumer glamour for more ethically and socially responsible products and services has increased, so CSR programs in the corporate sector have grown. CSR programs should initially focus on weakness and threats, inefficiencies and risks&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7243371388399141912?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7243371388399141912/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7243371388399141912&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7243371388399141912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7243371388399141912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/branding.html' title='Branding'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-3878117323992755715</id><published>2007-07-20T18:36:00.000+07:00</published><updated>2007-07-20T18:40:26.874+07:00</updated><title type='text'>Leadership, Understanding Machiavelli</title><content type='html'>A. Is it Better to be Loved of Feared?&lt;br /&gt; (Scott Snook)&lt;br /&gt;At Harvard Business School, Professor Scott Snook uses this classic quote to help students become more effective leaders. Using two of the most successful college basketball coaches in history—coaches with as divergent leadership practices as can be imagined. Asks students to confront their basic assumptions about human nature, motivation, and preferred styles of leading.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bobby Knight, also known as "The General," is the head coach at Texas Tech University. He's a fiery, in-your-face taskmaster who leads through discipline and intimidation, which some critics say goes too far. Mike Krzyzewski, also known as Coach K, leads the men's basketball program at Duke University. Instead of fear, Krzyzewski relies heavily on positive reinforcement, open and warm communication, and caring support.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The stage is set for student to explore their own fundamental assumptions about leadership and human nature. Are people basically lazy or energetic? What motivates people to do their best? What is the most effective style of leading? Is it better to be loved or feared? Knight or Krzyzewski, whom would you hire? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There two types of human. First, If you believe people are fundamentally good—good meaning that they're trying to do their best, self-motivated, want to perform—then your fundamental leadership style will be one way. It will be empowering them, getting obstacles out of the way, and setting high goals while maintaining standards. Second, If you believe people are fundamentally bad—if you believe people are constantly looking to get over and get by and won't do anything unless they're watched—then you'll tend to lead with a very transactional management style that's built primarily around rewards and punishments. Tight supervision, a controlling type of leadership style characterized by a great deal of social distance between leaders and led.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In a company, some employees work better when structure is imposed on them, Snook observes. "It's the understanding that 'I work better, I will perform better, I'll make more money if somebody gives me a pay-per-perform' " work environment, says Snook, "The ultimate lesson is, what kind of person am I, and then what are the implications of my underlying assumptions for how I lead, and the kind of organizations and the type of situations I'm more effective in? It's not like one's better, one's worse."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Also "There are skills in the workplace that you only get through repetition, drill, habit, and discipline. A lot of times we're not real good at those," Snook continues. "So having an external force, whether it's a leader or a compensation system, forces you to do something you wouldn't ordinarily do, the mundane things that make you a better person, a better leader, or a better basketball player.&lt;br /&gt;There are three ovals. First oval is who you are. Middle oval is how you lead. The third oval is the situation. Leaders who can recognize and call upon all three areas can expand their range of management styles to meet the needs of the situation, Snook says. "That could be an individual subordinate who needs more structure, or less structure, or more love, more challenge, or more support. Increasing your ability to accurately read relevant situational demands, understand more clearly your own assumptions about human nature, and then appropriately adapt 'how you lead,' your style, is a life-long process." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For hiring managers, one lesson is to understand the dominant type of motivation supported by your corporate culture and hire people who thrive in those situation, &lt;br /&gt;There is another interesting intersection of the dramatis personae in this tale of two coaches. In the late 1960s, Coach Knight was the basketball coach at the U.S. Military Academy at West Point, where he recruited a young player named Mike Krzyzewski. "Coach K was a young, scrappy kid. He wasn't the best athlete on the team, but he had a lot of leadership potential," Snook says. After Krzyzewski left the Army, he joined Knight as a graduate assistant at Indiana, and the older coach became his mentor."They've been great friends, how could these two people who are so different in their approach to the same game be in each other's corner the whole time?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Niccolo Machiavelli and The Twentieth Century Administrator&lt;br /&gt;(Rihard P Calhoon)&lt;br /&gt;Machiavelli would applaud the widespread application of leadership in today’s organizations and the sophisticated refinements added a consequence of changing culture and increased knowledge. His insightful observations have continued to living for five hundred years is a testimonial to two facts: 1. Tactics that are sound, based on a realistic knowledge of behavior and 2. Ploys that are natural courses of action, undertaken by leader of any period to acquire power, resist aggression and control subordinates. The full extent and ubiquity of Machiavelli’s concepts relevant to present day organizational administrators have largely escaped notice. Emphasis on good practices and principles of management on the one hand have tended obscure the action of leaders that are unsavory but effective. On the other hand, the prevailing connotation of Machiavellian as a conniving, manipulative, cold-blocked means for arriving at selfish ends has completely overshadowed the need for and validity of his concepts. Journals, articles and books on management area are in increasing number, referring strategies used in leadership to pressure tactics and to other aspects of Machiavellianism as a matter of fact. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;While in exile, he completed his most famous and infamous book, The Prince. Machiavelli called his book The Prince and not something like The Art of Government because he saw success and failure for states as stemming directly from the qualities of the leader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The reasons for the continuing vitality of all these contributions and especially of his insights into leadership can be seen more clearly in the following:&lt;br /&gt;1. His scientific point of view.&lt;br /&gt;2. The laboratory in which he made his analyses was unique in history.&lt;br /&gt;3. The period of exile provided time for reflection, for building on his considerable experience and knowledge.&lt;br /&gt;4. Machiavelli’s observational method of studying leadership enabled him to cover a range of leadership actions of amazing breadth.&lt;br /&gt;5. Historical analogy the principal method used by Machiavelli to prove his concepts of leadership is a valuable tool for analysis when properly used.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What concepts had written by Machiavelli in past similar with what happen at present. A corporation is not something different from a state with some interesting similarities; it is a state with few unimportant differences. The point is the corporations and states both have leaders and although culture, society, circumstances and organizational structure modify behavior, interactions and tactics have marked similarities within the leadership task regardless of the specific setting, but there is little alteration in the basics of human behavior despite social culture shifts. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The problems of motivating people existed in Machiavelli’s era and they are present, today’s employees however are much more sophisticated than was the populace in Machiavelli’s time education. Both the tasks and the interaction of people within organizations at various levels presented much the same dilemmas. The difference between administrative behavior in Machiavelli’s time and today is largely one of degree in rules of the game. But feelings needs for power and actions to control the behavior of others follow remarkably similar paths, as detailed examination of Machiavelli’s writings relative to current leadership actions will reveal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A number of forces are responsible for Machiavellian actions on the part of leaders today:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ambition – consequent impatience&lt;br /&gt;2. Organizational Constraints – on actions or incentives&lt;br /&gt;3. The Failure of Less Directive Methods – setting examples or giving cues&lt;br /&gt;4. Operational – feasibility as observed and as a consequence of trial and error.&lt;br /&gt;5. Ignorance – aggressiveness, etc; the only ways to known to obtain results.&lt;br /&gt;6. Personality of the Individual&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;For some examples of the many more prevalent Machiavellianism that are justified or necessary for the good of the organization or for protecting oneself in the face of resistive, low motivated or unprincipled personnel using deviousness when power is limited and some action is required, inducing a non delegating superior to expand one’s duties, activating the man who is secure in his job, who knows that he is and who will not do what he should, counteracting the moves of someone who is out to get one’s job, to make one look bad or to make himself look good in comparison with one. At this point there are some thoughts about Machiavellianism today to provide balance. Awareness aggressive sort of leadership can be helpful if the net result is increased understanding of administrative behavior without provoking an inordinate amount of paranoia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CONCLUSION&lt;br /&gt;One interesting point when learn about leadership in Organization Management is about leadership. A leader of an organization is like a composer who will make or bring the organization to achieve the organization’s vision and mission. Until now, one of the topic that never stopping is debating about Machiavelli’s leadership.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Even Professor Snook at Harvard Business School uses Machiavelli’s leadership theory to understanding about human nature, motivation and preferred styles of leading. &lt;br /&gt;After learning the journal about Niccolo Machiavelli, it’s describe about the brilliant things about how Machiavelli observed something real in reality about human styles of leadership. The point that Machiavelli describes is the leader dilemmas when face two different things which are organization vision with human nature, which one will be chosen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof Snook implicitly said, when a leader knows about human nature, sometimes the leader can use something hard to push the staffs. As example, in modern world, Machiavelli’s theory is using in stick and carrot theory.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A leader must understand his/her own, the situation and the people who is lead, that means the type of leadership must adapt in the situation without sacrifice organization’s purposes. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The good thing learning about Machiavelli is he described all the bad things about human nature, ignored about kindness, religiousness and ethics. It is not about the styles of Machiavelli leadership. He described, in reality there a lot of people trying get his/her own goal by hook or by crook. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understanding the Machiavelli’s theory will give a leader how to manage staff that has his/her own goal that different with organization’s purposes. That theory also described how to change bad habits in human nature as stated about ambition, organizational constraints, operationally, ignorance, personality of the individual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-3878117323992755715?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/3878117323992755715/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=3878117323992755715&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3878117323992755715'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3878117323992755715'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/leadership-understanding-machiavelli.html' title='Leadership, Understanding Machiavelli'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-5138716095738088980</id><published>2007-07-08T01:07:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T01:13:00.258+07:00</updated><title type='text'>LAPORAN PENILAIAN USAHA</title><content type='html'>(Kerangka Acuan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelaporan adalah bagian dari proses penilaian karena dalam laporan dijelaskan semua hal yang berkaitan dengan penugasan dan hasil yang diperoleh. Dan laporan ini bisa menjadi faktor penting dalam mengambil keputusan bagi pihak yang memberi penugasan ataupun pihak lainnya yang terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyusunan laporan adalah proses terakhir dari seluruh proses penilaian. Dan umumnya proses pembuatan pelaporan akan membutuhkan waktu yang sama dengan proses penugasan dilapangan dikarenakan banyaknya pertimbangan yang harus diputuskan sebelum laporan diterbitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai dengan saat ini belum ada pelaporan yang bisa diajukan sebagai kerangka dasar dalam menentukan format laporan penilaian usaha. Oleh karena itu saat ini Direktorat Jenderal Kekayaan Negara berusaha membentuk format dari pelaporan penilaian usaha yang dapat menjadi format baku dalam penilaian usaha di Indonesia.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arti Kosa Kata Laporan/Report dari Kamus Bahasa Inggris &lt;br /&gt; [report (plural reports)&lt;br /&gt;1. A piece of information describing, or an account of certain events given or presented to someone. &lt;br /&gt;A report by the telecommunications ministry showed that the phone network has a severe capacity problem.&lt;br /&gt;2. (ballistics) The loud echo sound from a gun. &lt;br /&gt;o 1883: Robert Louis Stevenson, Treasure Island &lt;br /&gt;...a pistol-shot, flash and report, came from the hedge-side.&lt;br /&gt;to report (third-person singular simple present reports, present participle reporting, simple past reported, past participle reported)&lt;br /&gt; (intransitive) (news) To relate details of an event or incident. &lt;br /&gt;This was our correspondent reporting from Baghdad, Iraq.&lt;br /&gt; (intransitive) (military) To show up or appear at an appointed time; to present oneself.&lt;br /&gt; (transitive): To notify of. &lt;br /&gt;The nuclear plant reported the incident to the authorities.&lt;br /&gt;Riots have been reported from a remote province of the country.&lt;br /&gt; To be accountable. &lt;br /&gt;The financial director reports to the CEO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Laporan Penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penilaian (valuation report) adalah sebuah bentuk pelaporan baik secara lisan maupun tertulis dari nilai dan atau penilaian yang telah dilaksanakan oleh penilai kepada pihak yang memberi tugas (klien). Pelaporan ini biasanya dilakukan oleh penilai maupun kantor penilai kepada pemberi tugas sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tugas yang diberikannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari laporan penilaian ini adalah untuk menyampaikan  data, logika, asumsi yang melandasi dan analisa yang mendukung  pernyataan nilai kepada pihak yang memberi tugas penilaian. Laporan Penilaian yang dibuat oleh seorang penilai usaha (business appraiser) harus dilengkapi  dengan pernyataan (sertifikasi) penilai dan batasan/istilah yang dicakup dalam penilaian yang meliputi cakupan penilaian, kondisi yang membatasi, definisi nilai, tujuan penilaian dan tanggal penilaian. Dan agar pembaca atau pemberi tugas (klien) memahami masalah penilaian dari obyek yang dinilai melalui alasan dan diskriptif data yang relevan untuk mendukung suatu opini/kesimpulan nilai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penilaian juga dapat berfungsi antara lain sebagai berikut: &lt;br /&gt;a. Menyampaikan kesimpulan Penilai tentang Nilai kepada klien dan atau kepada orang lain yang mungkin berkepentingan dengan hasil penilaian. &lt;br /&gt;b. Sebagai catatan lengkap dan terperinci dari nilai suatu usaha dipandang dari berbagai sudut kegunaan dan kepentingan sesuai dengan keadaan dan situasi yang berlaku. &lt;br /&gt;c. Melindungi usaha dari berbagai kemungkinan yang dapat merugikan pemilik (owner) dari kejadian yang tidak disangka-sangka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Sebagai bahan pengambilan keputusan bagi manajemen dalam rangka pengembangan usaha dan bisnisnya serta meningkatkan kredibilitas dari lembaga-lembaga keuangan maupun masyarakat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan format laporan penilaian memang seringkali bervariasi. Format laporan penilaian untuk perusahaan penilaian swasta dan untuk instansi pemerintah biasanya berbeda meskipun kandungan isinya sama. Namun secara umum, memberi standar bahwa laporan penilaian setidaknya harus mencakup beberapa hal sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Identifikasi dan diskripsi mengenai objek yang dinilai. Kegiatan pengidentifikasian ini meliputi pengidentifikasian fisik terhadap lokasi perusahaan, kegiatan, legalitas dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi nilai suatu obyek. &lt;br /&gt; Mengidentifikasi opini yang menjadi tujuan penilaian dan sekaligus kegunaan penilaian itu sendiri. Jenis nilai, tujuan penilaian dan kegunaan penilaian ini sangat terkait erat dan merupakan hal yang sangat penting untuk ditentukan dan diketahui sebelum proses penilaian tersebut dilaksanakan. &lt;br /&gt; Menetapkan tanggal penilaian (date of valuation), tanggal inspeksi lapangan dan tanggal pelaporan. Karena nilai properti dari waktu ke waktu mengalami perubahan seiring dengan dinamika di lapangan, maka tidak ada satu nilai tunggal yang dapat digunakan untuk keperluan sepanjang waktu tanpa ditetapkan tanggal penilaiannya. Tanggal penilaian tersebut menunjukkan bahwa nilai yang dihasilkan adalah nilai tertentu pada suatu tanggal penilaian tertentu pula, dan hal ini penting untuk membatasi tanggung jawab penilai. &lt;br /&gt; Menentukan kegunaan tertinggi dan terbaik (highest &amp; best use) dari saham yang dinilai (jika dianggap perlu). Dalam tujuan penilaian tertentu analisis kegunaan tertinggi dan terbaik ini seringkali dianggap perlu, terutama pada saat melakukan penilaian untuk menentukan nilai potensi suatu perusahaan, studi kelayakan, dan sebagainya. Secara garis besar analisis kegunaan tertinggi dan terbaik ini meliputi suatu kajian untuk kelayakan legalitas dan kelayakan finansial untuk menghasilkan keuntungan yang paling maksimal. &lt;br /&gt; Menerangkan prosedur penilaian yang digunakan. Karena tujuan dari pembuatan laporan adalah untuk memberikan informasi kepada pembaca/klien yang pada umumnya bukan seorang penilai, maka dalam pelaporan penilaian perlu diuraikan mengenai prosedur penilaian yang digunakan. Jadi setiap pendekatan penilaian yang dipakai secara garis besar harus diuraikan sehingga pembaca mempunyai gambaran mengenai proses bagaimana kesimpulan nilai tersebut dibuat. &lt;br /&gt; Menyediakan/menampilkan data pendukung dan alasan-alasan yang mendukung analisis, opini dan kesimpulan nilai dalam laporan. Ketersediaan data pendukung merupakan hal pokok yang perlu ada untuk mendukung analisis dalam menghasilkan suatu kesimpulan nilai. &lt;br /&gt; Hampir semua pendekatan penilaian (valuation approachs) pasti memerlukan dan mendasarkan pada informasi dari properti pembanding dan juga data-data pendukung lain, baik data instansional maupun non instansional yang dapat memperkuat opini dan pengambilan kesimpulan nilai. Semua data pembanding dan data pendukung ini harus dimuat di dalam laporan penilaian sebagai bukti yang memperkuat kesimpulan nilai. &lt;br /&gt; Menerangkan semua asumsi dan batasan (limiting condition) yang mempengaruhi analisis, opini dan kesimpulan nilai. Penilai dalam memberikan opini nilainya tidaklah mutlak benar dan bisa berlaku sepanjang masa serta dapat digunakan untuk berbagai jenis kepentingan. Untuk membatasi tanggung jawab penilai, maka perlu dibauat bagian khusus yang menerangkan sebatas mana penilai bertanggung jawab atas opini nilai yang diberikannya. Dalam asumsi dan batasan ini penilai menyatakan batas tanggung jawabnya, sehingga bila ada suatu kasus tertentu yang melibatkan suatu perkara hukum di pengadilan, maka tanggungjawab penilai hanyalah sebatas apa yang diuraikan dalam asumsi dan batasan (limiting condition) yang dinyatakan dalam laporan penilaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penilaian dapat disajikan dalam bentuk:&lt;br /&gt;1. Laporan Lisan;&lt;br /&gt; Laporan Lisan (Oral Report) adalah laporan lisan dari penilai. Laporan ini diperlukan jika keadaannya mendesak atau klien tidak memerlukan pelaporan secara tertulis. Namun bentuk laporan penilaian lisan dalam praktek saat ini jarang sekali dilakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penilaian walau disajikan secara lisan, namun tetap harus disajikan secara akurat. Adapun hal yang paling minimal harus dilaporkan adalah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pendahuluan&lt;br /&gt; Dalam pendahuluan disajikan  mengenai identifikasi klien, obyek yang dinilai, maksud dan tujuan penilaian, definisi standar nilai, tanggal efektif penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Asumsi dan Syarat Pembatas&lt;br /&gt; Dalam asumsi dan syarat pembatas diuraikan mengenai asumsi yang dipakai dalam melakukan analisa penilaian dan syarat apa saja yang membatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pernyataan Independensi&lt;br /&gt; Dalam pernyataan ini diuraikan bahwa Penilai dalam melakukan penilaian tidak memiliki kepentingan apapun atas obyek penilaian dan pihak-pihak yang terlibat didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kesimpulan Penilaian &lt;br /&gt; Dalam kesimpulan penilaian dsajikan berapa nilai yang dihasilkan pada suatu tanggal tertentu  berdasarkan penugasan yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Laporan tertulis;&lt;br /&gt;• Laporan dalam bentuk surat;&lt;br /&gt;• Laporan lengkap tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1   Laporan dalam bentuk Surat (Pernyataan Penilai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan penilaian dalam bentuk surat (Letter Report) adalah laporan penilaian yang berbentuk surat dan berisikan hasil investigasi dan analisis yang disimpulkan dalam sebuah surat. Estimasi nilai disampaikan melalui suatu surat yang disahkan dengan tanda tangan penilai. Surat ini biasanya hanya berisi opini nilai dari properti, tanpa disertai dukungan data, informasi dan analisis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laporan semacam ini biasanya disiapkan atas permintaan pelanggan (klien), namun setidaknya laporan berbentuk surat ini berisikan tentang: &lt;br /&gt;1. Kontrak Kerja &lt;br /&gt;2. Maksud dan tujuan dilakukan penilaian &lt;br /&gt;Pernyataan mengenai tujuan penilaian. Tujuan penilaian dalam hal ini harus scara jelas dinyatakan, karena terkait dengan jenis nilai yang dihasilkan. Seperti contoh jika tujuan penilaian adalah untuk jual-beli, maka jenis nilai yang dihasilkan adalah nilai pasar wajar (fair market value). &lt;br /&gt;3. Ruang lingkup penilaian &lt;br /&gt;4. Sumber data &lt;br /&gt;Sumber data yang digunakan oleh penilai harus diungkapkan secara garis besar. Nama-nama dan jenis data yang digunakan. Tidak perlu seluruh lampiran data diungkapkan.&lt;br /&gt;5. Jangka waktu penilaian &lt;br /&gt;6. Diskripsi mengenai bentuk analisis yang dipakai. Meskipun tidak secara detail diuraikan, deskripsi mengenai bentuk analisis yang dipakai adalah perlu dikemukakan, setidaknya dikemukakan mengenai pendekatan penilaian yang digunakan untuk menganalisis nilai. &lt;br /&gt;7. Tanggal penilaian, tanggal pelaporan dan semua batasan-batasan masalah (limiting condition). &lt;br /&gt;Tanggal penilaian dalam hal ini adalah terkait dengan tanggal dimana nilai tersebut ditetapkan, sedangkan tanggal pelaporan adalah lebih menunjukkan pada tanggal aktual dibuatnya laporan tersebut. Mengenai batasan masalah, meskipun singkat juga perlu dinyatakan dalam laporan penilaian berbentuk surat ini karena hal ini penting untuk menunjukkan tanggung jawab dan wewenang penilai atas opini nilai yang dihasilkannya. &lt;br /&gt;8. Sertifikasi nilai/pernyataan tentang kesimpulan nilai. Sertifikasi nilai ini merupakan bagian terpenting dari surat. Dalam hal ini penilai perlu menyatakan bahwa berdasarkan hasil analisis yang seksama dengan memperhatikan semua data dan berdasarkan pada pengalaman, maka penilai memberikan opini besarnya nilai properti yang dianalisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Kesimpulan nilai;&lt;br /&gt;Laporan penilaian dalam bentuk surat, kerapkali digunakan untuk melaporkan hasil penilaian yang bersifat harus diungkapkan dengan segera dalam kondisi tertentu. Setelah laporan dalam bentuk surat disampaikan, dalam jangka waktu singkat laporan tertulis lengkap harus disampaikan.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2 Laporan Tertulis &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporan lengkap tertulis, disajikan secara terperinci hal-hal berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Surat Pernyataan Penilai (Sertifikasi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Pernyataan Penilai adalah surat yang ditujukan kepada semua pihak terkait mengenai hal-hal dasar yang berhubungan dengan penugasan yang dilakukan oleh Tim Penilai. Dengan surat ini diharapkan semua pihak dapat mengetahui beberapa hal prinsip yang menjadi landasan hukum bagi Tim Penilai dalam melakukan penugasan dan saat telah berakhirnya penugasan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Pernyataan Penilai berfungsi sebagai :&lt;br /&gt; Dasar hukum dilakukan penilaian;&lt;br /&gt; Identifikasi Tim Penilai;&lt;br /&gt; Ruang lingkup penilaian;&lt;br /&gt; Asumsi dan syarat-syarat pembatasan penugasan penilaian;&lt;br /&gt;• Diasumsikan bahwa penilai tidak memiliki kepentingan apapun terhadap obyek penilaian;&lt;br /&gt;• Data yang digunakan : Penilai bergantung pada data dan akses pada sumber data yang tersedia;&lt;br /&gt;• Validitas penilaian : Hasil penilaian hanya berlaku pada tanggal penilaian dan untuk tujuan penilaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kesimpulan Nilai&lt;br /&gt; Tanggal dilakukan penilaian;&lt;br /&gt; Tanda tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Daftar ISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Surat Pengantar&lt;br /&gt;Sering juga disebut sebagai Letter of Transmital merupakan surat yang dibuat oleh penilai kepada pelanggan (klien) yang menyatakan bahwa penilai telah melakukan penilaian atas obyek yang ditunjuk pada tanggal tertentu dan untuk tujuan tertentu serta pernyataan/opini nilai atas obyek yang dinilai. Surat pengantar ini berisikan antara lain : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; tanggal surat dan pihak yang memberi tugas. &lt;br /&gt;Dalam surat pengantar ini harus disebutkan dasar dari pemberian tugas untuk melaksanakan penilaian, yaitu dari pihak mana dan bersasarkan surat nomor dan tanggal berapa.&lt;br /&gt; pernyataan identifikasi kepentingan-kepentingan yang terdapat dalam properti yang dinilai, yaitu terkait dengan jenis hak dan batasan-batasan apa saja yang dinyatakan ke atas hak yang dimiliki. &lt;br /&gt; pernyataan mengenai telah dilaksanakannya penugasan penilaian. Hal ini penting sebagai pernyataan tanggungjawab penilai terhadap tugas yang diberikan klien kepadanya. &lt;br /&gt; tanggal penilaian efektif, yaitu tanggal di mana nilai tersebut ditetapkan dan biasanya tanggal penilaian disesuaikan dengan tujuan penilaiannya. &lt;br /&gt; estimasi nilai, yaitu pernyataan mengenai besarnya nilai usaha yang diestimasi. &lt;br /&gt; batasan masalah, menyatakan batasan wewenang dan tanggungjawab yang ditanggung penilai. &lt;br /&gt; tanda tangan penilai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Surat Pernyataan Penilai (Sertifikasi)&lt;br /&gt;Yaitu sertifikasi nilai yang disertai dengan pernyataan nilai akhir, tanda tangan penilai, tanggal dan cap/stempel dengan uraian/pernyataan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bab I  : Ringkasan Eksekutif&lt;br /&gt; Rangkuman ini diperlukan bila laporan terlalu panjang dan terdiri dari beberapa obyek. Mengawali laporan penilaian, penilai juga harus menyatakan siapa pemberi tugas, untuk siapa laporan tersebut dibuat dan menyatakan bahwa properti telah dilakukan pemeriksaan/inspeksi. Penilai dalam hal ini juga dapat menegaskan batasan-batasan penggunaan laporan penilaian tersebut dan tanggungjawab penilai hanya terbatas pada tujuan sebagaimana dinyatakan dalam laporan, kecuali klien telah meminta ijin terlebih dahulu kepada penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ringkasan eksekutif adalah uraian singkat yang meliputi :&lt;br /&gt;• Latar belakang berdirinya perusahaan;&lt;br /&gt;• Latar belakang diperlukannya penilai untuk tujuan tertentu dari perusahaan;&lt;br /&gt;• Dasar dari Penilai dalam melakukan penilaian. Dasar yang digunakan dalam melakukan penilaian khususnya di Indonesia adalah Standar Penilaian Indonesia Tahun 2002, KEPI dan standar internasional lainnya yang relevan terhadap penilaian yang dilakukan;&lt;br /&gt;• Independensi dari Penilai;&lt;br /&gt;• Definisi dan istilah yang digunakan oleh Penilai. &lt;br /&gt;Umumnya definisi dan istilah yang digunakan adalah yang berlaku umum dalam profesi penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bab II : Syarat-syarat dan Kondisi Pembatas&lt;br /&gt;Asumsi dan kondisi pembatas ini dinyatakan dalam laporan adalah bertujuan untuk melindungi penilai terhadap kemungkinan penyalahgunaan hasil penilaian yang telah dilakukan. Asumsi dan kondisi pembatas yang sering dimasukkan dalam laporan penilaian antara lain adalah asumsi “pasar wajar”opini yang berbeda, dasar yang dipakai dalam menentukan nilai saham, tanggal dan tujuan yang spesifik dilakukannya penilain serta batas tanggungjawab penilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat dan kondisi pembatas adalah ruang lingkup yang digunakan oleh penilai dalam melaksanakan kegiatan. Syarat-syarat dan kondisi pembatas sangat diperlukan agar tujuan dan maksud penugasan dapat terlaksana dengan baik. Dan juga dapat mengurangi bias penilai dalam melaksanakan kegiatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat-syarat dasar yang dibutuhkan seorang penilai adalah :&lt;br /&gt;1. Laporan Keuangan yang telah diaudit oleh KAP selama 3 tahun; &lt;br /&gt;2. Laporan Internal yang dikeluarkan oleh internal audit yang telah disahkan oleh manajemen;&lt;br /&gt;3. Data-data primer dan sekunder perusahaan;&lt;br /&gt;4. Data-data lain yang telah dipublikasikan dan diyakini keakuratannya;&lt;br /&gt;5. Bila data yang diberikan oleh perusahaan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya maka hal tersebut diluar tanggung jawab penilai;&lt;br /&gt;6. Jika ada beberapa jenis mata uang yang digunakan maka penilaian harus menggunakan mata uang rupiah (idr) dengan melakukan konversi atas mata uang asing pada tanggal tertentu oleh lembaga pemeringkat independen;&lt;br /&gt;7. Sejarah/riwayat pertumbuhan perusahaan;&lt;br /&gt;8. Produk/jasa yang dihasilkan;&lt;br /&gt;9. Pasar dan pemasaran;&lt;br /&gt;10. Manajemen;&lt;br /&gt;11. Aktiva baik yang berwujud maupun tidak berwujud;&lt;br /&gt;12. Tinjauan umum tentang makro ekonomi, industri dan perusahaan yang bersangkutan;&lt;br /&gt;13. Transaksi kepemilikan usaha dari obyek penilaian yang pernah terjadi  sebelumnya.&lt;br /&gt;14. Sensitivitas terhadap faktor pengaruh musim atau siklus usaha;&lt;br /&gt;15. Persaingan;&lt;br /&gt;16. Sumber data yang digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi pembatas umumnya terbagi menjadi 2 kategori :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang diakibatkan oleh pihak manajemen&lt;br /&gt; Pembatasan yang dilakukan oleh pihak manajemen bisa terjadi karena adanya penafsiran yang berbeda mengenai suatu hal ataupun kesengajaan dari pihak manajemen untuk tidak memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Yang disebabkan oleh keadaan diluar kekuasaan kedua belah pihak.&lt;br /&gt; Pembatasan akibat oleh keadaan diluar kekuasaan kedua pihak dapat lebih diterima apabila ada informasi yang detail. &lt;br /&gt; Pengaruh atas ruang lingkup dapat memberikan kesimpulan hasil penilaian yang berbeda. Oleh karena itu bila pembatasan ruang lingkup penilaian harus diungkapkan dalam laporan penilai independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bab III : Uraian mengenai Perusahaan&lt;br /&gt;a. Informasi mengenai perusahaan dan legalitas perusahaan.&lt;br /&gt; Pada umumnya yang patut menjadi perhatian dari penilai adalah kegiatan utama dari perusahaan, lokasi perusahaan dan ijin dari pihak terkait atas usaha yang sedang berjalan;&lt;br /&gt;b. Pengurus dan pemegang saham;&lt;br /&gt; Perubahan anggaran dasar mengenai pemegang saham harus diketahui oleh penilai dan komposisi pemegang saham sehingga penilai mempunyai data awal untuk menentukan diskon atau premi sesuai kepentingan penilaian.&lt;br /&gt;c. Organisasi dan manajemen perusahaan;&lt;br /&gt;d. Kondisi operasional perusahaan dan usaha yang sedang berjalan;&lt;br /&gt;e. Analisa keuangan perusahaan;&lt;br /&gt;f. Resiko usaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Bab IV : Uraian mengenai Industri&lt;br /&gt; Kondisi dan Analisis Industri;&lt;br /&gt; Prospek Industri;&lt;br /&gt; Analisa SWOT&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Bab V : Metodologi dan Asumsi Penilaian&lt;br /&gt;Dalam bagian ini penilai menguraikan secara ringkas semua metode penilaian yang digunakan, baik secara pendekatan aktiva, pendekatan pendapatan (income approach) maupun pendekatan perbandingan data pasar (market data approach) yang seusai dengan tujuan penilaian tersebut dilakukan. Selain menguraikan mengenai metode penilaian yang digunakan adalah cukup penting juga untuk menyatakan bangaimana proses dan hasil penilaian yang dihasilkan serta rekonsiliasi nilai dari metode-metode penilaian yang dipakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pendekatan dalam penilaian;&lt;br /&gt; Pemilihan metodologi; &lt;br /&gt; Premi Kendali dan Diskon Minoritas;&lt;br /&gt; Asumsi Penilaian (kondisi as is);&lt;br /&gt; Asumsi Penilaian (kondisi value enhancement).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Bab VI : Perhitungan Penilaian&lt;br /&gt; Menjelaskan metode yang digunakan &lt;br /&gt; Apabila perusahaan dalam keadaan going concern, maka harus dihitung berdasarkan kondisi value enhancement.&lt;br /&gt; Diberikan penjelasan identitas pembanding atas objek penilaian.&lt;br /&gt; Melakukan diskon dan premi dengan perhitungan yang jelas.&lt;br /&gt; Melakukan rekonsiliasi nilai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bab VII: Kesimpulan dan Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Penilai memberikan kesimpulan hasil penilaian berdasarkan saat dan waktu tertentu yang dimintakan.&lt;br /&gt;• Penilai juga memberikan beberapa nilai berdasarkan saat dan waktu tertentu berdasarkan metode yang digunakan dalam menilai kondisi perusahaan.&lt;br /&gt;• Jika penilai mempunyai pendapat tambahan atas asumsi yang terjadi pada saat ini yang dapat memberikan pengaruh terhadap hasil penilaian, maka Penilai pun harus memberikan saran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai indikasi nilai yang dihasilkan dari tiap metode yang dipakai serta setelah melakukan rekonsiliasi nilai, maka selanjutnya dalam bagian ini penilai menyampaikan keputusan tentang opini nilai yang dihasilkannya. Kesimpulan nilai properti ini harus disertai tandatangan asli dari penilai dan sebaiknya antara halaman kesimpulan nilai dan tanda tangan penilai tidak terdapat pada halaman yang terpisah, yaitu untuk tujuan keamanan dan guna menghindari adanya pemalsuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tabel dan Gambar&lt;br /&gt;Dalam Laporan Hasil Penilaian diperlukan beberapa tabel yang akan dipakai oleh pengguna untuk mengetahui data yang digunakan oleh Penilai sebagai bahan melakukan analisa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tabel-tabel ini harus disusun dengan rapi dari sesuatu yang bersifat umum sampai dengan khusus sesuai urutan uraian dalam laporan. Pada umumnya, table yang dilampirkan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Komposisi Pemegang Saham&lt;br /&gt;• Pertumbungan industri &lt;br /&gt;• Neraca&lt;br /&gt;• Laba Rugi&lt;br /&gt;• Laba di Tahan&lt;br /&gt;• Rasio Keuangan&lt;br /&gt;• Nama perusahaan pembanding&lt;br /&gt;• Posisi objek terhadap industri sejenis&lt;br /&gt;• Perhitungan rekonsiliasi&lt;br /&gt;• Review kepatuhan terhadap industri sejenis&lt;br /&gt;• Matriks SWOT &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Lampiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat Pernyataan Penilai&lt;br /&gt;xxxx&lt;br /&gt;1. Penilai Publik Terdaftar&lt;br /&gt;Alamat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tanggal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Judul Laporan Laporan Penilaian Saham PT xxxx&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Ditujukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Paragraf Pendahuluan&lt;br /&gt;(pernyataan dasar hukum, tujuan dan data aktual)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; Berdasarkan Kontrak Kerja No … tanggal … tentang … antara … dan … , kami telah melakukan penilaian atas saham PT xxx per tanggal …. atas permintaan PT xxx atau PT yyy atau dll. Data yang kami gunakan dalam melakukan penilaian adalah Lap Keu PT xxx yang telah diaudit KAP selama 3 terakhir dan Lap Internal PT xxx yang dikeluarkan oleh Komite Internal Audit dan disahkan oleh Komisaris PT xxx (untuk perusahaan terbuka) serta data-data lainnya yang terkait dalam melakukan penilaian baik yang dikeluarkan oleh PT xxx maupun yang telah dipublikasikan oleh pihak lain yang dapat dipercaya keakuratan informasi yang diberikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Paragraf Ruang Lingkup&lt;br /&gt;(pernyataan batasan dan kondisi penilai)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kami telah melakukan penilaian sesuai dengan Standar Penilai Indonesia Tahun xxx dan Kode Etik Penilai Indonesia atas saham PT xxx sebagai suatu usaha yang xxx (going concern atau pailit atau lainnya). yang merupakan perusahan xxx (terbuka atau tertutup). Kami melakukan peninjauan lapangan pada tanggal xxx s.d xxx dan mengadakan wawancara dengan manajemen dan pihak lain yang terkait dan relevan dalam melakukan penilaian untuk mendapatkan informasi yang memadai mengenai obyek penilaian. Data yang kami berupa data primer dan sekunder serta data khusus dan spesifik baik dari pihak manajemen maupun pihak lain yang telah dipublikasikan dan telah diyakini secara umum keakuratannya. Bila ternyata data-data yang kami peroleh tidak sesuai dengan keadaan sesungguhnya, maka hal tersebut diluar tanggung jawab kami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Paragraf Metodologi dan Informasi Analisa&lt;br /&gt;(pernyataan teknik penilaian atas tujuan dan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Penilaian atas PT xxx bertujuan untuk menentukan Nilai Pasar dari saham PT xxx dengan memperhatikan semua data yang kami peroleh untuk mengambil kesimpulan mengenai nilai saham PT xxx. Pendekatan dan metodologi penilaian yang kami lakukan adalah pendekatan dan metodologi sesuai dengan asumsi awal terhadap pt xxx pada saat kondisi dan keadaan penilaian dilakukan. Kami melakukan aplikasi discount for lack of marketability sebesar xxx % atau  premi of marketability sebesar xxx %&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Paragraf Pendapat &lt;br /&gt;(kesimpulan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berdasarkan analisa kami, kami berkesimpulan bahwa nilai pasar wajar atas saham PT xxx adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal   Kondisi    Nilai Pasar Wajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    as is&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    value enhancement&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Nama Penilai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tanda Tangan Penilai&lt;br /&gt;(beserta nomor ijin registrasi pemerintah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tanggal Laporan Penilaian&lt;br /&gt;(tanggal berakhirnya  penilaian lapangan) &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian Laporan Penilaian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KOP Surat&lt;br /&gt;Dalam kop surat ini dijelaskan identitas penilai beserta alamat dan dasar hukum yang memberikan informasi mengenai legalitas untuk melakukan penilaian. Pada umumya dalam dunia profesi, nama kantor tersebut akan bertanggung jawab secara hukum dan jabatan atas kualitas seorang Penilai berdasarkan standar profesi dan kode etik profesi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanggal&lt;br /&gt;Tanggal adalah menyatakan bahwa saat dan waktu tertentu,laporan penilaian telah secara sah diterbitkan oleh Penilai kepada pemberi penugasan agar memudahkan pengarsipan pada saat tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Judul&lt;br /&gt;Dalam judul diungkapkan tujuan penilaian. Dalam banyak kasus penilaian bukan hanya ditujukan pada penilaian saham PT xxx dalam kondisi normal, kemungkinan juga ketika dalam keadaan pailit ataupun going concern PT xxx diragukan. Sehingga ketika membaca judul Laporan Penilaian, setiap pembaca sudah dapat memprediksikan keadaan yang sebenarnya terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ditujukan&lt;br /&gt;Penilai harus memberikan data mengenai Laporan Hasil Penilaian ditujukan kepada pihak yang berhak ataupun yang terkait. Dalam membuat kontrak kerja, ada kemungkinan penugasan diberikan oleh beberapa pihak, sehingga harus jelas bahwa Laporan Hasil Penilaian ini ditujukan kepada pihak yang mempunyai kepentingan. Dan Laporan Hasil Penilaian harus identik dan sama kepada berbagai pihak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Paragraf Pendahuluan &lt;br /&gt;Paragraf pendahuluan dari laporan ini ditujukan untuk tiga hal. Pertama, paragraf ini merupakan pernyataan dari Penilai bahwa penilai telah melakukan penilaian dengan adanya kontrak kerja yang sah antara pemberi penugasan dengan penilai.&lt;br /&gt;Kedua, paragaraf ini menjelaskan tujuan dari penilaian tersebut dalam ruang lingkup tertentu yang diminta oleh pemberi penugasan. Ketiga adalah menjelaskan data-data yang digunakan oleh Penilai dalam melakukan penugasan baik data yang didapat dari pihak pemberi penugasan ataupun data lain yang dipublikasikan sehingga semua pihak yang mempunyai kepentingan atas Laporan Hasil Penilaian dapat mengetahui dan tidak mempunyai asumsi diluar data yang digunakan oleh Penilai.&lt;br /&gt;Untuk usaha yang berbentuk badan hukum perusahaan yang telah dipasarkan di bursa efek, harus juga memberikan Laporan Audit Internal yang telah disahkan oleh Komisaris Perusahaan sebagai persyaratan dalam melakukan penilaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Paragraf Ruang Lingkup &lt;br /&gt;Paragraf ini menjelaskan dua hal yaitu pernyataan faktual tentang yang dilakukan oleh Penilai, bahwa Penilai melakukan penilaian sesuai kaidah Ilmu Penilaian dengan standar-standar penilaian yang diterapkan secara umum di Indonesia beserta Kode Etik yang harus dipegang oleh Penilai. Dalam paragraf ini dijelaskan pula jangka waktu penilaian dilakukan &lt;br /&gt;Kedua menjelaskan tanggung jawab dari Penilai atas data-data yang didapat oleh Penilai baik dari pihak pemberi penugasan dan data-data lain yang dipublikasikan. Penilai tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang telah diberikan ataupun yang dipublikasikan jika hasil penilaian tidak sesuai dengan kondisi yang nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Paragraf Metodologi dan Informasi Analisa &lt;br /&gt;Paragraf ini menjelaskan metodologi yang dilakukan oleh Penilai dalam melakukan penilaian terhadap data-data yang diperoleh. Kemudian Penilai juga memberikan informasi mengenai hasil analisa yang telah dilakukan sesuai metodologi penilaian sesuai kaidah akademis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Paragraf Pendapat&lt;br /&gt;Paragraf terakhir dalam laporan ini menyatakan kesimpulan Penilai berdasarkan hasil penilaian. Bagian ini sangat penting karena pada paragraf inilah seorang penilai memberikan pendapat. Hal yang harus dipahami oleh semua pihak adalah paragraf pendapat dengan tegas menyatakan sebuah pendapat, bukan pernyataan mutlak ataupun jaminan. Tujuannya adalah untuk menunjukkan bahwa kesimpulan tersebut didasarkan atas pertimbangan professional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Nama Penilai&lt;br /&gt;Nama Penilai harus dicantumkan dalam Laporan Hasil Penilaian. Didalam sebuah kantor penilai ada beberapa penilai yang bergabung dan bekerja sama, sehingga diperlukan identitas yang jelas mengenai Penilai yang melakukan penugasan. Jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan hasil penilaian yang harus dikonfirmasikan kepada kantor penilai, maka nama orang tersebut harus dapat memberikan keterangan mengenai hasil penilaian yang dilaksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tanda Tangan&lt;br /&gt;Tandan tangan Penilai berfungsi untuk memperkuat Laporan Hasil Penilaian. Dan hasil penilaian akan dinyatakan diterima secara hukum dengan adanya tanda tangan dari Penilai tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tanggal Penilaian&lt;br /&gt;Penilai harus mencantumkan tanggal atas pendapat nilai yang dikeluarkan, sehingga semua pihak dapat langsung mengetahui pendapat Penilai pada saat dan kondisi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gtp 7 apr 07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-5138716095738088980?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/5138716095738088980/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=5138716095738088980&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/5138716095738088980'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/5138716095738088980'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/laporan-penilaian-usaha.html' title='LAPORAN PENILAIAN USAHA'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-8454902390438525256</id><published>2007-07-08T01:00:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T01:06:05.411+07:00</updated><title type='text'>Peningkatan Pemanfaatan Barang Milik Negara</title><content type='html'>Latar Belakang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Dasar Hukum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; UUD 1945 Pasal 23&lt;br /&gt; UUD 1945 Pasal 33&lt;br /&gt; UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara&lt;br /&gt; UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara&lt;br /&gt; PP No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Tugas Pokok Dan Fungsi Kementerian Keuangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”perumusan kebijakan dan pelaksanaan pengelolaan di bidang Kekayaan Negara". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Berkedudukan sbg PENGELOLA BARANG MILIK NEGARA (implikasi UU No. 17/2003, UU No. 1/2004 dan peraturan pelaksanaannya terkait : dokumen kepemilikan, penggunaan, pemanfaatan, pemindahtanganan, penilaian, dan pengamanan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Perlunya penanganan secara lebih intens dan komperehensif mengenai kekayaan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. MAKSUD:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Reorientasi Fungsi: Menangani secara khusus mengenai  fungsi-fungsi terkait  di bidang Kekayaan Negara dalam satu wadah, yaitu DJKN dalam rangka pelaksanaan fungsi fiskal pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Revitalisasi Fungsi:  penanganan kekayaan Negara dalam rangka mewujudkan optimalisasi penggunaan, pemanfaatan dan pemindahtanganan, peningkatan efektivitas dan profesionalisme pengelolaan,  serta akurasi nilai kekayaan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.   TUJUAN:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Fokus pada penanganan Barang Milik Negara yang terdiri dari Pemerintah Pusat/Daerah dan BUMN/D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efektif dalam pengelolaan dan/atau penanganan beban kerja;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Efisien dalam Keuangan Negara;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Optimal dalam menggunakan sumber daya (resourcess) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tercapainya tujuan yang diharapkan sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Ruang Lingkup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tanah dan Bangunan yang termasuk dalam Barang Milik Negara dan Kekayaan Negara yang Dipisahkan.&lt;br /&gt;a. Barang Milik Negara : Tanah dan Bangunan milik Kementerian, Badan, Lembaga, Instansi Pemerintah Pusat dan Daerah.&lt;br /&gt;b. Kekayaan Negara yang Dipisahkan : Tanah dan Bangunan milik BUMN/D &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Ruang lingkup Tanah dan Bangunan adalah Wisma, Mess, Penginapan, Apartemen  dan Perumahan Milik Negara yang terdiri dari Pemerintah Pusat/Daerah serta BUMN/D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerangka Pemikiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Gambaran Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu konsep yang menarik dalam Pengelolaan Kekayaan Negara adalah tentang kondisi pengelolaan kekayaan Negara yang diinginkan. Pengelolaan kekayaan Negara perlu dilakukan secara proporsional dengan memberikan perhatian yang seimbang kepada faktor ekonomi, faktor sosial dan faktor ekologi. Tanpa dapat dihindari bahwa ketiga dimensi tersebut bersifat mutual exclusive.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan latar belakang tersebut dan dengan berasumsi bahwa lahan sebagaimana ruang lingkup dalam bab I tersebut diatas, maka lahan dapat dimanfaatkan dengan lebih mengakomodasi ketiga dimensi  disebut di atas, tulisan ini bertujuan untuk mempresentasikan kerangka konseptual guna memahami pemanfaatan lahan yang dalam tulisan ini disebut pemanfaatan lahan multifungsional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini, dapat dilihat banyaknya aset wisma, mess, penginapan, apartemen dan perumahan milik Negara (AWN/Aset Wisma Negara) yang secara tidak langsung hanya digunakan oleh instansi tertentu untuk tujuan tertentu misalnya pendidikan dan latihan, tempat tinggal dan sebagainya. Dalam pelaksanaannya, tidak diketahui data yang dapat mendukung akan pemanfaatan secara maksimal atas AWN secara multifungsional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tulisan ini diharapkan dapat membangkitkan diskusi atas pemikiran baru dan menjadi tantangan guna mencari pola pemanfaatan AWN yang lebih sensitif terhadap pluralitas masyarakat. Tak pelak lagi, DJKN yang dapat dikatakan setiap hari menangani masalah peruntukan lahan khususnya AWN-- berpotensi menjadi salah satu lembaga yang dapat membantu merealisasikan hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Gambaran Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan AWN secara langsung memiliki korelasi terhadap tugas, pokok dan fungsi Kementerian Keuangan RI yang dalam pelaksaan sangat berpengaruh terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) baik dari sisi Pembiayaan dan Penerimaan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sekilas, dapat dipastikan bahwa anggaran setiap fungsi Negara dan Pemerintah yang memakai APBN dalam pemanfaatan lahan untuk AWN akan sangat kecil jika dibandingkan dengan anggaran tiap-tiap fungsi Negara dan Pemerintah. Dengan mencoba mengupas lebih dalam penggunaan APBN maka kita dapat mencoba menghitung APBN yang dikeluarkan pemerintah dalam aspek sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;1. Skema Alur Pemanfaatan AWN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari skema 1. Alur Pemanfaatan Lahan Milik Negara dapat digambarkan secara sederhana bagaimana korelasi AWN mempengaruhi pembiayaan yang harus dilakukan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara sederhana perhitungan biaya yang dikeluarkan setiap fungi Negara dan Pemerintah dipengaruhi oleh 6 (enam) faktor tersebut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biaya Pembelian Lahan &lt;br /&gt; Tiap fungsi Negara dan Pemerintah meminta anggaran untuk pembelian lahan dengan tujuan memiliki lahan yang dapat digunakan secara ekslusif bagi kepentingan masing-masing. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Biaya Pembangunan&lt;br /&gt; Setelah dilakukan pembelian lahan, maka fungsi terkait akan kembali meminta anggaran untuk pembangunan diatas lahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biaya Renovasi&lt;br /&gt; Kemudian secara berkala, maka akan ada biaya yang diambil dari APBN untuk melakukan renovasi terhadap AWN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Biaya Pemeliharaan&lt;br /&gt; Dapat dipastikan bahwa setiap tahun akan selalu ada anggaran Negara yang akan digunakan untuk pemeliharaan AWN tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Biaya Pendidikan dan Latihan&lt;br /&gt; Sangat menarik memasukkan biaya pendidikan dan latihan pada biaya AWN. Hal didasarkan pada tujuan utama pembangunan AWN pada umumnya untuk tujuan pendidikan dan latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Jadi sangat relevan jika memasukkan biaya pendidikan dan latihan dalam biaya bangunan milik Negara dengan terlebih dahulu melakukan perhitungan korelasi antara jumlah DikLat yang dilakukan oleh fungsi terkait dengan volumen penggunaan AWN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Biaya lain-lain&lt;br /&gt; Biaya lain-lain adalah biaya yang harus dikeluarkan pemerintah tersebut diatas dimana pemerintah tidak mendapat keuntungan atas biaya yang telah dikeluarkan.&lt;br /&gt; Secara jamak diketahui, bahwa AWN dipakai oleh pihak Non-Pemerintah dengan melakukan pembayaran yang secara sederhana, pendapatan tersebut tidak masuk dalam Penerimaan Negara Bukan Pajak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara kasat mata, dapat diprediksi bahwa pengeluaran Negara yang diakibatkan oleh AWN mempunyai nilai yang sangat signifikan jika semua biaya dari tiap fungsi Negara dan Pemerintah disatukan dalam klasifikasi mata anggaran yang sama.  Sedangkan di sisi pendapatan Negara, AWN sama sekali tidak diharapkan. Hal ini disebabkan adanya pemikiran bahwa AWN tidak berfungsi memberikan pemasukan kepada Kas Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran lainnya adalah biaya yang dikeluarkan pemerintah untuk AWN tersebut dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat maka terjadi multiply economic effect yang lebih baik bagi perekonomian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai contoh adalah disekitar Kompleks Departemen Keuangan RI Lapangan Banteng dan Wahidin banyaknya penginapan ataupun mess TNI dengan kondisi yang sangat kontras. Ada yang kurang layak untuk digunakan dan ada yang dalam kondisi sangat baik. Yang menjadi perhatian utama adalah tingkat pemanfaatan atas AWN tersebut dibandingkan dengan biaya dari APBN yang dikeluarkan untuk AWN tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika AWN tersebut dapat disatukan maka, ada kemungkinan Negara dapat melakukan sesuatu yang dapat memaksimalkan nilai dari AWN tersebut seperti sewa guna, sewa pinjam, ataupun lainnya yang mengedepankan multifungsional atas AWN sebagai bagian dari pendapatan Negara dan pelayanan pada masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh lain adalah Flat di Kompleks Lembaga Adiminstrasi Negara Pejompongan Jakarta. Dengan adanya flat yang baru, maka flat yang lama sudah tidak digunakan lagi. Sedangkan biaya-biaya atas flat lama masih diambil dari APBN. Flat tersebut disewakan secara terselubung dengan pemasukan kepada para petugas keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma Baru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kerangka Umum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini belum terwujud adanya sistem Pengelolaan Kekayaan Negara yang komprehensif, terutama yang menyangkut inventarisasi Kekayaan Negara dari seluruh sektor. Kelemahan dalam inventarisasi Kekayaan Negara menyebabkan pemerintah tidak memiliki data Kekayaan Negara secara menyeluruh yang memadai. Selain itu Neraca Kekayaan Negara yang menggambarkan keadaan Kekayaan Negara sebenarnya belum dapat diwujudkan. Oleh karena itu akuntabilitas pengelolaan Kekayaan Negara masih sangat karena pelaporan nilai kekayaan negara sebagai hasil dari proses inventarisasi belum dilaksanakan dengan baik. Hal ini menyebabkan best practise dalam bidang pengelolaan Kekayaan Negara belum dapat terwujud dalam rangka pengamanan Kekayaan Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Kekayaan Negara selama ini cenderung belum proposional. Suatu Pengelolaan Kekayaan Negara yang proposional dalam rangka mewujudkan pemanfaatan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat memerlukan keserasian antara tiga faktor, yaitu: (i) faktor ekonomi, (ii) faktor sosial, (iii) faktor ekologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengelolaan Kekayaan Negara saat ini masih lebih mengedepankan faktor ekonomi dari sisi pembiayaan dalam rangka mengejar pertumbuhan ekonomi semata-mata dan kurang terarah pada faktor sosial dan faktor ekologi. Ditambah dengan banyaknya anggaran yang terbuang sia-sia dan pertumbuhan ekonomi tersebut belum dimanfaatkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Ketimpangan dalam pengelolaan Kekayaan Negara ini menyebabkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development) sulit untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian kewenangan yang tidak selalu jelas dalam pengelolaan Kekayaan Negara menimbulkan potensi konflik, baik antar sektor maupun antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah serta BUMN/D. Hal ini disebabkan karena banyaknya peraturan perundang-undangan sektoral yang terkait dengan pengelolaan kekayaan negara yang belum didukung dengan koordinasi yang mantap, harmonisasi pengelolaan Kekayaan Negara, petunjuk yang jelas, dan pengawasan yang tegas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekayaan Negara meliputi dua cakupan, yaitu: domein publik dan domein privat. Kekayaan negara dalam arti domein privat yang merupakan ruang lingkup tulisan ini merupakan kekayaan yang dimiliki oleh negara, terdiri dari kekayaan negara yang dipisahkan dan kekayaan negara yang tidak dipisahkan yang bersumber dari pasal 23 UUD 1945 dan juga digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset Management&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konteks universal memberikan pengertian pengelolaan aset sebagai:&lt;br /&gt;A resouces owned of controlled by an entriprises as a result of past event and from which some future economic benefit(s) can be expected to flow to enterprise. Ownership of an asset itself is an intangible. However, the asset owned may be tanggible or intangible (international valuation standar 2003)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber daya yang dimiliki dan dikelola oleh sebuah perusahaan diharapkan dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan itu sendiri. Sumber daya itu sendiri bisa berwujud tangible maupun intangible. Dalam konteks ini maka fungsi perusahaan diartikan menjadi fungsi negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman manajemen aset  lebih jelasnya sebagai berikut “ optimizing the utilization of asset in terms of service benefit and financial return” . Dengan demikian ada tiga perngertian yng harus dilakukan yaitu:&lt;br /&gt;- meminimalkan biaya operasional&lt;br /&gt;- memaksimalkan ketersediaan aset&lt;br /&gt;- memaksimalkan kegunaan aset.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencapai pengelolaan aset yang demikan diperlukan  data yang akurat mengenai aset itu sendiri dan adanya usaha pengelolaan dan pengawasan atas penambahan, pergeseran, perubahan dan pengurangan atas multifungsional AWN yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikan tujuan daripada pengelolaan aset itu sendiri adalah :&lt;br /&gt;1. Menyediakan layanan yang dibutuhkan yaitu terfokus pada hasil dan tepat dalam penggunaan dan perawatan aset&lt;br /&gt;2. Optimalisasi potensi layanan yang dihasilkan aset. Hal ini berupa pengembangan manajemen atas aset yang ada, fleksibilitas aset dan penggunaan skala ekonomis.&lt;br /&gt;3. Maksimalisasi nilai aset dimana nilai dan manfaat aset harus dijaga serta pemilihan partnership yang sesuai.&lt;br /&gt;4. Kontribusi pada penerimaan negara.&lt;br /&gt;5. Pemenuhan responsibiltas dan akuntabilitas. Hal ini dapat terwujud karena ada kejelasan atas kepemilikan dan kontrol atas aset serta ada laporan pertanggungjwaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Kerangka Khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kerangka umum, mencoba memberikan paradigma baru tentang pemanfaatan atas AWN sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;2. Skema Alur Pemanfaatan AWN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam skema 2, pemikiran sederhana adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. DJKN melakukan Inventarisasi Data atas lahan milik Negara yang mempunyai fungsi terkait dengan AWN dan jika memungkinkan dengan menghitung lahan kosong yang tidak digunakan oleh Negara. &lt;br /&gt;2. Melakukan penelitian akan efisiensi dan efektivitas atas penggunan AWN secara multifungsional.&lt;br /&gt;3. Melakukan klasifikasi ulang atas semua lahan milik negara sehingga tidak ada lagi AWN. Dalam hal ini semua AWN dikuasakan kepada DJKN dengan membentuk Badan Layanan Umum (BLU) sebagai pengelola.&lt;br /&gt;4. Membentuk BLU dalam mengelola AWN sehingga Negara dan Pemerintah dapat mengkontrol pemanfaatan atas AWN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya skema seperti diatas, diharapkan DJKN dapat meningkatkan pemanfaatan Barang Milik Negara dengan multifungsional yang maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendalaman Skema 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DJKN melakukan hal teknis sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Inventrisasi data AWN tiap fungsi Negara dan Pemerintah.&lt;br /&gt;2. Meminta data terbaru (Update Data) dari fungsi terkait.&lt;br /&gt;3. Data-data dari fungsi terkait dilampirkan pula dengan :&lt;br /&gt;a. Status Hukum atas lahan dan AWN&lt;br /&gt;b. Harga Perolehan lahan dan AWN&lt;br /&gt;c. Rekapan Renovasi dan Pemeliharaan AWN&lt;br /&gt;d. Rekapan pemanfaatan dan penggunaan AWN&lt;br /&gt;e. Rekapan penerimaan dana AWN&lt;br /&gt;f. Rekapan semua Dik-Lat ataupun peningkatan SDM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Atas data yang dimiliki oleh DJKN dan data yang diberikan tiap fungsi Negara dan Pemerintah dilakukan perbandingan. Hal ini untuk melihat tingkat pemanfaatan AWN dari sisi biaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Membuat laporan atas hasil penelitian dokumen yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas data yang telah dibuat, DJKN melakukan :&lt;br /&gt;1. Penilaian terhadap nilai AWN dalam lingkup Tanah dan Bangunan.&lt;br /&gt;2. Penilaian terhadap prospek usaha jika AWN.&lt;br /&gt;3. Melakukan penilaian SDM yang mendapat Dik-Lat di AWN dan yang Dik-Lat diluar AWN agar mengetahui perbandingan tingkat penggunaan atas biaya yang dikeluarkan oleh Negara telah maksimal digunakan untuk tiap fungsi Negara dan Pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poin 3 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lebih mudah melakukan pengawasan atas AWN maka pada masa mendatang tidak ada lagi AWN atas nama tiap fungsi Negara dan Pemerintah. Dalam hal ini, AWN hanya dinyatakan dalam beberapa alternatif penamaan seperti :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Untuk Lembaga, Badan dan sebagainya disebut sebagai Wisma Negara 1 s.d n&lt;br /&gt;2. Untuk Kementerian disebut sebagai Wisma Pemerintah 1 s.d n&lt;br /&gt;3. Untuk Pemerintah Daerah disebut sebagai Wisma Daerah 1 s.d n&lt;br /&gt;4. Untuk BUMN/D disebut dengan Wisma Perseroan 10/20 s.d n&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam lingkup klasifikasi, DJKN juga memberikan pertimbangan atas AWN dengan kondisi :&lt;br /&gt;1. Dimasukkan dalam usaha BLU&lt;br /&gt;2. Disewakan&lt;br /&gt;3. Dimanfaatkan sebagai perkantoran oleh instansi yang membutuhkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Poin 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dilakukan persiapan yang matang, maka AWN akan diserahkan pada BLU yang dibentuk oleh pemerintah. Hal ini agar pengeluaran dan pendapatan yang dikeluarkan dari APBN dapat terukut secara lebih akurat.&lt;br /&gt;Keuntungan dari adanya penyatuan AWN tersebut adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Masyarakat dapat mengukur dengan lebih akurat atas pengeluaran dan pemasukan Negara dari PNBP. Sehingga tercipta transparansi dan akuntabilitas dan pengelolaan aset Negara.&lt;br /&gt;2. Pengelolaan AWN secara profesional dengan dibentuknya BLU akan memperingan beban pengeluaran Negara dan juga meningkatkan kinerja dari AWN.&lt;br /&gt;3. Memperbanyak lapangan kerja dengan mengurangi faktor-faktor KKN dalam pengelolaan AWN karena seluruh pendapatan AWN lebih terukur.&lt;br /&gt;4. Semakin terbukanya hubungan lintas sektoral baik dari sisi pimpinan maupun staf yang diharapkan terciptanya hubungan pribadi yang semakin baik dan terbukanya informasi dari masing-masing fungsi agar meningkatkan kinerja dan persaingan secara positif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metodologi Penelitian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk penelitian ilmiah mengenai AWN dapat dilakukan oleh Direktorat Penilaian Kekayaan Negara untuk melakukan perhitungan sesuai dengan disiplin ilmu yang diterapkan dalam menghitung AWN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhitungan yang penting terhadap AWN adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Perhitungan terhadap kondisi lahan, tanah dan bangunan sesuai disiplin ilmu penilaian untuk mengetahui secara pasti nilai AWN yang dimiliki Negara.&lt;br /&gt; Hal ini juga berguna dalam mengukur aset milik Negara secara lebih memadai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Atas AWN tersebut dilakukan juga penelitian ilmiah mengenai Penilaian Usaha atas AWN. &lt;br /&gt; Hal ini penting dalam menghitung kemungkinan Negara mendapatkan penerimaan dari aset Negara yang selam ini dianggap sebagai faktor pembiyaan.&lt;br /&gt; Dengan menghitung prospek AWN, pangsa pasar, trend ekonomi dan bagaimana AWN dalam dijadikan sebagai jaminan atas surat-surat berharga yang dikeluarkan pemerintah dalam mendorong pertingkatan ekonomi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tujuan akhir dari pengelolaan AWN dan perencanaan pengeluaran dan penerimaan Negara pada pokoknya adalah efektivitas dan efisiensi APBN, optimalisasi dari anggaran serta korelasi penerimaan Negara yang tersedia dengan terlaksanannya asas-asas dalam pengelolaan AWN. Sebelum ada aturan yang jelas, pengelolaan AWN dan Keuangan Negara adalah dua hal yang berbeda, tanpa memiliki hubungan sedikitpun. Masing-masing berjalan sendiri tanpa ada sebuah aspek legal yang menjembataninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring dengan dengan perubahan/reformasi di bidang keuangan, kedua hal yang terpisah tersebut mendapat tempat dalam sebuah kerangka regulasi yang saling mendukung. Dengan demikian pengelolaan AWN menjadi salah satu bagian integral dari sebuah proses peningkatan Keuangan Negara. Menjadi dalah satu bagian karena masih banyak bagian lain dari pengelolaan Aset Milik Negara yang belum bersentuhan dengan Keuangan Negara. Sebuah pencapaian aspek legalitas yang baik guna merealisasikan best practice dalam asset management.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika sudah pada tahap saling berkaitan, diharapkan tercapai sebuah efisiensi, efekfivitas, transparansi, akuntabilitas dan optimalisasi dalam pengelolaan AWN dalam kaitannya dengan perencanaan Keuangan Negara yang dibuat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir kata, hubungan baik antara pengelolaan AWN dan Keuangan Negar sudah dimulai dalam sebuah kerangka aspek legalitas yaitu berdirinya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Semoga hubugnan ini menghasilkan sebuah penciptaan asas funsional, asas kepastian hukum, asas transparansi, asas efisiensi, asas akuntabilias dan asas kepastian nilai Kekayaan Negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gtp 16 jan 07&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-8454902390438525256?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/8454902390438525256/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=8454902390438525256&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8454902390438525256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8454902390438525256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/peningkatan-pemanfaatan-barang-milik_08.html' title='Peningkatan Pemanfaatan Barang Milik Negara'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7122035396826524971</id><published>2007-07-08T00:42:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T00:46:26.290+07:00</updated><title type='text'>Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan</title><content type='html'>Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan&lt;br /&gt;(Tanggapan dari sisi Ekonomi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik :&lt;br /&gt;- Usaha Mikro berasal dari Sixth Sense, dimana setiap manusia akan struggle for his/her  living cost to catter his/her life.&lt;br /&gt;- Digerakkan oleh Invisible Hand, dimana roda perekonomian digerakkan oleh human will and instinct. Usaha Mikro juga ditujukan bagi kaum marginal dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah. &lt;br /&gt;- Produk berdasarkan daerah, suku etc. Seperti pembuatan dodol, ukiran etc.&lt;br /&gt;- High Trusted, yang dimaksud adalah adanya tingkat kepercayaan yang tinggi antara sesama pengusaha dan pekerja yang bergerak di sektor mikro yang disebabkan back ground social culture.  &lt;br /&gt;- Berada disatu pasar berdasarkan social culture back ground. Seperti pedagang pakaian di kaki lima Tanah Abang yang umumnya berkumpul per suku di Indonesia.&lt;br /&gt;- Paradoks antara high risk business dan guarantee of business. Yang dimaksud adalah disatu sisi penggerak usaha mikro pada umumnya bekerja berdasarkan keyakinan pribadi (sixth sense) bahwa produk yang dihasilkan akan habis diserap pasar tanpa memikirkan perubahan ekonomi yang terjadi. Disisi lain, penggerak usaha mikro hanya mempunyai modal yang kurang mencukupi dalam berusaha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelemahan Usaha Mikro :&lt;br /&gt;- Tidak ada jaminan yang bisa dijadikan agunan karena kaum pengusaha dan pekerja umumnya adalah masyarakat dengan latar pendidikan dan ekonomi yang kurang memadai.&lt;br /&gt;- Umumnya berdasarkan musim (untuk usaha perkebunan, ternak dan perikanan) dan dalam bekerja bergantung pada keadaan dan sugesti yang ada (untuk usaha yang bersifat barang-barang ukiran, kerajinan tangan). &lt;br /&gt;- Tidak ada kepastian mengenai siklus suatu pekerjaan dari awal sampai terjualnya suatu produk jauh lebih besar dari sebuah coorporate.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan Usaha Mikro :&lt;br /&gt;- Prosentase profit yang dihasilkan jauh lebih besar dari sebuah coorporate. (hal ini disebabkan pola hidup dan mind set dari kaum pekerja di sektor usaha mikro cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup).&lt;br /&gt;- High Level of Honesty, karena umumnya pekerja di usaha mikro digerakkan oleh ikatan persaudaraan maka tingkat kejujuran dan kepercayaan sangat tinggi. Dan pada umumnya transaksi yang terjadi tanpa ada bukti-bukti tertulis yang bisa dijadikan landasan atau dasar bukti secara hukum jika terjadi perselisihan. &lt;br /&gt;- Mempunyai satu orang atau sekelompok pemimpin dalam masyarakat yang dihormati oleh kaumnya dan menjadi motor dalam usaha mikro tersebut.&lt;br /&gt;- Tingkat toleransi yang sangat tinggi terhadap sesama usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendala yang timbul antara hubungan Perbankan dan Usaha Mikro antara lain adalah  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbankan &lt;br /&gt;1.  Memerlukan Agunan / Jaminan &lt;br /&gt;2.  Adanya peraturan yang ketat &lt;br /&gt;3. Usaha Mikro kurang menjadi perhatian   oleh pihak perbankan. &lt;br /&gt;4.  Prosedur yang relatif lama untuk pencairan dana pinjaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha Mikro&lt;br /&gt;1. Tidak mempunyai Agunan / Jaminan&lt;br /&gt;2. Kurang mengerti peraturan perbankan&lt;br /&gt;3. Sangat memerlukan pinjaman dari bank karena tingkat demand x supply yang fluktuatif.&lt;br /&gt;4. Tidak terbiasa dengan tindakan prosedural dan memerlukan dana dalam waktu singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternatif solusi yang ada dalam mengatasi kendala yang timbul antara perbankan dan usaha mikro adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Perbankan mendekatkan kantor cabang pada pasar-pasar usaha mikro. Seperti di Pasar Tanah Abang,Pasar Cipulir,Pasar Kramat Jati dll yang ada di seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Hal ini diperlukan agar perbankan dapat tercipta kepercayaan antara usaha mikro dan perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Perbankan membuat laporan secara mendetail tentang hasil analisa social culture, geografis dan adat istiadat di wilayah dimana cabang perbankan didirikan. Dan juga memberikan laporan analisa barang-barang yang diproduk, siklus produksi dan tingkat pemasaran barang-barang yang diproduksi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Perbankan melakukan pengikatan kredit usaha mikro dengan membagi per kelompok dimana orang yang paling dituakan atau penggerak/motor dari usaha mikro dalam kelompok tersebut menjadi penjamin atas pinjaman yang diberikan pada setiap orang yang berada didalam kelompok tersebut. &lt;br /&gt;Dengan hal ini maka perbankan dapat melakukan rekonsiliasi catatan pembukuan dengan hanya wakil dari kelompok tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Perbankan memberikan bunga yang rendah dan dalam jangka waktu singkat menurut hasil analisa terhadap pasar dimana cabang perbankan itu berada.&lt;br /&gt;Hal ini berguna dalam meningkatkan money turn over. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Perbankan melakukan penyuluhan dan tukar pendapat dengan usaha mikro dengan analisa yang dimiliki oleh pihak perbankan agar meningkatkan kinerja dan produktivitas perbankan maupun usaha mikro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C: gtp/lain2&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7122035396826524971?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7122035396826524971/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7122035396826524971&amp;isPopup=true' title='4 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7122035396826524971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7122035396826524971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/kredit-usaha-mikro-layak-tanpa-agunan.html' title='Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-3838678614210194239</id><published>2007-07-08T00:40:00.001+07:00</published><updated>2007-07-08T00:40:57.508+07:00</updated><title type='text'>SPV</title><content type='html'>Special Purpose Vehicle (SPV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Akhir-akhir ini banyak kritikan terhadap kinerja perbankan nasional khususnya terhadap bank-bank BUMN yang dilakukan oleh praktisi keuangan ataupun lembaga-lembaga pemerintahan. Hal ini sehubungan dengan adanya kredit macet yang biasa disebut Non Performance Loan (NPL) dengan jumlah yang cukup signifikan di bank-bank BUMN. Dan NPL ini bertambah banyak akibat dampak adanya perubahan terhadap peraturan Bank Indonesia nomor PBI No. 7/2/PBI/2005 tanggal 20 January 2005 tentang Penilaian Kualitas Aktiva. PBI yang baru tersebut mengatur dengan sangat rinci bentuk-bentuk asset dan juga lembaga-lembaga independen yang terlibat dalam pengukuran kualitas aktiva. Serta mengatur pula kategori pinjaman dengan lebih terperinci, sehingga penggolongan kredit pun menjadi lebih jelas, karena bukan hanya dilihat dari termin pembayaran, tetapi juga melihat faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepastian terhadap pinjaman yang dilakukan oleh debitur. Dengan adanya perubahan peraturan terhadap kualitas aktiva, maka jumlah NPL pun meningkat dengan tajam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Atas banyaknya kritikan yang diterima oleh bank-bank BUMN terhadap tingginya NPL yang ada di bank, maka pihak bank-bank BUMN pun memberi tanggapan dengan cara beragam sebagai alternatif penyelesaian terhadap NPL yang ada. Salah satu alternatif yang memberikan keseragaman adalah adanya permintaan agar dibentuk Special Purpose Vehicle untuk mengatasi banyaknya NPL. Seakan-akan terbentuk opini di pihak bank-bank bumn bahwa dengan adanya SPV maka persoalan NPL yang dihadapinya dapat diatasi dengan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SPV sendiri merupakan wacana baru dalam perbankan Indonesia, dimana selama ini pihak-pihak yang menyoroti bank-bank BUMN tidak memberikan alternatif melalui model SPV. Saat ini dengan bergulirnya ide tentang berdirinya SPV yang dilakukan oleh bank-bank BUMN, banyak pihak menunggu perubahan apa yang akan terjadi dalam perbankan nasional dan apa dampaknya terhadap peningkatan kinerja bank-bank BUMN tersebut. Walapun sampai saat ini baik Departemen Keuangan sebagai pemegang saham dan juga BI sebagai regulator moneter belum menunjukkan tanggapan secara serius terhadap ide yang dilontarkan mengenai SPV. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perbankan internasional, SPV sudah cukup dikenal secara luas sebagai salah satu alternatif dalam penyelesaian masalah NPL. Hal ini dapat dilihat dengan adanya SPV di berbagai negara seperti Germany, Swiss, Philipina, Singapore, Pakistan dll. Sehingga pengertian mengenai SPV perlu dipublikasikan secara luas untuk memperluas pengetahuan mengenai perbankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Special Purpose Vehicle (SPV), jika dilihat dari namanya adalah seperti kendaraan khusus yang digunakan untuk tujuan tertentu. Dalam dunia perbankan, SPV adalah suatu alternatif yang digunakan oleh pihak perbankan dalam menyelesaikan permasalahan NPL yang cukup signifikan dan mempengaruhi keuangan suatu negara. Salah satu contoh adalah di Swiss, dimana perbedaan konsep loan dalam perbankan swiss turut mengalami masalah yaitu adanya penurunan likuiditas yang mempengaruhi perputaran keuangan negara. (Lampiran IV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; SPV adalah suatu bentuk yang bisa dijadikan suatu badan dalam bentuk corporation,trust,partnership atau limited liability company (Lampiran I).  Maksud dari hal tersebut adalah sebuah SPV tidak akan dibatasi oleh bentuk atau kemasan yang menaungi maksud dan tujuan dari makna kata SPV di dunia perbankan. Bahkan sebenarnya SPV pun dapat terbentuk tanpa adanya badan hukum yang memayunginya. Yang terpenting dalam adalah adanya peraturan dan ketentuan yang mengikat semua pihak yang terkait untuk menjaga independensi SPV dalam melaksanakan tugas yang diberikan dan kesamaan paham dari pihak-pihak yang terkait. Di beberapa Negara, seperti Filipina, dasar hukum pembentukan dan pelaksanaan SPV diatur oleh kongres sehingga SPV bertanggung jawab penuh kepada parliament negara Filipina. Sedangkan di Pakistan, Singapore, SPV langsung dibawah regulator moneter. Dan di Swiss SPV berada dibawah pengawasan regulator fiskal yang dijalan oleh praktisi-praktisi bisnis dinegara tersebut. (Lampiran III)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dan secara badan hukum yang berdiri independen, SPV tidak akan pernah dan tidak boleh mengalami kerugian dalam menjalankan kegiatannya. Mengapa ? Karena semua biaya yang dikeluarkan oleh SPV akan ditanggung oleh pihak-pihak yang terkait didalamnya seperti bank, lembaga keuangan (LK), investor dll. Dan atas semua kegiatan yang dilakukan SPV secara keuangan dan perdagangan mendapat garansi dari lembaga-lembaga keuangan independen yang terlibat seperti Finance Consultant, Appraisal, Tax Consultant dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Tujuan dari didirikan SPV adalah untuk dapat meningkatkan likuiditas dari bank-bank yang memiliki NPL. Cara yang dilakukan adalah dengan melakukan penjualan surat-surat berharga dengan jaminan asset-asset yang termasuk dalam kategori NPL bank tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak-Pihak Terkait&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, pihak-pihak yang terkait dengan SPV adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bank&lt;br /&gt; Pihak bank yang memiliki NPL akan melakukan verifikasi atas kategory NPL yang dapat diserahkan ke SPV agar dilakukan penjualan surat-surat berharga dengan jaminan asset-asset dari debitur NPL.&lt;br /&gt; Atas surat-surat berharga yang dikeluarkan oleh SPV maka pihak bank berkewajiban untuk membayar segala kewajiban kepada SPV maupun investor.&lt;br /&gt; Atas penilaian terhadap usaha debitur yang NPL, pihak bank berkewajiban menggunakan LK untuk melakukan penilaian dan memberikan proposal penawaran terhadap aset yang dijadikan jaminan kepada SPV agar dapat dijual dalam bentuk surat berharga.&lt;br /&gt; Dan untuk melakukan penjualan surat berharga atas aset debitur, maka pihak bank harus mempunyai jaminan bahwa atas usaha yang dimiliki oleh debitur, pihak bank dapat mengatur dan mempunyai otoritas penuh terhadap usaha yang dimiliki oleh debitur yang akan dilakukan oleh LK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Financial Institution (Lembaga Keuangan)&lt;br /&gt; Lembaga Keuangan (LK) mempunyai tugas memberikan jaminan kepada pihak bank terhadap kinerja debitur NPL, bahwa usaha yang sedang dijalankan oleh debitur dapat memberikan hasil yang maksimal dan dengan dilakukan penjualan surat-surat berharga atas jaminan asset yang dimiliki debitur NPL, maka pihak bank dapat memperoleh keuntungan dan akan sanggup membayar kewajiban-kewajibannya kepada investor.&lt;br /&gt; Tugas dari LK  sangat berat. Hal ini karena LK harus mampu menghitung dengan cermat nilai dari asset yang bukan hanya dihitung dari harga asset tersebut dipasaran (market price) dan juga harga pembelian (historical cost) tetapi juga harus mampu menilai asset tersebut dengan nilai yang akan mungkin dicapai atas pemanfaatan asset tersebut. Selain hal tersebut LK juga harus mampu melakukan managemen usaha secara kontinyu untuk menjamin bahwa usaha debitur akan mengalami perubahan yaitu peningkatan performance usaha debitur baik tingkat produksi dan keuntungan.&lt;br /&gt; Atas asset yang dimiliki debitur NPL, maka LK harus mampu melakukan split dan swap agar dapat menentukan dengan pasti komposisi jenis surat berharga yang akan memberikan keuntungan yang maksimal kepada investor dan juga bank. Maka dalam hal ini, pengalaman LK dalam melakukan managemen keuangan dan juga finance engineering sangat dibutuhkan. (contoh Lampiran V dan VI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Investor&lt;br /&gt;Investor adalah salah satu pihak yang penting dalam kegiatan yang dilakukan oleh SPV. Investor yang akan melakukan penilaian tersendiri atas penawaran yang diajukan oleh SPV dengan jaminan dari pihak LK bahwa pihak LK dapat memberikan keuntungan bagi investor.  (Lampiran I Quote ‘strategic adverse selection problem’)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pemerintah (Gov’t)&lt;br /&gt;Gov’t mempunyai peran penting dalam tugas yang dilaksanankan oleh SPV. Gov’t secara tidak langsung akan mendapatkan keuntungan dari berjalannya kegiatan SPV jika dilakukan dengan baik. Keuntungan yang di peroleh  Gov’t adalah stimulasi ekonomi baik secara micro and macro, masuknya investasi ataupun cairnya capital yang dimiliki oleh investor, meningkatkan tingkat perputaran uang sehingga gov’t dapat menjaga stabilitas ekonomi dengan mengatur kebijakan moneter dan fiskal lebih baik karena stagnasi akibat rendahnya perekonomian berkurang dengan adanya SPV. &lt;br /&gt;Dalam SPV. Gov’t juga mempunyai kewajiban untuk memayungi SPV dalam bentuk peraturan-peraturan yang mengacu pada Good Coorporate Governance (GCG) dan juga memberi kepastian terhadap investor asing yang akan masuk terhadap kepastian hukum. Gov’t juga memberikan insentif terhadap transaksi yang dilakukan SPV seperti insentif pajak, jangka waktu pembayaran kewajiban, keamanan dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik SPV&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Independen&lt;br /&gt; Dalam mekanisme pelaksanaan, SPV harus bersifat independen, tidak boleh ada conflict of interest dari pihak-pihak yang terkait dengan penugasan SPV seperti bank, LK, investor maupun pemerintah. Hal ini untuk menjamin bahwa transaksi atas surat-surat berharga dijual sesuai dengan harga ekuilibrium tanpa terjadi distorsi. Dan semua karyawan yang terlibat dalam program SPV tidak boleh berasal dari pihak bank atau investor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ruang Lingkup&lt;br /&gt; Ruang lingkup SPV hanya dibatasi pada NPL yang mempunyai jaminan asset di bank. Jadi NPL yang terjadi tanpa adanya jaminan seperti Kredit Tanpa Agunan (KTA) tidak bisa masuk dalam program SPV. Dan jumlah NPL yang dimasukkan dalam program SPV mempunyai batasan maksimal dihitung sesuai perbandingan NPL dan likuiditas yang dimiliki oleh bank dan atau asset-asset bank selain likuiditas.&lt;br /&gt; Hal ini diperlukan jika terdapat kendala yang mengakibatkan NPL yang ikut dalam program SPV mengalami kerugian, sehingga pihak bank dapat membayar kewajibannya sesuai perjanjian kepada investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jangka Waktu&lt;br /&gt; Program SPV harus mempunyai jangka waktu pelaksanaan. Hal ini diperlukan karena SPV adalah sebuah program yang bersifat sementara (temporary) sehingga harus ditentukan jangka waktu pelaksanaan dari program SPV. Alasan dari hal tersebut diatas adalah diharapkan dengan adanya SPV maka tingkat analisa dan evaluasi terhadap pemberian kredit oleh bank semakin baik sehingga NPL akan semakin berkurang, demikian juga NPL yang ada dapat dikurangi.  Dan SPV juga harus dapat di evaluasi oleh sebuah badan pengawas seperti DPR, Depkeu atau BI. Dengan adanya jangka waktu, dapat pula diketahui kinerja dari program SPV apakah memang bermanfaat bagi perkembangan ekonomi macro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Insentif&lt;br /&gt; Dalam program SPV, pihak-pihak yang terkait mendapat kompensasi timbal balik atas transaksi yang dilakukan. Sebagai contoh yang pertama adalah insentif pajak. Dalam hal terjadinya transaksi, maka pihak penjual dan pembeli mendapat insentif pajak dalam bentuk pengurangan tarif pajak dari tarif pajak yang berlaku normal. Contoh kedua adalah berkurangnya biaya-biaya lainnya yang harus ditanggung oleh investor dan pihak bank dalam bertransaksi seperti pengurangan prosedur dari yang berlaku umum sehingga dapat mengurangi waktu dan biaya yang harus dikeluarkan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;5. Kendala&lt;br /&gt; Dalam pelaksanaan program SPV terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh SPV terutama yang  berlaku di suatu negara untuk investor. Sebagai contoh :&lt;br /&gt;a. Peraturan dan kebijakan pemerintah&lt;br /&gt; Undang-undang dan peraturan yang berlaku bisa menjadi suatu barrier bagi investor untuk menanam uang dalam program SPV. Misalnya peraturan mengenai Tanah dan Bangunan. Tiap negara mempunyai peraturan yang berbeda mengenai Tanah dan Bangunan, yang menjadi bahan pemikiran investor adalah jangka waktu investasi dan jangka waktu memiliki Tanah dan Bangunan di suatu negara untuk pemanfaatannya. Sebab jika suatu usaha gagal dan terjadi perubahan fungsi usaha diatas Tanah dan Bangunan tersebut akan memakan waktu berapa lama dalam pengurusannya sampai kembali dapat berusaha secara aktif dan memberi keuntungan bagi investor. Ataupun Undang-undang mengenai perburuhan yang berlaku disuatu negara apakah benar-benar dapat menjamin investasi dapat dibayar tepat pada waktu. Dan juga tentu saja peraturan perpajakan yang pasti sangat diperlukan oleh investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Social Culture &lt;br /&gt; Social Culture suatu negara sangat mempengaruhi tingkat investasi. Social culture merupakan faktor yang tidak dapat diprediksi secara pasti, tetapi investor tetap menginginkan adanya standar deviasi dari social culture masyarakat dimana usaha tempat investor menanam capital dapat aman dari kendala akibat dari social culture sebuah populasi. Sebagai contoh adalah Indonesia dikenal sebagai salah satu negara terkorup didunia, berarti secara general masyarakat international mengenal masyarakat Indonesia sebagai masyarakat yang suka korup, yang berarti berapapun capital yang di invest, kemungkinan besar ada dana yang diselewengkan. Hal ini menyebabkan investor asing enggan untuk menanam capital di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Gov’t Guarantee&lt;br /&gt; Jaminan dari Gov’t dalam bentuk keamanan, hukum dan keuangan. Semua investasi asing disuatu negara tentu saja memerlukan jaminan yang pasti dan berlaku sama bagi semua pihak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. International Standards&lt;br /&gt; Bank-bank, Lembaga Keuangan dan Pemerintahan suatu negara harus benar-benar memenuhi standard yang ditetapkan secara international agar investor dapat diyakinkan untuk menanam investasi disuatu negara. Sebagai contoh,  badan penilai/appraisal apakah memenuhi standard international dalam melakukan penilaian, apakah bank-bank yang ikut program SPV memenuhi standard international dalam pengelolaan dan mekanisme keuangan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Mekanisme SPV&lt;br /&gt; Lampiran I Hal 15 dan 16&lt;br /&gt; Lampiran  III  Hal 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;gtp  24/11/05&lt;br /&gt;Mane Nobiscum Domine&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-3838678614210194239?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/3838678614210194239/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=3838678614210194239&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3838678614210194239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3838678614210194239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/spv.html' title='SPV'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-4262733640824670179</id><published>2007-07-08T00:38:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T00:39:37.925+07:00</updated><title type='text'>Penyajian Aset Tetap dalam Neraca Pemerintah</title><content type='html'>Pendahuluan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dasar hukum dari penyajian aset tetap dalam neraca pemerintah adalah :&lt;br /&gt;a. UU No. 17/2003 tentang Keuangan Negara&lt;br /&gt;b. UU No. 1/2004 tentang Perbendaharaan Negara&lt;br /&gt;c. UU No. 15/2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara&lt;br /&gt;d. UU No. 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah&lt;br /&gt;e. UU No. 33/2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam amanat UU tersebut diatas adalah Neraca Negara. Neraca merupakan laporan yang menunjukkan posisi keuangan berupa aset, hutang dan kekayaan pada suatu tanggal tertentu. Salah satu komponen utama dalam neraca adalah aset tetap atau barang milik negara yang terdiri dari pemerintah pusat dan daerah. Tuntutan penyajian laporan keuangan negara adalah menciptakan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang akuntabel dan transparan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman pemerintah dalam menyusun neraca, komponen aset adalah hal yang paling sulit untuk diakui. Hal ini terkait dengan banyaknya jenis aset tetap yang dimiliki pemerintah termasuk aset budaya/sejarah, aset kemiliteran dan aset infrastruktur yang memerlukan perlakuan yang spesifik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat ini neraca yang disajikan oleh pemerintah secara struktural dan tugas fungsi penyusunan laporan keuangan melekat di Biro/Bagian Keuangan sedangkan pencatatan aset tetap ditangani oleh Biro/Bagian Perlengkapan/Umum. Selama ini Biro/Bagian Keuangan hanya mencatat arus kas uang dan Biro/Bagian Aset hanya mencatat aset/barang saja. Dengan kata lain tidak ada integrasi antara arus uang dan arus barang karena terpisahnya unit yang melakukan pencatatan dan sistem akuntansi yang digunakan masih single entry. Padahal arus uang atau belanja pemerintah sebagian besar digunakan untuk belanja modal aset tetap yang seharusnya dilaporkan dalam neraca. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kondisi yang diinginkan seharusnya neraca dihasilkan melalui suatu sistem akuntansi yang berdasarkan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang mengintegrasikan arus uang dan arus barang dengan menerapkan double entry. Dan pemahaman akan pentingnya akuntansi sehingga tidak terbatas pada administrasi aset tetapi juga pada pengelolaan aset. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Standar dan Praktik Penyajian Aset Tetap dalam Neraca menurut IPSAS dan Negara Maju&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi Aset Tetap menurut International Public Sector Accounting Standards (IPSAS) mengatur perlakuan akuntansi untuk organisasi publik yaitu seluruh organisasi Nirlaba. Aset dalam IPSAS dikelompokkan menjadi aset lancar dan aset tetap. Dan aset tetap hanya terdiri dari property, plant and equipment (PP&amp;E). Adapun definisi PP&amp;E adalah :&lt;br /&gt;- suatu aset yang mempunyai manfaat ekonomi dimasa datang atau potensi jasa yang akan diterima oleh suatu entitas terkait dengan aset tersebut.&lt;br /&gt;- Perolehan atau nilai wajar dari aset tersebut dapat diukur dengan andal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi dari kriteria diatas dapat diambil beberapa kesimpulan :&lt;br /&gt;1. Aset yang bercorak budaya/sejarah tidak masuk dalam kelompok PP&amp;E dan tidak dilaporkan dalam neraca dengan alasan bahwa nilai perolehan atau nilai wajar aset tersebut tidak dapat diukur dengan andal. Jika suatu entitas pemerintah ingin melaporkan aset budaya/sejarah maka cukup mengungkapkan pada Catatan atas Laporan Keuangan.&lt;br /&gt;2. Aset yang terkait dengan infrastruktur seperti jalan, jembatan, irigasi dan lain-lain dapat dimasukkan sebagai PP&amp;E.&lt;br /&gt;3. Aset yang masuk kategori PP&amp;E adalah aset jangka panjang yang siap digunakan. Maka kontruksi dalam pengerjaan tidak dimasukkan.&lt;br /&gt;4. Aset kemiliteran/peralatan militer dapat dimasukkan dalam PP&amp;E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengakuan dan Pengukuran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP&amp;E dicatat sebesar harga perolehan, jika harga perolehan tidak ada atau tidak diketahui dapat digunakan harga wajar pada saat aset diperoleh. Komponen biaya perolehan sesuai dengan IPSAS adalah seluruh biaya yang dikeluarkan (directly attribute cost) entitas untuk memperoleh PP&amp;E sampai siap digunakan.  Komponen biaya yang termasuk directly attribute cost adalah :&lt;br /&gt;1. biaya persiapan tempat (cost of site preparation)&lt;br /&gt;2. biaya instalasi (installation cost)&lt;br /&gt;3. biaya pengiriman dan penyimpanan awal (initial delivery and handling cost)&lt;br /&gt;4. biaya professional seperti consultan fee (professioanl fees)&lt;br /&gt;5. biaya provisi lainnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlakuan tentang pengeluaran sesudah perolehan PP&amp;E adalah :&lt;br /&gt;1. Pengeluaran yang terkait dengan PP&amp;E tersebut mengakibatkan bertambahnya manfaat ekonomi aset dimasa datang maka menambah PP&amp;E (carrying amount).&lt;br /&gt;2. Jika persyaratan no.1 diatas tidak terpenuhi maka pengeluaran tersebut diakui sebagai biaya pada saat periode tersebut.&lt;br /&gt;3. PP&amp;E yang dilepaskan (disposal) atau secara permanen ditarik dari pengunaannya atau tidak mempunyai nilai ekonomis lagi maka harus dikeluarkan dari kelompok PP&amp;E. Laba atau rugi yang timbul harus diakui dengan membandingkan nilai buku dan harga penjualan/pelepasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Depresiasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh sebab IPSAS menggunakan standar akuntansi berbasis akrual maka pendapatan atau biaya yang timbul pada saat transaksi atau timbulnya hak/kewajiban. Sebagai konsekuensi hal tersebut maka depresiasi diakui sebagai biaya dan mengurangi nilai PP&amp;E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metode yang digunakan adalah garis lurus, saldo menurun, sum of the unit method. Metode depresiasi yang digunakan harus menggambarkan pola konsumsi PP&amp;E oleh entitas. Khusus untuk tanah tidak dilakukan penyusutan dengan alasan bahwa umur tanah tidak terbatas dan secara umum harga tanah terus naik. Jika tanah dan bangunan diperoleh secara bersamaan maka diperlakukan secara khusus yaitu bangunan disusutkan sedangkan tanah tidak disusutkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengungkapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diungkapkan dalam laporan keuangan yang berkaitan dengan PP&amp;E adalah:&lt;br /&gt;1. Dasar pengukuran penentuan nilai ( gross carrying amount)&lt;br /&gt;2. Metode penyusutan yang digunakan&lt;br /&gt;3. Umur ekonomis PP&amp;E dan tingkat penyusutan yang diterapkan.&lt;br /&gt;4. Nilai bruto saat ini dan akumulasi penyusutan pada awal periode akuntansi dan akumulasi penyusutan akhir periode akuntansi.&lt;br /&gt;5. Rekonsiliasi jumlah carrying amount pada awal periode akuntansi dan akumulasi penyusutan akhir periode akuntansi.&lt;br /&gt;6. Informasi lain yang dianggap penting untuk diungkapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktek Akuntansi Aset Tetap di Beberapa Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I. Kanada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Kanada tidak pernah melaporkan aset tetap di laporan keuangan. Hal ini karena pembelian aset tetap berupa tanah, gedung dan bangunan serta properti lainnya langsung dicatat sebagai biaya pada saat perolehan aset yang bersangkutan atau pada saat kontruksi sebesar biaya perolehannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II. USA (Federal)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PP&amp;E disajikan dalam neraca pemerintah dan tidak terdapat perbedaan antara aset lancar/non lancar. Rincian terdiri dari :&lt;br /&gt;1. Tanah dan Pengembangan Tanah&lt;br /&gt;2. Bangunan&lt;br /&gt;3. Peralatan dan Mesin&lt;br /&gt;4. Infrastruktur&lt;br /&gt;5. Software pemrosesan data yang otomatis&lt;br /&gt;6. Kontruksi dalam pengerjaan&lt;br /&gt;7. Capital Lease&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian PP&amp;E berdasarkan harga perolehan dan depresiasi dilakukan selama tahun berjalan dan mengurangi nilai PP&amp;E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Australia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Australi memiliki persamaan dengan USA dalam menerapkan standar akuntansi terhadap PP&amp;E.  Perbedaan yang terjadi adalah pada Kontruksi Dalam Pengerjaan (KDP). Di USA  KDP hanya dalam satu kategori yang mencakup seluruh aset yang sedang dalam pengerjaan. Di Australia, KDP dibagi sesuai dengan kategori aset yang sedang kontruksi. Misal bangunan yang sedang dibangun dimasukkan dalam KDP Bangunan, sedang pemasangan atau pembangunan mesin pembangkit listrik masuk dalam KDP Peralatan dan Mesin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian PP&amp;E berdasarkan harga perolehan dan depresiasi dilakukan selama tahun berjalan dan mengurangi nilai PP&amp;E. Khusus untuk tanah dan bangunan menggunakan nilai wajar berdasarkan penilaian yang independen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV.   Barcelona&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang menarik dari pencatatan aset tetap di Barcelona adalah :&lt;br /&gt;1. Aset yang diserahkan sementara kepada pihak lain dilaporkan sebagai pengurang aset tetap tetapi depresiasi terhadap aset tersebut tetap dilaporkan.&lt;br /&gt;2. Infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan masyarakat akan dicatat pada neraca, tetapi Pemerintah Kota juga mengurangkan aset infrastruktur tersebut dari neraca sebesar nilai infrastruktur yang digunakan masyarakat.&lt;br /&gt;3. Jadi aset tetap bersih Pemerintah Kota Barcelona yang dilaporkan dalam neraca adalah aset yang benar-benar digunakan oleh Pemerintah Kota Barcelona dalam kegiatan operasionalnya dan sesudah dikurangi akumulasi penyusutan.&lt;br /&gt;4. Tanah dan bangunan yang diperoleh sebelum 1 Januari 2001 dinilai sesuai dengan nilai pasar pada saat laporan disusun. Penambahan aset dilakukan sesuai dengan harga perolehan, sedangkan hibah dihitung berdasarkan nilai yang ditetapkan appraiser.&lt;br /&gt;5. Untuk peralatan dan mesin sebelum 1 Januari 192 menggunakan nilai pasar saat penilaian. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akuntansi Aset Tetap Pada Neraca Pemerintah Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat yang harus dipenuhi untuk diakui/dicatat sebagai aset tetap di neraca adalah :&lt;br /&gt;- Mempunyai masa manfaat lebih dari 12 bulan.&lt;br /&gt;- Biaya perolehan dapat diukur&lt;br /&gt;- Tidak dimaksudkan untuk dijual dalam operasional normal entitas&lt;br /&gt;- Diperoleh atau dibangun dengan maksud untuk digunakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini berarti sumber daya manusia, sumber daya alam aset budaya/sejarah tidak dapat dimasukkan dalam neraca. Untuk aset sejarah/budaya harus diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Aset militer dimasukkan dalam neraca pemerintah.&lt;br /&gt;Kualifikasi aset tetap menurut Standar Akuntansi Pemerintah (SAP) adalah :&lt;br /&gt;- tanah&lt;br /&gt;- peralatan dan mesin&lt;br /&gt;- gedung dan bangunan&lt;br /&gt;- jalan, irigasi dan bangunan&lt;br /&gt;- aset tetap lainnya&lt;br /&gt;- kontruksi dalam pengerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah mengakui atau mencatat aset tetap jika aset tersebut telah diterima ata udiserahkan hak kepemilikannya dan atau pada saat penguasaannya berpindah dengan adanya pemindahan bukti hak kepemilikan atau hak penguasaan. Aset tetap tersebut dicatat sebesar harga perolehan. Jika harga perolehan tidak didapat maka dinilai berdasarkan nilai wajar pada saat aset tersebut diperoleh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aset tetap yang diperoleh secara gabungan maka harga per satuan aset tetap ditentukan dengan mengalokasikan harga gabungan tersebut berdasarkan perbandingan nilai wajar masing-masing aset. Sedangkan jika aset tersebut diperoleh melalui pertukaran, maka perlakuan akuntansinya adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Aset tetap yang diperoleh melalui pertukaran aset tetap yang tidak serupa dinilai berdasarkan nilai wajar aset yang diperoleh.&lt;br /&gt;2. Aset tetap yang diperoleh melalui pertukaran aset tetap yang serupa dinilai sebesar nilai aset yang dilepaskan.&lt;br /&gt;3. Tidak mengakui adanya laba atau rugi dari pertukaran aset tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penilaian PP&amp;E berdasarkan harga perolehan dan depresiasi dilakukan selama tahun berjalan dan mengurangi nilai PP&amp;E.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus diungkapkan yang terkait dengan aset tetap adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dasar penilaian yang digunakan untuk menentukan nilai tercatat&lt;br /&gt;2. Informasi penyusutan yang digunakan.&lt;br /&gt;3. Eksistensi dan batasan hak milik atas aset tetap&lt;br /&gt;4. Kebijakan akuntansi untuk kapitalisasi aset tetap dalam kontruksi&lt;br /&gt;5. Jumlah pengeluaran pada perkiraan aset tetap awal periode akuntansi dengan jumlah pada akhir periode akuntansi&lt;br /&gt;6. Jumlah komitmen untuk akuisisi aset tetap.&lt;br /&gt;7. Informasi lain yang dianggap penting untuk diungkapkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjalankan program standar akuntansi pemerintah terhadap aset tetap dengan baik, ada beberap hal yang harus segera dilakukan pembenahan oleh pemerintah yaitu :&lt;br /&gt;1. Melakukan inventarisasi atas aset yang dimiliki tiap unit pemerintah.&lt;br /&gt;2. Menertibkan pencatatan aset tetap untuk menjamin keakuratan data.&lt;br /&gt;3. Menerapkan akuntansi aset untuk mendukung penyusunan neraca dan pengelolaan aset.&lt;br /&gt;4. Meningkatkan kualitas SDM yang menangani aset tetap.&lt;br /&gt;5. Menyusun neraca awal sesuai PP SAP sebagai dasar penyusunan neraca di masa datang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-4262733640824670179?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/4262733640824670179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=4262733640824670179&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4262733640824670179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4262733640824670179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/penyajian-aset-tetap-dalam-neraca.html' title='Penyajian Aset Tetap dalam Neraca Pemerintah'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-4719211271062630894</id><published>2007-07-08T00:34:00.000+07:00</published><updated>2007-07-08T00:36:59.350+07:00</updated><title type='text'>M.E.D.I.A.S.I</title><content type='html'>(Untuk Restrukturisasi Utang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu lembaga mediasi yang ada saat ini adalah Satuan Tugas Prakarsa Jakarta.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama pembentukan Prakarsa Jakarta adalah membantu percepatan usaha restrukturisasi utang pihak swasta melalui mediasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peran Prakarsa Jakarta adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menjadi mediator antara debitor dan kreditor dalam negosiasi restrukturisasi utang.&lt;br /&gt;2. Sebagai fasilitator antara debitor dan kreditor dalam menyelesaikan konflik yang ada diluar system pengadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip-prinsip mediasi yang digunakan oleh Prakarsa Jakarta berdasarkan Surat Keputusan Kebijakan Sektor Keuangan (SKKSK) No. 01B/2000 yang pada dasarnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kewajiban partisipasi seluruh pihak dalam proses mediasi.&lt;br /&gt;2. Upaya maksimal untuk mencapai mufakat.&lt;br /&gt;3. Penggunaan pendekatan restrukturisasi dengan pola Best Commercial Practise.&lt;br /&gt;4. Menghormati hak-hak para pihak terkait.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang lingkup kerja Prakarsa Jakarta adalah menjadi mediator ataupun fasilitator kasus-kasus BPPN sebagai kreditor minoritas, dalam pengertian mempunyai utang dari satu debitor kurang dari 50 %.  Jika BPPN menginginkan kerjasama dengan Prakarsa Jakarta dimana BPPN menjadi kreditor mayoritas, maka BPPN harus meminta secara tertulis ke Prakarsa Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahapan kerja Prakarsa Jakarta :&lt;br /&gt;1. Initiation Stage&lt;br /&gt;2. Preparation Stage&lt;br /&gt;3. Mediation Stage&lt;br /&gt;4. Final Mediation Stage &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;System kerja yan digunakan oleh Prakarsa Jakarta dalam melaksanakan tugas diwujudkan dalam system sticks and carrots dalam mempercepat tercapainya suatu kesepakatan restrukturisasi utang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Prakarsa Jakarta, debitor dan kreditor digolongkan menjadi kooperatif dan tidak kooperatif. Hal ini agar memudahkan proses mediasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori pihak yang kooperatif adalah :&lt;br /&gt;1. Para pihak selalu menghadiri suatu pertemuan mediasi yang telah dijadwalkan sesuai kesepakatan.&lt;br /&gt;2. Para pihak menunjukkan itikad baik dalam proses mediasi tersebut.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kategori pihak yang tidak kooperatif adalah ;&lt;br /&gt;1. Para pihak secara tidak sengaja tidak menghadiri suatu pertemuan mediasi yang telah dijadwalkan sesuai kesepakatan.&lt;br /&gt;2. Para pihak tidak menunjukkan itikad baik dalam proses mediasi tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insentif yang diberikan Prakarsa Jakarta bagi pihak yang kooperatif:&lt;br /&gt;1. Dalam perpajakan berdasarkan UU PPh Pasal 31 B yaitu :&lt;br /&gt; Diskon 30% atas pajak terutang untuk transaksi pengampunan utang dan debt to asset swap.&lt;br /&gt; Netral tax untuk transaksi debt to equity sepanjang nilai equity sama dengan nilai utang.&lt;br /&gt; Witholding tax  hanya dibayarkan berdasarkan cash payment.&lt;br /&gt;2. Perbankan : Adanya kerjasama dengan BI mengenai BPMK.&lt;br /&gt;3. Pasar Modal : Adanya kerjasama dengan BEJ dan BES untuk perusahaan  yang telah terdaftar di pasar modal. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sanksi yang diberikan oleh Prakarsa Jakarta kepada pihak yang tidak kooperatif adalah ;&lt;br /&gt;1. Pengumuman nama pihak yang tidak kooperatif.&lt;br /&gt;2. Mengajukan kasus tersebut kepada Pengadilan Niaga untuk proses kepailitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Data Statistik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis Kasus Jumlah Kasus Total Utang&lt;br /&gt;                               (Ekuivalen USD)&lt;br /&gt;Terdaftar 128         USD 30.30 milyar&lt;br /&gt;Aktif         56         USD 14.28 milyar&lt;br /&gt;Restructured 72         USD 16.01 milyar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan :&lt;br /&gt;Yang ditangani oleh Prakarsa Jakarta adalah USD 30.30 milyar dan total utang swasta adalah USD 120 milyar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;M.E.D.I.A.S.I&lt;br /&gt;(Literally and Experiences)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Background kreditor (menurut Arief Surowidjojo) :&lt;br /&gt;1. Kreditor antara USD 5 juta dan USD 10 juta, bahkan USD 100 juta.&lt;br /&gt;2. Kreditor yang sudah tidak tertarik lagi untuk berinvestasi di Indonesia karena berbagai hal, sehingga menjual piutangnya kepada pihak lain.&lt;br /&gt;3. Kreditor yang sudah frustasi karena debitor tidak sanggup lagi melunasi hutang-hutangnya secara maksimal walaupun dipailitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Arief S, recovery rate di Korea hampir 40%, Thailand 30% dan Indonesia lebih kecil dari itu walaupun dalam undang-undang diharapkan target recovery rate 70% dari total utang.Hal yang membuat recovery rate di Indonesia karena kreditor tidak dapat memprediksi hasil yang diperoleh karena barang jaminan tidak mencukupi. Kasus PT.Astra dimana PT.Astra dapat melunasi hutang dengan restrukturisasi dikarenakan semangat dari PT.Astra dan jaminan dari pemegang saham utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang diharapkan oleh debitur dalam restrukturisasi utang adalah penjadwalan ulang yang jangka waktunya 3 tahun diperpanjang menjadi 5 tahun atau 8 tahun. Sebaliknya dari pihak kreditor, kreditor hanya mau memberikan restrukturisasi selama ada jaminan bahwa debitor dapat membayar lunas utang-utangnya setelah memprediksi resiko usaha dari debitor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah awal yang dihadapi dalam mediasi :&lt;br /&gt;1. Ada pihak yang menghindar atau segan untuk bertemu dan ada anggapan jika pihak yang bersangkutan meninggal maka utang menjadi lunas.&lt;br /&gt;2. Negosiasi, kedua belah pihak telah melakukan negosiasi dan tidak mencapai kesepakatan sehingga masalah diselesaikan secara litigasi atau arbitrase.&lt;br /&gt;3. Mediasi secara informal sebagai wujud dari kebudayaan Indonesia untuk musyawarah dan mufakat sehingga berlarut-larut dan tidak ada penyelesaian.&lt;br /&gt;4. Premanisme untuk menyelesaikan sengketa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi Mediasi adalah suatu proses yang dilakukan oleh mediator untuk membantu para pihak yang bersengketa dalam bernegosiasi dan berkomunikasi sehingga tercipta kesepakatan baru. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tugas mediator  adalah :&lt;br /&gt;1. Mengusasi keahlian bernegosiasi sehingga dapat menenangkan kedua belah pihak&lt;br /&gt;2. Mengetahui cara berpikir dan keinginan kedua belah pihak. &lt;br /&gt;3. Mediator juga harus pintar berkomunikasi untuk menyampaikan aspirasi-aspirasi yang harus disampaikan dan mengatur proses komunikasi. &lt;br /&gt;4. Tidak menentukan hasil akhir&lt;br /&gt;5. Tidak mengusulkan dan tidak mengambil keputusan.&lt;br /&gt;6. Netral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang harus dilakukan dalam proses mediasi adalah :&lt;br /&gt;1. Persiapan : mempelajari laporan-laporan, mewawancarai para pihak, mencari inti permasalahan.&lt;br /&gt;2. Rapat mediasi : menerangkan proses, menyepakati proses, penjelasan para pihak, ringkasan oleh mediator, proses tawar menawar, dokumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran umum mengenai mediasi adalah :&lt;br /&gt;1. Apakah berhasil dan berjalan secara singkat ?&lt;br /&gt;2. Apakah hak-hak umum akan hilang dan hak-hak hukum para pihak akan terganggu atau hilang ?&lt;br /&gt;3. Adanya sikap pesimis terhadap mediator dalam menyelesaikan masalah.&lt;br /&gt;4. Apakah mediasi cocok untuk semua kasus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas kekhawatiran diatas, Arief S menjelaskan bahwa proses mediasi berhasil dan dapat berjalan secara singkat tergantung dari itikad baik pihak-pihak yang terkait. Sedangkan untuk hak-hak umum tidak akan hilang karena hasil mediasi tidak akan mengikat secara hukum sebelum ada kesepakatan tertulis dari pihak-pihak yang bersengketa, yang biasa disebut sebagai sans prejudice dalam surat-menyurat lawyer. Dan umumnya para lawyer menyarankan klien untuk tidak ikut program mediasi karena dikhawatirkan akan mengganggu proses kepailitan yang sedang dilaksanakan ataupun mengganggu proses litigasi dan arbitrase&lt;br /&gt;Dan sikap pesimisme terhadap mediator dalam menyelesaikan masalah dikarenakan minimnya pengetahuan dari pihak-pihak yang bersengketa tentang mediasi. Di dunia hukum formal pun jarang di ketahui tentang mediasi. Keterbatasan pengetahuan mengenai mediasi oleh pihak lain yang merupakan proses awal yang dilakukan oleh Prakarsa Jakarta dalam memperkenalkan tugas dan fungsinya. &lt;br /&gt;Umumnya mediasi tidak cocok untuk semua kasus karena berbagai hal, misalnya debitor yang bandel, atau recovery rate terlalu rendah sehingga memilih untuk dipailitkan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alasan para pihak yang tidak bisa sepakat adalah :&lt;br /&gt;1. Para pihak mempunyai informasi yang berbeda&lt;br /&gt;2. Para pihak menilai fakta dengan cara yang berbeda&lt;br /&gt;3. Para pihak tidak sepakat terhadap waktu penyelesaian&lt;br /&gt;4. Satu pihak ingin mempertahankan ‘status quo’&lt;br /&gt;5. Unsur emosional&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun timbul juga kekhawatiran umum mengenai litigasi, seperti :&lt;br /&gt;1. Butuh waktu lama&lt;br /&gt;2. Mahal&lt;br /&gt;3. Para advokat berkepentingan memperpanjang proses&lt;br /&gt;4. Hasil tidak pasti&lt;br /&gt;5. Para pihak hilang kendali&lt;br /&gt;6. Hasil tergantung keahlian advokat.&lt;br /&gt;7. Landasan hukum yang digunakan tergantung pada negara tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Arief S, beberapa kasus mediasi yang telah masuk Prakarsa Jakarta kemungkinan masuk pengadilan dikarenakan :&lt;br /&gt;1. Kasus yang semula tidak ada mediasi sehingga langsung dibawa ke pengadilan.&lt;br /&gt;2. Kasus dimana sudah terjadi mediasi tetapi tidak tercapai kesepakatan.&lt;br /&gt;3. Mediasi sudah tercapai dan sudah ditandatangani perjanjian baru, namun ada pihak yang default.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Badan mediasi juga telah diterapkan di berbagai negara seperti USA, UK, Philiphina dan Australia. Hal ini dikarenakan pemerintah ingin mengurangi biaya yang dikeluarkan akibat tingginya biaya sidang dan pengadilan akibat kasus yang sama, seperti kontraktor dan pemilik rumah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan di USA telah berkembang badan mediasi seperti Prakarsa Jakarta seperti :&lt;br /&gt;1. Mini Court yaitu semacam peradilan kecil yang merupakan badan swasta dimana anggotanya adalah orang-orang terhormat dan ahli dibidangnya. Caranya adalah masing-masing pihak memberikan argumentasi dan kemudian pihak ketiga yaitu panel yang memutuskan.&lt;br /&gt;2. Partnering, dimana sejak awal telah dibentuk komite khusus. Partnering biasanya dibentuk untuk proyek-proyek pembangunan suatu infrastruktur, sehingga sejak awal sudah dicoba untuk diidentifikasikan permasalahan yang ada dan coba diselesaikan agar tidak ada masalah sampai proyek tersebut selesai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping kendala teknis, yang biasa muncul sebagai kendala non teknis adalah factor psikologis dari pihak-pihak yang bersengketa, seperti :&lt;br /&gt;1. Pihak yang bersikeras&lt;br /&gt;2. Pemegang kuasa yang tidak hadir&lt;br /&gt;3. Tuntutan yang tidak realistis&lt;br /&gt;4. Negosiasi yang macet&lt;br /&gt;5. Pihak yang beremosi berlebihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, menurut Arief S, mediator harus menciptakan suasana agar pihak-pihak yang bersengketa mulai ragu akan tuntutan yang diajukan walapun mediator tidak mempunyai kekuasaan untuk menentukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai dasar hukum dari mediasi, pada umumnya lebih digantungkan pada kontrak atau perjanjian. Hal ini merupakan pilihan baru dalam dunia bisnis di Indonesia, tetapi mediasi adalah pilihan yang lebih baik sebelum kemungkinan terburuk yang akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan menurut Sirande P, dasar hukum mediasi adalah pasal 6 UU No.30/1999 Bab 2 tentang Alternatif Penyelesaian Sengketa. Kelemahan dari mediasi adalah hasil kesepakatan dari mediasi tersebut hanya didaftarkan ke pengadilan tanpa ada ketegasan dari fungsi kesepakatan tersebut. Dan menurut Abdul KM, dasar hukum lain dari mediasi adalah pasal 2 UU No.14/1970.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-4719211271062630894?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/4719211271062630894/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=4719211271062630894&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4719211271062630894'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4719211271062630894'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/07/mediasi.html' title='M.E.D.I.A.S.I'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-1299573822473370320</id><published>2007-06-30T15:04:00.000+07:00</published><updated>2007-06-30T15:07:23.598+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Gambling'/><title type='text'>EMV</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Expected Monetary Value&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Goklas Tunggul Partoho&lt;br /&gt;07/05/2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This paper describes about Expected Monetary Value as a concept and how to use in real activities&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Background&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In our life, we have to make decision. When growing up, we make lot of mistakes or wrong decisions maybe until now. Just a few of us make a good decision.  Then we come to the question, how to make a good decision? Because we know every decision has a risk, which is the chance that some unfavorable hence we have to learn make a good decision to minimize the risk. A good decision is based on logic. Logic means everyone in general can understand the decision we make rationally. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;There are some types of decision, as:&lt;br /&gt;a. Under Certainty &lt;br /&gt;Under Certainty means the decision makers know with certainty the consequences of every alternative or decision choice. Generally, people will choose the alternatives that maximize the best outcome/profit. For example, a person has Rp. 100.000.000,00. S/he can save in bank with interest 8.5% a year and to invest in ORI with bonds’ interest 12% a year. Rationally if both options are secure and guaranteed, s/he must choose to invest in ORI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Under Uncertainty&lt;br /&gt;Under Uncertainty means the decision makers know the several possible outcomes for each alternatives, what the decision makers don’t know is the probabilities of the various outcomes. For example, rationally we believe if we invest money in telecommunication companies stocks, we will have profit, because we believe the user of telecommunication tools increasing every year. What we don’t know is the probabilities of interest we will get in the future.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Under Risk &lt;br /&gt;Under Risk means the decision makers know there are several possible outcomes for each alternative, also know the probability of occurrence of each outcome.&lt;br /&gt;For example on a die, the probability of occurrence each number is 1/6. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At beginning, scientist studying about math, then math applied in gambling. Gamblers learned about the probabilities each outcome. The probability is studying by economics to be useful in economics decision making. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Concept&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The most popular methods of making decision under risk are Expected Monetary Value (EMV) which is selecting the alternative with the highest expected monetary value. EMV also can determinate the expected opportunity loss.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMV will be useful when an investor has interest to invest in a project. For example when an oil company wants to explore a location, that company need a big capital to invest hence must calculate all the options to minimize the risk. When someone retires from a company and s/he got retirement money, s/he has options to invest the money or do nothing with the money. All the possibilities must be calculated.&lt;br /&gt;EMV is the weighted sum of possible payoffs for each alternative. In statistic science EMV = Mean. In simple words, EMV is the money that accepted by investor in average IF the decision is made in a conditional situation constantly. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Example 1:&lt;br /&gt;Mrs. Fitry while studying in Jogja, wants to open a barber shop near of her house. She has 2 probabilities of Favorable Market (50%) or Unfavorable Market (50%). In diagram&lt;br /&gt;Alternative Favorable Market Unfav Market&lt;br /&gt;Large Barbershop 2.000.000 1.800.000&lt;br /&gt;Small Barbershop 1.000.000   200.000&lt;br /&gt;Do Nothing                 0         0&lt;br /&gt;P’                    50%               50%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EMV (Large B)  = (50% x 2.000.000) + (50% x -1.800.000) = 100.000&lt;br /&gt;EMV (Small B) = (50% x 3.000.000) + (50% x -500.000) = 400.000&lt;br /&gt;EMV (DN) = (50% x 0) + (50% x 0) = 0&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From this example, clearly state that EMV is a Mean between Favorable Market + Unfavorable Market as each probability.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The conclusion can get from this simple EMV model is Mrs. Fitry should make a small barbershop rather than a large barbershop or do nothing because small barbershop gives more money than other alternatives. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At present, the finance activities more complex than years ago hence investors need some surveys or consultants before making decision. On that reason, EMV is modified in order to give more useful information. The modification of EMV called EVPI (Expected Value of Perfect Information) and EVwPI (Expected Value with Perfect Information). EVPI uses by investor to determine the maximize money should be spent on information by consultants or surveys. EVwPI is the expected or average return in the long run. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EVwPI = The Biggest Profit – The Lowest Profit&lt;br /&gt;EVPI = EVwPI – Maximum EMV  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Example 2:&lt;br /&gt;If Mrs Fitry wants to pay a consultants, how much money should be spent maximize?&lt;br /&gt;EVwPI  = (50% x 2.000.000)  - (50% x 0) = 1.000.000&lt;br /&gt;EVPI = 1.000.000 – 400.000 = 600.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thus, the most Mrs Fitry would be willing to pay for perfect information is 600.000&lt;br /&gt;Why 600.00 ? As stated in example above, from calculation the biggest EMV is for small barbershop. The favorable market for small barbershop is 1.000.000. So the sum of EVPI+EMV maximize equal to favorable market once at start. More than that means Mrs. Fitry made an irrational decision.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An alternative approach to maximizing EMV is to minimize Expected Oppurtunity Loss (EOL). &lt;br /&gt;Minimum EOL = Maximum EMV, hence&lt;br /&gt;EVPI = Minimum EOL&lt;br /&gt;From diagram above, we can make another diagram portraying loss logically.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alternative Favorable Market Unfav Market&lt;br /&gt;Large Barbershop 0         1.800.000&lt;br /&gt;Small Barbershop 1.000.000 200.000&lt;br /&gt;Do Nothing         2.000.000 0&lt;br /&gt;P’                 50%         50%&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;EOL (Large B) = (50% x 0) + (50% x 1.800.000) = 900.000&lt;br /&gt;EOL (Small B) = (50% x 1.000.000) + (50% x 200.000) = 600.000&lt;br /&gt;EOL (DN) = ( 50% x 2.000.000) + (50% x 0) = 1.000.000&lt;br /&gt;The minimum value of EOL is 600.000 same as EVPI.&lt;br /&gt;IF we don’t know the PROBABILITY of each option, can we know find it??&lt;br /&gt;How to solve this question called as Sensitivity Analysis. We learn about Sensitivity Analysis because sometimes we got imperfect information, If we know each alternative probability, we can minimize risk and maximize profit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, define variable : P  = probability of a favorable market, thus&lt;br /&gt;   1-P = probability of unfavorable market&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So :&lt;br /&gt;EMV (Large)  = 2.000.000P – 1.800.000 (1-P)&lt;br /&gt;  = 3.800.000P – 1.800.000 ======== P = &lt; 0.615&lt;br /&gt;EMV (Small) = 1.000.000P – 200.000 (1-P)&lt;br /&gt;  = 1.200.000P – 200.000   ======== P = 0.167 – 0.615&lt;br /&gt;EMV (DN)  = 0                  ======== P = &gt; 0.167&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;From diagram, we have clear information about the probabilities and the outcomes. The probability of Do Nothing just only less than .167. So we should avoid this option. The best option is to make large barbershop because the large barbershop probability is greater than .615.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Understanding  EMV, will make us understand decision tree easier because the basic of Decision Tree Model based on EMV Model.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;“A man is nothing but his mind; if that be out of order, all’s amiss, and if that be well, the rest is at ease”&lt;br /&gt;Girolamo Cardanao “De Vita Propria Liber”&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-1299573822473370320?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/1299573822473370320/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=1299573822473370320&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1299573822473370320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1299573822473370320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/06/emv.html' title='EMV'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-5172823741716335823</id><published>2007-05-06T16:39:00.000+07:00</published><updated>2007-05-06T16:40:50.279+07:00</updated><title type='text'>Yogyakarta (Saat-saat pertama)</title><content type='html'>Tanggal 30 April 2007, dengan pesawat Lion Air saya resmi meninggalkan Jakarta untuk melaksanakan Tugas Belajar di Yogyakarta..hmm..perjalanan awal pun dimulai.. Tiba di Yogya, di jemput oleh Okta, adik kelas TN10.. dengan temen2nya.. Set dah hehehehe.. Kek pulang naik haji, yang jemput rame hahahaha..untung mereka ga minta korma n air zam zam hehehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langsung liat kos2an yg sudah saya pesen sebelumnya.. sayang banget..kos tsb ga sesuai dengan keinginan saya.. Lalu lunch bdua dg Okta sambil ngolor ngidul ga jelas.. Setelah ampe kantor Dodi Primanda TN2.. langsung pinjem motor n ke UGM.. Percaya ga, saya ampe UGM jam stengah 3.. padahal transfer duit tutup jam 3 di bank hahaha..tuh orang2 di UGM saya rasa ga percaya dg kelakuan saya..always in time..not on time.. Huh..untung bank masih buka..Bayar uang kuliah, daftar then backed to Dodi’s office.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu telepon Saryoto TN2 cari kos2an lagi.. Wah rupanya cari kos itu susah juga ya.. ga dapet2 bo.. Mungkin karena saya juga orangnya sangat pemilih..ga dapat juga..Saya rasa Okta n Saryoto bingung dengan sikap saya..mereka mungkin bpikir saya itu berbeda sekali dg kelakuan saya.. Well truth untuk milih tempat tidur yg nyaman emang saya rasa susah.. Btw, thanks to Okta with her relation, akhirnya dapat juga kos yg comfort n lumayanlah untuk saya.. Ga enaknya, kos saya tuh campuran, jadi mau ga mau harus “jaim” dengan cewe2 hahahaha..kenal juga kagak..Thanks to Dodi juga yg pinjemin motor ampe saya punya kendaraan di Yogya..Sebenarnya seh motornya Nungki TN7, istrinya Dodi hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan pun dimulai.. Pertama cari TV gara2 mo nonton MU vs Milan..hiks.. TV dapat, ga taunya MU kalah..kunyuk banget deh..untung chealshit juga kalah..Aneh melihat MU bermain tanpa penjiwaan..tanpa koordinasi..seakan2 mereka juga merasakan kesedihan saya pindah ke Yogya hahahahaha..Yg bikin lebih pahit krn waktu chealshit kalah, saya godain Alyn temen kantor yg fans chealshit..eh ga taunya MU juga kalah..jadi deh.. Alyn juga turut kirim sms “bduka cita” krn MU kalah..damn…Pengen pecahin TV..eh..TV baru lagian duit sendiri..males banget kan.. Lalu laptop pun bermasalah..Fan n hard disk rusak..damn.. Biaya lagi.. Padahal baru keluarin uang untuk beli seprey, bantal, etc deh untuk peralatan kamar..Anjrit mahal juga semua biaya yg harus dikeluarkan..Btw, thanks to Saryoto yg dengan hati dongkol rela menemani saya bawa barang2 yg saya beli n nemenin saya nongkrong ampe jam 2 pagi booo..hahahahahaha…Corsa the corps..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu hal yg selalu saya syukuri dalam hidup ini karena saya dulu di SMA TN, so saya punya temen di seluruh Indonesia..apalagi saya termasuk golongan generasi pertama di TN, jadi punya banyak adik2 TN yg bisa di mintain tolong hehehehe (sebenarnya sie perintah wakakakak)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang kuliah.. keknya saya salah masuk program deh.. Tadinya berharap dapat beasiswa at least ya.. biar nambah2 gelar n karir bisa  agak lancar..belajar pun santai.. Eh ga taunya keknya saya dapat program paling susah di S2 UGM Fak Ekonomi.. krn masuk program untuk jadi peneliti hiks..Emang denger2 UGM tuh kuat dalam ilmu ekonomi secara kuantitatif..sedih banget jadi menambah percepatan kebotakan saya n harus belajar mulu..damn.. Jauh dari dari harapan saya.. Set dah..baru 3 kali masuk kelas, tugas udah ada.. Bingung deh.. ini kuliah or kuliah ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana Yogya hmmm..secara umum enak…kecuali panasnya booo…puanas tenan boooo… giling dah.. saya ampe males keluar kos untuk cari makan or keliling kota.. Aseli, kalo keluar, saya biasakan pake singlet doang..hehehehe.. tserah deh orang mo bpikiran kek apa.. Sebenarnya seh malu juga.. coba waktu masih sma..jalan2 pake singlet doang mah..masih keliatan sayap2nya.. sekarang lemak2 pinggang doang.. bagaimana lagi.. Percaya ga, tidur aja saya ampe pindah tidur di lantai..wong dikasih kasur dakron..lengkaplah panasnya.. Ampe kamar kos pun selalu saya buka krn takut jadi bau sumpek di kamar gara2 panasnya Yogya euy..Kalo ga takut hantu, pengen juga malem2 pintu kamar di buka mulu hehehehe.. Btw, orang jelek menggonggong..orang keren tetap berlalu hahahahaha… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya untuk makan juga agak susah, krn saya bukan tipe orang yg suka keluar rumah..n tbiasa dengan gaya anak mami di rumah..sekarang harus keluar kos hanya untuk cari makan.. kacau banget deh.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg paling enak tuh krn tbiasa kena macet di Jakarta, di Yogya kagak ada macet hehehehe.. semuanya deket, paling jauh juga 30 menit.. asik kan..makan juga murah.. Yg lucu, kalo di Jakarta saya tuh ga pernah pake duit koin..eh di Yogya duit koin menyebar dg banyaknya hahaha.. sekarang koin banyak di kantong wakakakak… Jam 10 malem kota udah sepi hehehehe.. beda banget dengan Jakarta.. Agak susah juga keknya untuk merubah ritme kehidupan dari Jakarta ke Yogya.. Yg saya takutkan, perubahan ritme akan merubah persepsi n perilaku saya dalam kehidupan sehari2 n cara bpikir..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, keknya saya sudah cukup mampu beradaptasi dengan khidupan Yogya..Well saya harap saya bisa  lulus S2 di UGM tepat waktu.. kalo udah lulus, cukup deh sekolah.. keknya sudah ga sanggup lagi otak yg bodoh ini..Paling ga, kalo lulus, IPK nya ga memalukan lah di kantor..hehehehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C u then..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-5172823741716335823?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/5172823741716335823/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=5172823741716335823&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/5172823741716335823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/5172823741716335823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/05/yogyakarta-saat-saat-pertama.html' title='Yogyakarta (Saat-saat pertama)'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-2582144475584920842</id><published>2007-04-16T12:03:00.000+07:00</published><updated>2007-04-16T12:23:15.887+07:00</updated><title type='text'>Nilai Materi</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nilai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas hari Paskah saya kirim sms ucapin selamat Paskah ke teman2..yaa..menjaga tali silahturahmi. Sempet saling sms dengan seorang temen wanita yg pembahasan ampe telor boo..Kalo bukan suasana Paskah, pasti saya bingung kenapa tiba2 seorang wanita membicarakan telor;p. Akhirnya ampe pada statement harga telor per kilo masih lebih rendah dari 1 koin uang euro. Btw, saya ga  tau 1 euro brapa rupiah n baru tau harga telor 1 kilo yaitu Rp.9,500 gara2 beli telor di warung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah pusing bikin bahan ngajar yg ga kelar2, saya pun ke gereja sebentar untuk yaa..biar kliatan beribadahlah hohohoho.. Ktemu lagi deh ama ibu warung tempat saya sll beli juice stiap abis kbaktian. Kronologis pembicaraan dg ibu itu pasti sama “mas tadi orang tuanya gereja pagi..rame2..mas koq ga ikut?” lalu “mas, beneran kalo mas sekeluarga itu orang batak?? Gada campuran dg yg lain?” Saya selalu bingung..kenapa susah banget percaya bahwa saya sekeluarga itu orang batak..damn...Pertanyaan ktiga selalu “mas koq ga kawin2 seh?” hiks cape deh..tiap minggu..so Mc D abis..Macin capek deh.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stelah itu, pasti pembicaraan bebas hahaha..akhirnya kami pun membicarakan ibu itu dg tetek bengeknya..Ibu itu ngeluh krn membandingkan harga2 dan juga tempat jualan yg lebih enak.. Yang parah ibu itu ngebandingkan pendapatannya dengan gaji saya yg hanya seorang pns..damn..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;See..ada benang merah antara statement teman wanita saya dg ibu warung tsb..yaitu cara mereka memandang ekonomi terutama nilai materi. Saya percaya temen wanita saya n ibu itu adalah 2 wanita yg pintar krn mereka ahli dibidang masing2. Saya jadi btanya2, apakah banyak orang bpikiran ttg nilai materi dg cara yang sama ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So let’s share the knowledge..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu, pada saat saya tinggal di Spore taun 2000an awal, harga 1 botol air mineral ukuran sedang adalah 50 cent sedangkan di Jakarta Rp.2.000. Kalo ga salah kurs waktu itu, sgd 1 = Rp. 6.000,. So berarti harga 1 botol air mineral di Spore adalah Rp. 3.000. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan pertama adalah Dimanakah air mineral dijual lebih mahal ?? di Spore or Jakarta ?? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;U right kalo anda menjawab di Spore lebih mahal.. karena bagaimanapun kebanyakan manusia melihat segala sesuatu dg kasat mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua adalah Benarkah air mineral di Spore dijual lebih mahal daripada di Jakarta?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan kedua ini merupakan pertanyaan awal di “Dunia Lain”..hehehe..yaitu dunia non kasat mata.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kita pun mengumpulkan data sederhana untuk menjawab pertanyaan kedua.&lt;br /&gt;1. Pendapatan orang Spore  skitar sgd 2.000 per bulan (brarti Rp.12 juta per bulan)&lt;br /&gt;2. Pendapatan orang Jakarta skitar Rp. 2.000.000 per bulan&lt;br /&gt;3. Di Spore gada sumber air, di Jakarta, sumber air banyak boo diskitar Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas 3 data yg kita miliki, benarkah harga 1 botol air mineral lebih mahal di Spore daripada di Jakarta ??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..keknya kita salah deh.. seharusnya harga 1 botol air mineral di Jakarta lebih mahal daripada di Spore. Napa ?? krn dengan membandingkan pendapatan per orang di Spore n Jakarta, orang Spore itu pendapatnya 6 kali dari pendapatan orang Jakarta..secara sederhana, kemungkinan stelah di break down dg kasar, harga 1 botol air mineral di Jakarta adalah skitar (3.500 : 6 = ) Rp. 583/botol  yg stara dg harga di Spore.  Trus, di Spore tuh gada sumber air, so otomatis seharusnya Spore ada tambahan biaya import air minum dari Malaysia or Indonesia..So kemungkinan lagi harga 1 botol air mineral tuh di bawah Rp. 583/botol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;After the first conclusion, biasanya kita bisa break down permasalahan air mineral yg terjadi. In general kalo di Indonesia kita sebut sbagai biaya ekonomi tinggi akibat trutama adalah keserakahan pengusaha lalu  oknum aparat yg melakukan pungli ga jelas..Kenapa saya berani bilang biaya ekonomi tinggi trutama disebabkan oleh pengusaha yg serakah?? Untuk kasus air mineral, silahkan deh baca koran2 yg lalu dimana sebuah perusahaan perancis membeli perusahaan air mineral terbesar di Indonesia.. Artinya apa ?? artinya seberapapun tingginya pungli yg tidak jelas tetap aja pengusaha bisa tentukan keuntungan yg diinginkan. Kalo ga untung, ngapain perusahaan perancis invest di Indonesia ? Dan apakah anda tau, perusahaan air mineral di Indonesia tersebut mempunyai produk air mineral dg merk yg berbeda yg harganya lebih murah dari air mineral yg terkenal padahal dari sumber air yg sama..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The point is.. Harga dapat berubah2 tgantung waktu, situasi, orang yg menilai etc..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita definisikan harga yang berubah2 itu sbg NILAI MATERI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggaplah harga itu adalah nilai yg ditaruh pada suatu materi dg satuan mata uang tertentu pada waktu n kondisi tertentu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yg paling susah adalah menentukan nilai materi yg wajar.. krn banyak judgements yg kadang tidak mau n tidak bisa dijelaskan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh gampang : &lt;br /&gt;Misal seorang lelaki punya simpanan. Tuan BD punya istri..seumuran dg Tn BD. Lalu krn usaha lancar, karir sukses  timbulah keinginan nabirong..(ini singkatan dari temen saya..Napsu Birahi Merongrong hahahaha giling dah)  meliat kecantikan wanita muda halah..hahaha…Mikir2 daripada kawin lagi banyak masalah mending selingkuhan..mau jajan d luar takut kena penyakit hehehe.. Lagian enakan melihara kambing daripada makan sate doang di pinggir jalan hahahaha..Ada tantangan euy;p..(kata yg pelihara kambing lho huhuhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kbetulan temen kantor saya pernah bilang kalo nyokapnya suruh  cari calon suami yg 5 taun lbh tua..hehehe aneh2 aja..krn katanya cowo kalo umur 40an kliatan lbh muda dari wanita umur 40an..so daripada suami ngelirik wanita lain..  N mungkin ada pertimbangan kematangan n sudah stabil.. Oya jangan lupa, pria tsb harus punya bakat jd orang kaya..Gapapa kliatan skarang miskin, yg penting tuh cowo punya bakat kaya hahaha..halah..koq jadi masalah jodoh..hiks..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan saya adalah..berapakah uang bulanan yg dikasih ke istri dan selingkuhannya?? Hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akan bermain pada kata normatif yaitu ADIL.. Inget lho..kata ADIL.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logika normal sharusnya istri dapat uang lebih banyak, lalu pertanyaannya benarkah demikian ?? belum tentu..distorsi pertama ada dari Tn.BD krn faktor service yg mungkin lebih memuaskan dari selingkuhan..;p. Distorsi kedua mungkin dari selingkuhan yg mata duitan..n Tn BD ketakutan ketauan istri.. Distorsi ketiga mungkin krn istri tau seh suami selingkuh..hanya daripada diceraian mending pasrah, udah untung masih &lt;br /&gt;dikasih bulanan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa kita bayangkan, dg 3 subjek, bisa tjadi minimal 3 faktor distorsi.. Pusingkan..&lt;br /&gt;Didunia tempat saya bermain halah..Nilai itu bisa ditentukan dg beberapa cara yg digunakan secara umum.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;1. Pendekatan Aktiva&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh gampang.. Jika anda tertarik dg lawan jenis n meliat lawan jenis anda berpangkat, pake bmw punya rumah di menteng..so it’s so pasti anda menggunakan pendekatan aktiva.. Artinya anda menghitung semua harta lawan jenis anda yg dapat diliat dg mata..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;br /&gt;2. Pendekatan Biaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contoh gampang..Anda itung deh semua pengeluaran anda dari bayi ampe sekarang ini..semua biaya, biaya kuliah, biaya ktilang polisi, biaya pacaran etc..Kalo lawan jenis anda mampu mengganti semua biaya yg dikluarkan oleh ortu anda, berarti anda menggunakan pendekatan biaya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;3. Pendekatan Pendapatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah ini dia yg paling susah coy..gimana dg semua logika yg ada,plus judgement pribadi plus doa ke Tuhan..anda yakin kalo lawan jenis anda dg segala kekurangan materi yg anda liat di depan mata, anda bisa yakin bahwa tuh lawan jenis punya bakat kaya, setia, tanggung jawab etc..so hidup anda ga menderita nantinya.. Parahnya kan udah kliatan susah hidup ehhh udah 20 taun merit koq masih kebawa juga tuh susah hidupnya hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;4. Pendekatan Pasar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan ini gampang2 susah..Jadi kalo anda meliat lawan jenis anda yg membuat darah anda berdesir stiap saat kalo lewat dpan rumahnya.. (set dah..kek pacaran anak sma taun 80an hehehe) maka anda membandingkan lawan jenis anda dg orang yang seumuran, yg kira2 setaralah dg lawan jenis yg anda taksir trus anda liat perbedaan2nya..trutama perbedaan nasibnya hahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So sekarang kita semua sudah agak melek dg cara kita memandang sebuah nilai.. &lt;br /&gt;Nah bagaimana kita memandang sebuah nilai materi ini sekarang ini menjadi ilmu yg sangat menakutkan bagi koruptor.. bayangkan jika KPK menilai segala sesuatu bukan hanya secara akuntansi.. KPK menghitung ampe ngejelimet met..met..met.. &lt;br /&gt;Saya sendiri hidup dalam dunia itungan ngejelimet ini..sumpe deh..kagak ada keinginan untuk ikut2an..disuruh bos doang biar ikut itung2..hiks..padahal cita2 saya seh pengen di dunia sastra;p halah..Well bgitulah dunia saya sejak tamat kuliah.. Saya ga pernah boleh mengagumi keindahan bangunan yg megah..Krn saya harus meliat apa dibalik gedung yg megah tersebut.. Meliat sgala sesuatu dg iman hihihihi…halah..sebenarnya dg skeptic hohohoho.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, saya lumayan senanglah dengan dunia saya..Dunia Ekonomi.. terutama ekonomi pemerintahan..Dunia dibalik layar yg bisa membuat sgala sst berubah tanpa disadari banyak orang..halah..emang dukun.. Ga terkenal spt selebritis, ga pake banyak tanda jasa ga jelas sperti tentara (ga taukan tanda jasa yg dipake tentara itu kebanyakan hanya krn tanda jasa udah kerja 8 taun, 15 taun, 20 taun etc hehehe)..ga pake banyak bdebat kek pengacara.. Kalo ga salah seh, ekonom pemerintah banyakan dicela n dikritik hihihihi..Yg penting enyak..bisa memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa n Negara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo anda masih bingung juga dg semua itung2an n cara analisa yg rumit.. Ingatlah satu kalimat bijak “Berbahagialah orang yang tidak meliat, namun percaya”;).. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So let it flow n enjoy it..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-2582144475584920842?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/2582144475584920842/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=2582144475584920842&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/2582144475584920842'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/2582144475584920842'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/nilai-materi.html' title='Nilai Materi'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-3446742783279799536</id><published>2007-04-05T19:18:00.001+07:00</published><updated>2007-04-05T19:18:34.019+07:00</updated><title type='text'>Cermin dalam Hari</title><content type='html'>Cermin dalam Hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2005, aku bersama teman2 sekantor harus melakukan tugas sebagai abdi negara di PRJ. Well tugas kami bisa diselesaikan dengan baik.. Emang seh rada2 bete karena banyaknya teman2 yg datang telat, birokrasi untuk masuk PRJ yang mengesalkan (udah kek pemerintah..Ups!!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah usai bertugas, kami pun melihat2 pameran lainnya di PRJ.. Pas liat pameran TNI, whui... tiba2 terlintas kenangan masa lalu di saat masih muda n energik, adrenalin pun naik hi..hi... Eh ga tau nya teman2 cewek pengen coba terjun pake tali.. Bisa kebayang gimana para wanita yg tidak pernah terjun bebas, banyakan jeritannya.. Aku sendiri diajak untuk loncat2 udah males.. lagian lebih dari itu telah ku alami..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temen2 ku pun mencoba memakai seragam militer, pake baret, naik perahu karet, tank, dll.. seneng juga melihat kaum sipil menghargai militer Indonesia.. Lagian bukankah itu yang dibutuhkan kaum militer..penghargaan n penghormatan even kantong kosong..hi..hi.. Eniwei.. i still have respect to my nation militery coz..lot of my friends become soldiers..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu teman2 ku yang seakan2 seperti anak kecil bermain2, aku pun ngobrol2 dg beberapa perwira TNI, tiba2 aku melihat seorang taruna Akmil, melenggang dengan sombong n angkuh.. Hm..I like his style..Saya suka dengan anak2 muda yang dapat bersikap angkuh n sombong.. (sorry i am not a homo ha..ha..). Truth, aku bisa merasakan kenapa taruna itu dapat berlenggang dengan sombong..karena aku pun pernah merasakan seperti dia.. Bisa di bayangkan seorang yang dengan kemampuan diri sendiri dapat menaklukkan kerasnya dunia..Bukan karena bisa pake mobil or hp or anything yg ortunya belikan.. Dan bergaya tanpa ada isi otak seperti anak2 muda yg sering aku liat di Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun menyapa dengan sopan dan menanyakan sma nya dimana.. Ketika taruna itu mengatakan bahwa dia berasal satu sma dengan aku.. Tiba2 sikap seorang senior pun keluar dengan sendirinya ha..ha.. (kebiasaan buruk yang sudah dibawah alam sadar).. Dan aku pun memberi perintah dengan "satu jari" hi..hi.. dan taruna itu pun langsung sadar bahwa yang dihadapin oleh dia seorang senior..&lt;br /&gt;Taruna itu pun langsung menjadi sangat sopan.. karena sebelum taruna itu menjadi "Cicak di dinding, Senior nya telah menjadi Buaya di rawa.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak dari suatu desa di padang yang datang ke magelang untuk menyelesaikan sma nya trus melanjutkan di akabri untuk menjadi salah satu perwira terbaik di negeri ini suatu hari nanti..&lt;br /&gt;Wajarlah taruna itu menjadi sombong, hm..mungkin bukan sombong, hanya kebanggan karena telah mampu mendapatkan impian hidup tanpa bantuan orang lain..tanpa KKN.. except God of course..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak jauh berbeda dengan aku di masa muda.. yang hanyalah seorang bocah yang mencoba hidup di magelang bersama bocah2 gila n melakukan hal2 gila.. Katanya aku pintar, calon pemimpin bangsa etc.. nyatanya saat ini aku hanyalah seorang manusia yang berusah mencari makan di kerasnya kehidupan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku seakan2 melihat sebuah cermin ketika melihat taruna tersebut.. Cermin untuk mengetahui jalan yang telah ku pilih.. Dan aku bersyukur aku tidak memilih kehidupan militer sebagai jalan hidupku.. Aku tiba2 kebayang gimana seorang yang telah terbiasa menjalani hidup dg penuh rasa hormat, kebanggaan etc.. n pada akhirnya harus pensiun nantinya n kembali menjadi sipil tanpa ada orang yg selalu melayani n memberi hormat.. Ngebayangin gimana seragam militer akan merubah jiwa seseorang yang tadinya bangga akan dirinya menjadi terkungkung lalu bangga akan pakaiannya.. menjadikan jiwa semakin kerdil di balik kebanggaan akan seragam.. Jiwa yang akan terpuruk ketika menyadari bahwa kemungkinan nanti tidak akan menjadi seorang jenderal..tapi sudah terbawa gaya hidup yang susah untuk di rubah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. aku hanya ingin menjalani hidup sebagai laki2 normal.. Jika Tuhan mengijinkan aku mempunyai isteri n anak2..aku ingin menjalani kehidupan dengan normal.. Aku tidak ingin menjadi orang yang mati oleh "seragam" n keinginan orang2 disekitar ku karena rasa munafik.. seperti yang kulihat ketika orang2 bekerja dengan penuh aksesoris agar dihargai lingkungannya, ketika orang2 "melayani" rumah ibadah..tapi dengan rolex n mercy..tanpa menyapa sesama. Melakukan kegiatan hanya untuk mendapat pengakuan dari masyarakat tanpa melakukannya dari hati yg tulus..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih ingin suatu hari nanti masih bisa ke gereja dengan jeans n kaus.. makan di warteg..  Masih bisa malam mingguan dengan istriku naik motor sambil nyeruput kopi n roti bakar di pinggir jalan dll. Menjadi kaya tanpa terkenal, melayani tanpa emblem2.. Aku ingin menjalani hidup ku apa adanya.. Dan aku ingin suatu hari nanti rasa bangga akan diriku seperti yang kulihat di cermin akan kembali lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkinkah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-3446742783279799536?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/3446742783279799536/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=3446742783279799536&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3446742783279799536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/3446742783279799536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/cermin-dalam-hari.html' title='Cermin dalam Hari'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-1877719123204280042</id><published>2007-04-05T19:17:00.002+07:00</published><updated>2007-04-05T19:18:07.041+07:00</updated><title type='text'>Pernikahan</title><content type='html'>Pernikahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ga mendapat undangan kawin sebanyak 5 buah dalam satu minggu ? Kalo aku baru kali ini seumur idup dapat undangan sebanyak itu, biasanya paling juga 1 selama sebulan..&lt;br /&gt;Dari 5 undangan itu, 2 temen sma, 2 temen kantor, 1 temen kuliah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo mikirin uang yang harus aku keluarkan untuk pernikahan 5 orang tsb, sungguh2 membuat gaji aku untuk bulan depan akan habis...bis...bis... Berapalah gaji seorang PNS ??? mana aku ga da tabungan lagee..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin lucu malah ada temen yang terang2an minta uang (bukan minjem lho!!) untuk biaya pernikahan dia hua..ha..ha.. Malah minta nya sambil marah2 ha..ha..ha.. Yang lebih lucu teman aku itu seorang kapten TNI.. Aih..giling deh...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi gimana lagi temen aku itu, temen dari daerah yang sama, Tanjung Pinang sebelum kami bergabung dg teman2 lainnya.. n dari kami ber 4 yg dari Tanjung Pinang, cuma aku n dia yg di Jakarta.. N dia udah merasa aku sbg sodaranya karena teman aku ga da sanak saudara di Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pikiran ku terbersit banyak hal.. lucu aja, banyak perbedaan yang mencolok diantara kami, batak-padang, kristen-islam, pns-tni dll.. tapi koq kami bisa bersaudara yak... N hebatnya teman ku itu ga malu2 minta uang :))..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo di lihat dari sisi uang, kayaknya undangan pernikahan itu n permintaan teman aku itu bagaikan masalah yang besar buat orang miskin seperti aku.. Eniwei.. aku lebih suka berpikir dg pola terbalik.. aku menganggap semua itu sebagai berkat.. toh aku masih dianggap teman.. toh aku masih dipercaya bisa menyelesaikan sebagian kecil permasalahan teman aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya akupun pergi ke Pegadaian "Menyelesaikan Masalah Tanpa Masalah" ( sesuai warna pegadaian hi..hi..).. Aku pun mengadaikan kalung ku.. untuk kebahagiaan teman2 ku.. Well jadi tambah miskin.. off course..ha..ha.. Tapi aku percaya dengan kalimat "dimana harta mu berada, disitu hati mu berada" N saat itu aku sadar, bahwa aku tidak menaruh hatiku pada harta belaka.. banyak hal yang lebih penting dari harta.. Yang terpentring.. di bawa heppi ajah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin sedih malahan ketika menyadari kalo aku sendiri pun belum menemukan jodoh ku.. hiks..menyedihkan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;.goklas.&lt;br /&gt;ending yang ga enak, giiitttuuuu....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-1877719123204280042?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/1877719123204280042/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=1877719123204280042&amp;isPopup=true' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1877719123204280042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1877719123204280042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/pernikahan.html' title='Pernikahan'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-9082418960717225603</id><published>2007-04-05T19:17:00.001+07:00</published><updated>2007-04-05T19:17:39.295+07:00</updated><title type='text'>Panda XV Tanjung Pinang</title><content type='html'>Panda XV Tanjung Pinang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Kamis kemarin aku dapat sms dari seseorang yg tak kukenal yg pengen tau aku siapa karena di catatan dia ada no hp aku.. Nama orang itu Febby.. Aku pun iseng ajak sms2an tanpa kasih tau siapa aku.. Harapan perempuan cantik yg salah sms ha..ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stelah aku kasih tau hanya punya 1 temen nama Febby, yaitu temen sma.. orang itupun mengaku dia adalah teman skamar ku waktu kelas 1 di sma ..Hiks.. menyedihkan!!! Harapan kenalan cewek malah ketemu cowok.. ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun ngetes dg menanyakan teman temen samping kiri samping kanan dan depan kamar tidur kami n nama wali kelas kami.. Orang itupun dg jelas menjawab dlm sms "Siap!! Kiri Bono n Ari, Kanan Yuli n Dony, Depan Eri Budiman n Cardin.. Wali kelas Eko n Aris.. My God.. he is a real my room mate..!!! Although gue sedih ga kenalan ama cewek, hati gue gembira banget krn gue bisa kontak2an lagi ama room mate gue yg baik hati..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Febby Aldrian itu anak Betawi asli (sodaranya di Doel ha..ha..) Orang yg baik bgt,rapi, rajin sholat dll....even badannya body building krn pengen jadi binaragawan n even suaranya tmasuk suara yg paling jelek yg pernah ku dengar.. Anak seorang satpam di bandara Halim.. Temen skamar yg slalu rela aku "suruh-suruh" ha..ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo aku males ke kelas n pura2 sakit, Febby slalu bawain makanan.. kalo aku males pake tempat tidur aku, aku langsung tidur di tempat Febby yg rua...pi...apik...tenan.. n Febby pun tidur duduk di meja blajar ha..ha.. Kalo aku males bangun hari Minggu, maka Febby akan bangunin aku agar aku ke gereja...(krn Febby takut dihukum gara2 ga bangunin teman skamar u/ ibadah ha..ha..ha..)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Heran kan kenapa ampe skarang aku n Febby slalu pengen kontak2an.. Karena waktu sma saat ortu aku masih mampu n Febby ortunya kere ha..ha.., aku tidak sombong n tidak pelit.. Semua barang yg bisa dimakan, elektronik tbaru yg kumiliki etc slalu kubagi dg Febby.. N ga da phitungan.. Saat naik kelas 2, aku memberi barang2 ku sperti lampu blajar, alat2 tulis etc untuk adik Febby yg masih SD..Percaya ga percaya baru kali itu aku liat Febby menangis krn ga nyangka aku baik (masudnya jauh lebih baik dari yg di duga) ha..ha..ha...&lt;br /&gt;Kalo aku pulang liburan, aku slalu sisakan minuman2 yg ga da di Indonesia untuk Febby..&lt;br /&gt;Saat Febby tugas di Ambon sbg Perwira TNI AU.. aku membelikan replika pesawat Mustang, baju, kopiah , sarung n sajadah u/ sholat ied Lebaran..&lt;br /&gt;Saat anak Febby lahir, akupun diberi kesempatan memberi nama pada anak perempuannya.. hiks.. mengharukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat in Kapten AU Febby Aldrian sedang tugas belajar di Surabaya n mesti ke Mabes ABRI Jakarta..&lt;br /&gt;Rupanya Febby bersama Kapten AL Riauwan ke Jakarta, senior aku di sma yg sedang sama2 tugas belajar dg Febby. Bang Riuwan itu senior aku dari daerah yg sama Tanjung Pinang ketika masuk sma.. So akupun menghubungi para senior n teman aku Yudhil dari Panda XV Tanjung Pinang yg dinas di Jakarta u/ kumpul2.. Amazingly..abang2 ku ada waktu.. Sayang Kapten AD Yudhil tidak bisa ikut karena harus menjaga Jakarta dari kemungkinan kerusuhan BBM ..maklum Pejabat di Kodim Jak-Tim..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tadi malam akhirnya kami ketemu di Auto Mall SCBD.. Kapten AL Riauwan, Kapten AU Febby Aldrian AKP Farman.. (kalo ada Yudhil jadi lengkap deh perwira2 ha..ha..) plus 2 orang DepKeu, yaitu aku n Bang Yusrizal.. Sayang banget Yudhil tidak bisa ikut.. Juga 2 temen ku yaitu Ari Prihantoro yg jadi pengusaha di Tanjung Pinang serta Budi Agus Dharma yg jadi Manager di Kalimantan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God..Eleven years didnt meet him !!! Febby udah jadi kurus.. meski suaranya tetep jelek.. Anaknya udah hampir 3 lho... Giling tuh orang.. Kami pun nostalgia antara sesama Tanjung Pinang n Room Mate.. Enaknya saat kumpul2, mengenang masa2 muda.. saling mencela n ejek..Rupanya kami semua itu playboy pas lulus sma.. ha..ha.. ga nyangka.. n saat ini kami smua jadi alim..hua.ha..ha.. Tidak ada lagi senior n junior kecuali sapaan yg menyatakan penghormatan.. Yg sudah kaya sperti senior aku yg di Polisi n Pajak tidak sombong.. Yang blum2 kaya juga tidak minder.. ha..ha..ha.. Enak bertemen sperti itu.. Apapun jalan hidup yg kami pilih untuk memberikan pengabdian terbaik pada bangsa n negara tidak menghalangi ikatan jiwa kami.. I love dat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itulah aku menyadari saat2 di Magelang itu membentuk karakter kami untuk tetap bersaudara.. Kami yg di Jakarta bener2 service rekan2 kami dari daerah.. Abang Riauwan malam minggu besok akan diajak jalan2, padahal rencana Bang Riauwan akan balik ke Surabaya naik kereta api.. Jadi Bang Riauwan dibelikan tiket pesawat agar bisa kami service dulu di Jakarta.. Sedang Febby harus pulang malam ini karena keluarganya di Magelang.. Kami pun memberi tiket ke Surabaya dan sedikit uang untuk beli oleh2 buat keluarganya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa jam yg akan selalu ku ingat dalam hidupku.. Akankah ada waktu lagi buat kami berkumpul n tertawa mengenang masa saat2 kami susah n menderita bersama.. Akankah ada waktu lagi buat kami menceritakan perjalanan hidup kami sambil minum kopi n liat cewek2 cantik yg berseliweran.. ha..ha..ha..ha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak banget kan.. kalo punya temen yg baik2 meski tidak kaya2 banget.. Apalagi yg bisa kita bawa ketika usia kita senja kecuali kenangan manis akan masa lalu n indahnya persahabatan yg dibina ktika mengalami kesusahan n senang bersama...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thanks to God.. dat gimme time to spent a short time in my life in Magelang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 30 September 2005&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-9082418960717225603?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/9082418960717225603/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=9082418960717225603&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/9082418960717225603'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/9082418960717225603'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/panda-xv-tanjung-pinang.html' title='Panda XV Tanjung Pinang'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7651380198348046232</id><published>2007-04-05T19:16:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:17:04.128+07:00</updated><title type='text'>Dasar yang Benar</title><content type='html'>Dasar Yang Benar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Udah lama neh ga nulis2.. abis males banget.. even gue mikir banyak..;p mikir yang jorok ha..ha..ha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Well.. gue mau cerita apa yang gue dapet dari pengalaman gue dua minggu terakhir ini..&lt;br /&gt;2 minggu lalu gue diajak maen tenis.. Gue pernah maen tenis waktu sd ampe smp.. ampir tiap sore hari ampe malem.. Gue inget pertama kali gue main tenis, gue mukul2 tembok selama 6 bulan skalian jadi kedi kalo ortu gue main tenis.. setelah itu baru di latih ama bokap gue.. gue ga jago main tenis, yang pasti gue tau basic main tenis..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah waktu gue diajak main, gue baru inget kalo gue udah ga main tenis kira2 slama 10 taunan he..he..he..so gue pikir gada salahnya toh gue juga ga pernah olahraga..(jadi malu ;p)..&lt;br /&gt;Setelah gue berada di lapangan tenis.. perasaan gue rada gugup..bayangin 10 taun coy...&lt;br /&gt;Megang raket aja gue ga bener, trima bola aja ampe ga bisa nangkap2..backhand n forehand entah raib kemana.. ha..ha..ha.. Itu cerita 30 menit pertama ;p..&lt;br /&gt;30 menit selanjutnya.. jangan tanya..its like semua kemampuan gue secara perlahan balik eventhough ga seperti dulu gue main tenis.. wajarlah..wong fisik udah smakin menurun dg usia ;p..&lt;br /&gt;Ball positioning gue udah mulai terasa n kalo terima pukulan keras gue juga ga grogi coy.. perasaan seneng banget.. gue kejar bola kemana aja..ampe ampir teler dilapangan..maklum nafas sampoerna he..he.. mumpung ada niat olahraga he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya gue bisa ngalahin temen2 gue yang udah latian keras slama 1 taunan ha..ha.. n they really shocked..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang gue pikirkan n bikin gue seneng bukan krn gue bisa main tenis lagi n ngalahin temen2 gue.. Yang bikin gue seneng krn  gue blajar satu hal yang penting.. U know..ada orang bijak pernah berkata.. "siapa yang setia akan hal kecil, akan setia pada hal besar" n i did understand that meaning although too late i guess he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal  yang pasti, gue belajar main tenis dari hal yang terkecil yang selalu secara detail gue lakukan.. dari main dg tembok, jadi kedi n blajar tehnik tenis dari buku2.. so gue beda ama temen2 gue yang blajar langsung main di lapangan tanpa tehnik permainan yang jelas..n thats way all my old memories in tennis can emerge easily..Kalo baca buku blink.. pasti bisa angerti kenapa gue bisa cepat adaptasi dg permainan tenis.. krn gue udah dilatih bertahun2 n keknya manusia punya berbagai macam kpribadian.. so ktika gue kembali ke lapangan.. kpribadian gue di lapangan tenis pun kembali dg sendirinya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ktika gue diajarain bawa mobil ama ortu. Pas kelas 4 sd ampe kals 5, tugas gue hanya cek ban, oli n radiator then nyalain mobil.. kelas 5 sd, baru diajarin maju mundur..selama staun.. baru kelas 6 sd baru diajarin bawa mobil gara2 bokap gue liat posisi mobil dari garasi udah pindah di got dengan pohon pisang yang jatuh diatas mobil he..he..he..&lt;br /&gt;Gue diajarin gimana parkir, gimana brenti tanpa rem gimana mundur etc.. ampe gue bete krn bokap gue doyan banget marah2.. Gue belajar mobil dari yang berat2 kek hardtop, land cruiser tua ampe corolla 74 maklum di tambang.. kalo gue injek kopling, kaki gue yang satu lagi ga bisa injek gas, begitu juga sebaliknya.. kalo gue injek kopling or gas kedaleman, kepala gue merosot ampe ga liat jalan ha..ha..ha.. kejam emang bokap gue ngedidik.. yang pasti bokap selalu bilang, kalo bisa bawa mobil tambang, pasti bisa bawa mobil sedan.. yang terpenting gimana bisa halus bawa mobil..&lt;br /&gt;Pengalaman selama bawa mobil, gue cuma skali nabrak.. itupun gara2 kelas 2 smp gue sambil bawa mobil ngelamun mikirin rumus matematika.. makanya bokap gue ga marah..krn dia bahagia, anaknya sudah mulai bisa mikir he..he..he..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gue blajar memahami kehidupan.. mungkin jika dulu ortu kita memberikan hal2 yang baik n benar2 diterapkan.. pada perjalanan hidup kita yang tidak jelas, mungkin kita akan melakukan kesalahan2 n melupakan or meninggalkan ajaran yang benar tsb.. Yang pasti jika kita menemukan kembali or diajak ke jalan yang benar tsb..mungkin scara tidak sadar kita akan langsung bisa kembali to the right path.. Berbahagialah jika kita tidak pernah meninggalkan didikan yang benar n baik yang ditanam ortu kita..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So enjoy ur life.. dont worries bout nothing.. as long as u believe n know that u have a strong and right foundation.. just give it one chance.. n u will be back again to the right path..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7651380198348046232?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7651380198348046232/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7651380198348046232&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7651380198348046232'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7651380198348046232'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/dasar-yang-benar.html' title='Dasar yang Benar'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-8848112944655335298</id><published>2007-04-05T19:13:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:15:53.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Funny'/><title type='text'></title><content type='html'>Teka - Teki Albert Einstein&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya suka teka-teki ini.. Pertama baca yang membuat saya tertarik adalah disebutkan yang buat teka-teki ini Einstein.. Wow.. menarik bukan.. Jika ini benar2 ciptaan Einstein, maka hal yang menarik adalah, ditengah kesibukannya Einstein sempet membuat teka-teki yang keliatan susah n ga taunya hanya iseng2 aja..&lt;br /&gt;Ketika saya mengerjakan soal ini, saya sempet kesel krn mencoba bbrp teori math yang ada n tidak ada satupun yang nyambung.. sampai akhirnya saya marah n teriak "Ngentit.. (ga gitulah.. agak2 mirip dikit ;p) sambil tendang semua itungan yang telah saya buat.. Kemudian saya melihat skilas ke itung2an dan tiba2 saya mendapatkan jawabannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian apa yang buat saya senang bisa mengerjakan teka-teki ini ?? Bukan krn saya mampu selesaikan dlm 1 jam.. or saya mungkin tmasuk ke dalam 2% orang yg mampu menyelesaikan..&lt;br /&gt;Justru saya tsadarkan bahwa tkadang, akal dan pandangan kita tbentuk oleh hal2 yang biasa tjadi or apa yang diajarkan.. Sedangkan dalam teka-teki ini, diajarkan hal yang benar2 tjadi walaupun jarang kita pikirkan scara logic.. Bingungkan?? Sama...hihihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mencoba membagi teka-teki ini pada orang satu ruangan.. N temen2 kantor saya tertarik untuk mengerjakan.. Hmm..I am still the best dg record 1 jam ;p.. Saya jadi menyangsikan pernyataan bahwa hanya 2% manusia yg mampu mengerjakan soal tsb.. Saya justru melihat, stiap orang yang mau brusaha akan mampu mnyelesaikan teka-teki ini, well maybe teka-teki atas jalan kehidupannya sendiri.. Or maybe meningkatnya kualitas hidup manusia sehingga IQ manusia smakin tinggi menyebabkan angka 2% menjadi bias jika statement tsb dikeluarkan Einstein pada jamannya dan dibandingkan pada jaman ini.. I dont know..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa saya memasukkan kedalam blogs saya.. Bukan karena saya mampu menyelesaikan teka-teki ini.. Saya hanya ingin menyimpan n membaginya.. Saya simpen untuk diri sendiri agar suatu saat nanti saya ingin mencobanya kembali, saya tau dimana menyimpannya..Spt nya saya akan lupa jawabannya jika disuruh mengerjakan lagi dikemudian hari..Seandainya pun saya tidak inget lagi cara  mendapatkan jawabannya.. paling ga saya mau merasakan kembali saat saya sangat senang ktika mendapatkan jawaban teka-teki ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Its like.. Eureka....eureka, Remember ??  Saat  Archimedes menemukan  hukum apa gitu..Untung saya tidak keluar rumah sambil telanjang bulat spt beliau...hihihihihi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps.. Salam hangat buat manusia yang mampu mendapatkan jawaban dalam 10 menit.. Just wanna ask, How smart r u ??? U r So cOOllllll ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(==============================================================)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, Albert Einstein menyusun teka teki ini hampir   seabad yang lalu.&lt;br /&gt;Dia menyatakan,98% penduduk didunia tidak mampu   memecahkan teka teki ini.&lt;br /&gt;Teka-teki ini tidak mengandung trik, hanya murni   logika.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Apakah loe termasuk yang 2% ?&lt;br /&gt;Semoga loe2 smua   beruntung... &amp; Don't give up!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Let's go!&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ada 5 buah rumah yang masing2 memiliki warna   berbeda. Setiap rumah dihuni&lt;br /&gt;satu orang pria dengan kebangsaan yang   ber-beda2. Setiap penghuni menyukai&lt;br /&gt;satu jenis minuman tertentu, merokok   satu merk rokok tertentu dan memelihara&lt;br /&gt;satu jenis hewan   tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada satupun dari kelima orang tersebut yang   minum minuman yang sama,&lt;br /&gt;merokok merk rokok yang sama dan memelihara hewan   yang sama seperti penghuni&lt;br /&gt;yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaannya: Siapakah yang memelihara   IKAN?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petunjuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Inggris tinggal di dalam rumah berwarna   merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Swedia memelihara   anjing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Denmark senang minum   teh.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rumah berwarna hijau terletak tepat di sebelah kiri   rumah berwarna putih.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penghuni rumah berwarna hijau senang minum   kopi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang merokok PallMall memelihara   burung.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penghuni rumah yang terletak di-tengah² senang minum   susu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Penghuni rumah berwarna kuning merokok   Dunhill.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang Norwegia tinggal di rumah paling   pertama.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang merokok Marlboro tinggal di sebelah orang   yang memelihara kucing.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang memelihara kuda tinggal di sebelah orang   yang merokok Dunhill.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang merokok Winfield senang minum   bir.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di sebelah rumah berwarna biru tinggal orang   Norwegia.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang Jerman merokok   Rothmans.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Orang yang merokok Marlboro bertetangga dengan orang   yang minum air.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekor tercepat   untuk bisa menyelesaikan teka-teki ini adalah 10 menit. Who can   break this record???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-8848112944655335298?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/8848112944655335298/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=8848112944655335298&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8848112944655335298'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8848112944655335298'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/teka-teki-albert-einstein-saya-suka.html' title=''/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-8201715022535141809</id><published>2007-04-05T19:12:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:13:18.501+07:00</updated><title type='text'>INK</title><content type='html'>Ink&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink.. Ketika aku menuju Mega Pro kemaren sore.. Aku terkesima.. Aku melihat engkau sudah tidak ada diatas tangki bensin Mega Pro.. Bahkan rantai yang mengikat mu pun telah hilang lenyap bagaikan ditelan bumi..&lt;br /&gt;Aku pun menanyakan engkau kepada para satpam yang bjaga.. N mereka tidak tau kemana engkau pergi dan dengan siapa engkau meninggalkan ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink.. aku mengingat ketika aku pertama memilikimu.. Engkau ku tukar dengan sejumlah uang yang dibutuhkan temanku.. Jika aku harus memilikimu dari baru, aku tidak sanggup..  Yang second pun aku sudah senang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink selama ini engkau menemani ku.. diperjalanan ku diatas Mega Pro.. Engkau membuat diriku merasa aman, membuat debu2 tidak mengenai mukaku.. N engkau membuat aku merasa lebih gagah seharga uang yang kuberikan pada teman ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink.. maafkan aku jika engkau pergi karena aku tidak pernah memperhatikanmu.. Aku tidak pernah merawat mu.. Aku tidak pernah membersihkan mu.. Jangankan engkau Ink.. Bahkan Mega Pro  pun jarang ku cuci..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink..Janganlah marah padaku ketika engkau hilang, hatiku tidak terlalu bersedih.. Aku menghitung mu berdasarkan Historical Cost, yaitu harga perolehan mu.. Lalu aku menghitung brapa lama engkau bsama ku, shingga aku bisa mendapatkan nilai depresiasi mu stiap hari slama engkau bsamaku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink, betapa besar jasamu. Dengan menganalogikan aku menyewa mu stiap hari.. Maka dengan nilai yang sangat teramat kecil, engkau telah menjaga kepalaku beserta semua inderanya dan juga otakku dari mara bahaya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink, aku merelakan kepergianmu.. Karena aku percaya Allah sumber sukacita dan pengharapan ku mengijinkan engkau meninggalkan ku.. Tanyaken Apa ?? Karena yang mencuri engkau dari aku pasti bdoa "moga2 ga da yang liat" ktika oknum itu sedang mengambil engkau.. Aku merelakan engkau pergi karena Aku percaya, Allah ku menguji mata dan hati ku agar hanya tertuju pada Nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink, jagalah orang2 yang memakaimu sperti engkau menjaga ku selama ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink.. selamat jalan... Andaikan kau datang kembali.. Jawaban apa yang kan kuberi.. Adakah jalan yang kau temui.. Untuk kita kembali lagi... (lho.. koq jadi bait lagu.. )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ink jika kita bertemu kembali.. Ku kan ceritakan hari2 ku tanpa mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dedication To my helmet named Ink ukuran M dengan stiker bendera Negara ku di dagu kirinya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-8201715022535141809?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/8201715022535141809/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=8201715022535141809&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8201715022535141809'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/8201715022535141809'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/ink.html' title='INK'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-74928816776014060</id><published>2007-04-05T19:11:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:12:07.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='My Life'/><title type='text'>A Family</title><content type='html'>A Family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Rabu tanggal 13 Desember 2006 aku turun dari Puncak pukul 5 pagi .. Gara2 gawe ampe jam 3 pagi n ga berani tidur lagi krn takut kebablasan..hihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya aku ada tugas konsinyering dari hari Senin ampe Rabu..Giling dah.. 2 hari kerja sll ampe jam 3 pagi..Huh..ga bener itu, PNS disuruh kerja kek swasta..wong gajinya aja beda..hahahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naik bus dari Ciawi sampai Terminal Kampung Rambutan..&lt;br /&gt;Ampe Jakarta Pukul 06.30 n langsung naik taxi biar bisa ampe rumah n bisa tidur bbrp jam bfore kembali ke kantor..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Denger logat supir taxi keknya logat orang batak deh..hehehehe..Aku pun btanya "Batak pak ? "ya" jawabnya.. Lanjut ku "Marga apa lae?" Jawabnya "Halak Batak do hamu?? Hurip ku halak Jawa hamu lae" sambil tsenyum lae itu.. "Marga Situmorang aku lae".. Aku pun menjawab sambil tertawa "Sirait"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngobrol2 dg Sitor ini menyenangkan juga.. Dia bercerita pernah gawe di Medan, Palembang n Jakarta. Pernah jadi preman n supir metro mini sebelum akhirnya jadi supir taxi..hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang menarik ketika Sitor ini menceritakan keluarganya.. Jadi Sitor baru pindah ke daerah Ciledug stahun yg lalu..sebelumnya tinggal di daerah Kampung Rambutan..Sitor membawa keluarganya pindah krn takut anak2nya pake Narkoba..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anaknya ada 3 orang.. Yg paling bsar di SMP Strada di deket rumah ku..&lt;br /&gt;Aku sempet agak heran krn SMP Strada tuh menurut aku agak mahal untuk seorang supir taxi..N aku tanya kenapa skolah di Strada, apa gada sekolah yg lain..&lt;br /&gt;Jawab Sitor "Ada lae, cuma cam'mana..Sekolah yg bagus cuma SMP Strada yg deket2 Ciledug.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu aku pun bertanya gimana sekolah anak2nya..&lt;br /&gt;Sitor "Ah..dulu waktu smp negeri di Kampung Rambutan..rangking 1 anak2 ku di sana..skarang Di Strada semester lalu rangking 18 skarang lumayanlah rangking 8" dengan muka agak ditekuk..&lt;br /&gt;Aku pun menjawab "Hebat dong anak2 lae"&lt;br /&gt;Sitor pun kebingungan "Apanya yg hebat rangking 8 lae??"&lt;br /&gt;Akupun menjelaskan asal2an "Bayangin lae..pertama kali masuk SMP Strada, anak lae rangking 18 lalu semester berikutnya rangking 8, brarti anak lae mampu membaca situasi n beradaptasi dg keadaan.. "&lt;br /&gt;"Bayangin anak lae yg harus naek angkot bbrp kali untuk sampe skolah dibanding dg anak2 orang kaya yg pake supir n mobil pribadi ke sekolah".."Bayangin gimana anak2 lae yg sorry hanya anak seorang supir taxi tidak malu n risih btemen dg anak2 orang kaya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sitor pun menjadi ceria.."Ah..bener juga pendapat lae, emang anak2 ku itu rajin belajar n ga minderan.."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(itulah enaknya ngobrol dg orang Batak, bisa apa adanya tanpa tsinggung..kalo ama orang lain mungkin dianggap aku ga punya etika krn membanding gajik etc..Well dont be afraid to tell the truth of u)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akupun menaikkan semangatnya "Jadi ga sia2lah kerja keras itu ya lae??"&lt;br /&gt;Sitor sambil tsenyum lebar "Ah lae..cam'mananya..bgitulah cari makan lae.. emang sie jadi tenang n puas kerja itu krn tau anak2 ga macam2 n suka belajar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun btanya lagi "Lae kerja dari jam brapa ke brapa"&lt;br /&gt;Sitor "Dari jam 4 pagi sampai jam 12 malam lah"&lt;br /&gt;Aku " Ga sempet liat anak2 dong"&lt;br /&gt;Sitor "Lae, aku ini hanya orang bodoh..tau ku hanya cari makan untuk kluarga, biarlah istriku yg didik anak2..Malu aku kalo ktemu anak2 ku krn mereka lebih pintar dari aku"..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;etc...etc...etc...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;What r the point of the story ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Anda harus menetapkan standar yg anda inginkan dalam hidup ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situmorang supir taxi tersebut hanyalah seorang supir taxi..Bedanya dengan kebanyakan orang.. Dia telah menetapkan standar tertentu ttg masa depan keluarganya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukan standar ttg gaya hidup, bukan standar penampilan..bukan standar apapun yg dapat diliat kasat mata manusia..Situmorang membuat standar yg realistis n jelas dalam visinya ttg masa depan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Anda harus bekerja keras dengan penuh Iman n Pengharapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa anda bayangkan bgitu banyak orang pintar n kaya yg hanya punya 1-2 anak yg hidup dg kekuatiran takut harta benda habis etc..anaknya diberi semua fasilitas tanpa ada tantangan untuk mendapatkan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya orang2 kaya n pintar tsb telah kehilangan kemampuan tbaiknya ktika terlena dalam kenyamanan hidup sesaat yg tengah dinikmatinya.. Kenapa aku berani bkata demikian ?? Karena tidak ada seorang pun tau ttg Kehidupan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Situmorang..dia jalani hidup tanpa takut akan kekalahan.. Btw, mungkin itulah salah satu keuntungan jika anda tidak mempunyai harta benda berharga dalam hidup.. Anda jadi lebih menghargai Iman dan Pengharapan.. Keknya ada buku tua yg menulis tentang Iman, Pengharapan dan Kasih deh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kenalilah diri anda sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Situmorang supir taxi tersebut tau ttg dirinya sendiri.. Dia tau kelemahan n kekuatannya, Dia hidup dengan itu.. Ktika anda mengetahui diri anda sendiri, maka anda bisa menghargai diri orang lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti Situmorang yg mempercayakan masa depan keluarganya pada seorang wanita yg menjadi istrinya.. Hal itu menunjukkan bahwa Situmorang menghargai istrinya diatas segala2nya dalam hidup ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ini juga sebagai pembuktian.. siapa bilang jadi ibu rumah tangga bukan sebuah karir ?? Hanya orang bodoh yg mengatakan hal tsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak2 adl investasi akan masa depan sbuah keluarga..Seorang Ibu adalah CEO yg mengatur proses produksi hingga dapat Harga Pokok Penjualan/COGS. Dan ibu pula lah yg menentukan kualitas akan anak2nya.. Jika dianalogkan..Maka seorang ibu harus mampu memberikan smua yg tbaik dari hidupnya agar anak2nya bhasil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menyatakan bahwa jika anak2 anda menjadi pintar n kaya raya suatu hari nanti maka anda akan bahagia.. Aku tidak katakan jika anak2 anda pake narkoba brarti langit telah runtuh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagian tidak dapat diukur dg paramater apapun krn stiap orang mempunyai variabel n handi cap masing2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku hanya ingin katakan.. Membesarkan anak2 adalah hal yg paling susah di dunia ini..krn anda tidak berhak memasukkan cara bpikir anda ke dalam otak mereka.. Anda hanya berhak memberikan wawasan agar anak tsb mampu memutuskan apa yg tbaik dalam hidupnya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan hak anda yg sangat sedikit..anda mempunyai kewajiban bgitu bsar..Anda harus membuat anak mengeluarkan smua kemampuan tbaiknya.. Anda harus memberi tangan ktika anak anda jatuh ke dalam jurang tdalam n mnyadarkannya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tberat adalah ktika anda harus mengalah banyak hal tmasuk emosi thd anak2 anda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ga salah dalam suatu agama ada sbuah ritual yg mengharuskan orang tua untuk berjanji membesarkan anak2 mereka menurut jalan Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Anda harus menentukan apa yg anda inginkan dalam kehidupan ini n peran  anda  dalam dunia ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pernah membaca sebuah buku tua..dimana seorang raja pernah di tanya oleh Sang Dewa "Wahai raja, apakah yg engkau inginkan, kekayaan, kehormatan atau kehidupan" Maka sang raja itu pun menjawab "Gusti  Allah..jika permintaan hamba bkenan kepada Gusti, maka hamba meminta kebijaksanaan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku sll bpikir btapa  dalam analisa  sang raja ini krn dari kehidupannya, raja ini tau, bahwa yg diinginkan dalam hidupnya adalah kebijaksanaan.. Hidup ini bukan matematika dengan sgala hitungan  pasti.. Hidup ini bukanlah  Hukum Manusia dg sgala peraturannya.. Hidup ini ada yg kita sebut Grey Area..dimana kbijaksanaan harus diambil dg dasar pemikiran, pemahaman dan keyakinan akan sbuah kputusan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ktika anda telah menentukan tujuan hidup anda..maka tidak lah susah untuk menentukan peran anda dalam kehidupan ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku selalu menanamkan dalam hati dan pikiran, bahwa aku hanyalah seorang pelayan.. hanya pelayan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So jika nanti aku diijinkan berkeluarga n punya anak2.. maka aku hanyalah seorang pelayan akan masa depan keluarga ku nantinya..So aku tidak pernah bahwa karir adalah sgala2nya.. Bagi aku karir  hanyalah alat agar dapat memberikan kewajiban yg tbaik buat kluarga aku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Temukan Tuhan dalam kehidupan Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda jangan banyak berharap ketemu Tuhan ktika anda ke Rumah Ibadah.. Jangan berharap bertemu Tuhan ketika Anda ke Panti Jompo atau ke Panti Asuhan.. Jangan berharap bertemu Tuhan ktika ke Penjara..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temuilah Tuhan di sgala tempat, sgala waktu dengan segenap akal budimu, segenap jiwa mu dan dengan segenap hatimu.. Dan cintailah Tuhan Allah mu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku pun jadi teringat akan orang tua ku..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ktika aku masuk SMA Taruna Nusantara..Mama ku hanya memberi sbuah Alkitab sambil bkata dgn mata ingin menangis.. "Rajin belajar n bdoa ya sayang..." Eh ga taunya bdoa pun jarang.. belajar pun ga pernah hihihihi... Emang gue pikirin..wong mama ku tetep sayang aku koq hahahahaha...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Alkitab tsb ada surat dari Bapak ku n katakan bapak ga bisa datang ke pelantikan penerimaan siswa baru di Magelang..karena ada pekerjaan.. N jika bapak ga datang bukan krn bapak ga sayang padaku, krn bapak harus melaksanakan tugas seorang laki2 mencari makan.. N now, i understood what it meant..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku jadi teringat akan lagu Il Divo yg judulnya kalo ga salah Mama.. yg dalam liriknya ada kata2 " Mama i am thank you for who i am..Thank you for i am being not.. Thank you for the love i have..all my life.." N juga lagu dari Ada Band yg judulnya "Ayah".. Ayah dengarkan betapa sesungguhnya ku mencintai  mu.. Ku trus bjanji akan penuhi pinta mu..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N Now I am thank you for them..that now i am as i am..&lt;br /&gt;I just want to say..how much i love them.. How much I appreciate them..N How I am proud bout my family&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh ya..sebagai orang Batak.. ktika aku ikut kumpulan orang Batak..Ga pernah tuh ada orang Batak yg nanya, sudah brapa rumah mu, mobil mu, sawah mu etc.. Yang ditanya pasti.. Ai songon dia anak hita ?? Didia karejo ?? Nunga lulus siapudan i?? etc..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau ga ortu aku orang yg miskin secara harta..btw, ortu ku dg bangga dalam kemasan rendah hati pasti menceritakan 5 anaknya yg sedang menuju meniti anak tangga keberhasilan... Ortu mana yg ga seneng ktika 5 anaknya jadi sarjana n gada yg nganggur..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa bayangkan gimana ortu ku harus jual harta benda hanya untuk anak2nya sekolah n krn anak2nya mau ikut kursus ?? Bisa bayangin gimana kami harus makan apa adanya asal bisa sekolah?? Masa itu telah blalu, yg slalu tetap ada adalah spirit bahwa masa depan dgn penuh harapan adalah sgala2nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan adalah sst yg layak untuk diperjuangkan dengan Cinta, Iman dan Pengharapan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari nanti ktika Mama ku meninggal maka aku akan katakan.. "Mama, thank u for being the music n the soul of my heart"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;N to my Papa hmmm I would like to say "Pa, Thank u for make me a better man"...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damn...how can i bcome so melankolic.. I HATE THAT!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-74928816776014060?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/74928816776014060/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=74928816776014060&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/74928816776014060'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/74928816776014060'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/family.html' title='A Family'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-671551485941235085</id><published>2007-04-05T19:08:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:10:22.436+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey'/><title type='text'>Padang West of Sumatra</title><content type='html'>Oya saya mau dokumentasikan kegiatan trip ke tiga daerah di awal taun 2007 ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;First, West Sumatra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mid January, saya ke Sumatera Barat dengan BudiPru n Arcon, rekan sma.. Niat awal emang mau jalan2, so cuti bbrp hari..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berangkat bdua dg Arcon, sedangkan BudiPru+istri bsoknya karna alasan tiket.. Ampe di Padang, kami dijemput 2 rekan sma, kalo ga salah namanya Ismal n Cece..Tadinya saya pikir mereka tuh pacaran hehehe..pan mereka 1 sma, sama2 kul di bandung n 1  angkatan..rupanya enggak.. agak aneh juga hihhihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas makan malam, datanglah Bang Syarwedi..aseli awalnya saya ga inget nama n orangnya..untung pas ktemu n liat cara jalannya errr saya yakin ini senior hihihi..Lumayanlah hari pertama di Padang nginep di hotel bintang 4 dibayarin bang Syarwedi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya jalan2 bdua dg Arcon kllg kota Padang nyewa motor satpam hotel ;p..&lt;br /&gt;Saya sempet mampir di Gereja Santa Theresia, sjenak bdoa memohon plindungan slama jalan2 di Sumbar..halah kek orang alim aja hihihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari kedua after lunch berangkatlah ke Bukit Tinggi sbg base camp selama di Sumbar.. Sampai di Bukit Tinggi ktemu dg Ari Kurniawansyah dan Heri Setiawan.. Emang dari awal udah ksi tau mo kesana.. Lumayan, dapat pinjaman mobil..&lt;br /&gt;Oya, ketemu juga dg temen kantor Yudi yg kebetulan dinas di Bukit Tinggi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dapat hotel kita pun kembali ke Padang untuk jemput BudiPru di bandara Painan (kalo ga salah ya)..Rupanya Ari (istri BudiPru) ga bisa ikut krn sakit..well sedih juga seh.. (btw,untung juga doi kagak ikut hehehe)..Sempet mampir ke  kota Padang  untuk anter Yudi pulang ke rumah.. Rupanya si Yudi tiap hari pp Padang-Bukit Tinggi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah hari ketiga inilah mulai perjalanan..melihat Danau Maninjau, Danau Singkarak, Ke Gua Jepang, Ngarai Sianok, Puncak Lawang, Lembah Harau etc..travelling by car..Yg menyedihkan dari kami btiga, yg bisa bawa mobil cuma saya sendiri, jadi hmmm tidak terlalu mengenakkan hehehehe..giling dah, capek banget jadi supir seharian slm bbrp hari boo..Sempet pula ikut kbaktian minggu di gereja..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya katanya di deket Bukit Tinggi ada sate padang yg tkenal namanya Mak Syukur..giling dah stelah mampir ktiga kali  baru bisa makan di Mak Syukur.. Bodohnya saya, saya tuh semangat banget pengen ke Mak Syukur..Nah pas sampe Mak Syukur, saya baru sadar ga suka sate padang..bumbunya aneh menurut saya.. halah...dengan gebleknya saya nanya ke pelayan kalo ada sate kambing kecap or kacang hahahaha..tpaksa deh makan sate padang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet ktemu Susi n mampir ke rumahnya di Solok..Susi itu temen sma yg kebetulan baru ketemu..Sempet ketemu temennya Arcon yg baru Barale, bused dah, capek makan malam mulu dlm 1 hari krn doi Barale..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet juga pecah ban di kelok ampe ampe (Kelok 44)..wah tuh kacau banget krn di jalan yg menurun terjal n belok2, mana banyak monyet pula jd rada serem..untung ada kjadian yg bikin ktawa gara2 Arcon mau minjem dongkrak ban pada mobil yg lagi markir..Rupanya didalam mobil tsb ada 2 anak manusia yg sedang memadu kasih halah hehehehe..Ktika Arcon samperin, ceweknya langsung "muntah2".. Saya n BudiPru ngakak di mobil.. Tambah lagi pas turun, bused dah bau busuk bangkai or etc ga jelas gitu..Kami bdua ngebayangin koq bisa tahan bduaan di tempat yg bau banget hehehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas mo balik ke Padang untuk ke Jakarta, eh rupanya hotel dibayarin ama temen2 sma..asik banget hehehe..sudah dapat mobil gratis, hotel gratis pulak.. What a friend are for hahahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah pas di bandara, rupanya pesawat cancel sehari jadi harus nginep di Padang..bete banget deh krn buru2 dari Bukit Tinggi, masih nunggu bbrp jam di bandara then got the news cancel..hiks.. Btw, ada untungnya pula  jadi bisa jalan2 lagi malam itu dg Cece dan Bang Syarwedi+istri.. N sempet pula beli oleh2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya malamnya sedikit ada masalah dg Arcon...Ampe saya n BudiPru ga kuat menanggung malu ampe ngakak di kamar.. Mungkin Arcon menahan perasaan sakit hati selama jalan dg kami hihihi..Sorry con..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya bsok paginya kami pulang dg selamat sampai Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan yg saya dapat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumbar tuh indah, alamnya bagus, banyak tempat pariwisata, suasana di tiap kota tertib dan bersih, jalanannya bagus2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ktemu temen2 like Bang Syarwedi,Yudi, Ismal, Cece, Susi, Ari Kur, Heri S, Opung Nehru sungguh menyenangkan..krn meliat tampang2 mereka yg bahagia even mereka ngebayarin kami yg jalan2..krn keknya mereka seneng ktemu kami hahahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biaya yg kluar???? please deh..kami hanya kluar ongkos bensin..intinya kami ga kluar biaya sedikitpun jalan2...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hope oneday, i can go there again..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps.. To my mates in Sumbar.. I really2 thank you for you n your family hospitalities n services.. Miss u all..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga percuma emang pernah satu padepokan di Magelang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cao...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-671551485941235085?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/671551485941235085/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=671551485941235085&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/671551485941235085'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/671551485941235085'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/padang-west-of-sumatra.html' title='Padang West of Sumatra'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-475094693948177497</id><published>2007-04-05T19:07:00.001+07:00</published><updated>2007-04-05T19:07:57.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey'/><title type='text'>Palembang South of Sumatra</title><content type='html'>Second, South Sumatera..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 4-8 Maret kebetulan saya dinas ke Palembang..Kate orang, rejeki emang kagak kemana2 heheheh.. Saya gantiin temen yg ga bisa ke Palembang..kebetulan saya pun blum pernah ke Palembang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Brangkat dari Jakarta tanggal 4 sore..rupanya ke Palembang tuh ga lama di pesawat, mungkin skitar 50 menit koq.. wong tidur blum puas udah dibangunin ama pramugari..hohoho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ampe di Palembang langsung menuju hotel Al Fath di Jl. KS Tubun..Pas sdh taro barang, sempet jalan2 ke Pasar Cinde n Mall JM (kalo ga salah) Balik ke hotel, istirahat sejenak then malemnya di jemput ama staf kantor untuk makan malam..kliling kota sebentar sambil makan duren then balik ke hotel..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, hotel Al Fath agak lucu menurut saya.. Jadi jam 12 malam hotel itu di gembok pake teralis..gilingkan..hotel koq di gembok..nah krn saya suka baca, stiap jam 1 padi sll ada yg sperti orang yg mau buka pintu n ketok2..padahal gada suara langkah kaki n gada bayangan kaki di bawah pintu.. Saya seh cuek aja..maksudnya dicuekin..gara2 takut buka pintu kamar hihihihi..siapa tau hantu..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..di Palembang ga sempet jalan2 krn tiap hari harus ada di kantor wilayah untuk workshop so..n malemnya makan dg rekan2 kantor dr Palembang..so statis..agak menjemukan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lagipula menurut orang yg tinggal di sana, Palembang tuh agak rawan di malam hari n untuk pendatang.. No wonder jarang turis ke sana kalee..hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bikin enyak  krn ktemu dg Erwin n Weni serta anak mereka; Arya; pasangan suami istri yg 1 angkatan masuk kerja.. jadi agak ga canggung di Palembang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sempet di ajak jalan2 ama Mas Cory, Mike n Novy ke Plaju untuk makan Mpek2..giling jg orang Palembang, bisa makan Mpek2 sblum makan nasi hihihihi..pan asem tuh cukanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Krn ksibukan pula ga sempet ktemu temen2 sma yg di Palembang n ga sempet ktemu kluarga n ga sempet nyari nama jalan yg make nama opung saya..hiks menyedihkan..jadi bingung euy, kalo di tanya orang apakah pernah ke Palembang maka jawabannya pernah, lalu kalo di tanya kemana maka jawabannya hanya ke Gedung Keuangan Negara di Jalan Kapt A Rivai..lha itu namanya bukan ke Palembang..itu hanya ke kantor yg kebetulan letaknya di Palembang, iya tho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya, mama saya kbetulan lahir di RK Charitas Palembang n pas nanya orang kantor, rupanya RK Charitas 1 tembok dg kantor saya hehehehe..&lt;br /&gt;Selama di Palembang denger kabar Garuda terbakar di Jogja n gempa di Padang.. sempet nanya kabar temen2, untungnya mereka baik2 sajah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau mampir ke tempat ibadah juga tak enak krn bareng orang kantor semua, untungnya ada yg kirim sms "Sesungguhnya aku telah menenangkan dan mendiamkan jiwaku..Aku hendak sujud ke arah Bait Mu yang Kudus dan memuji nama Mu oleh karena KasihMu dan SetiaMu.."Jadi stiap hari mo ke kantor mesti lewat n liat tuh gereja, kagak tau gereja apa hehehehe.. n saya pun inget sms tsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai kerja hari kamis siang, sempet mampir ke rumah Erwin n Weni so bisa pamitan dg orang tuanya Weni n ketemu Arya yg sedang lucu2nya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya sore harinya dg dibekali ampao n oleh2 oleh rekan2 di Palembang hehehehehe..kebiasaan orang daerah kalo liat orang pusat kaleeee;p.. kami pun balik ke Jakarta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan selama di Palembang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm..rekan2 kantor di Palembang baik2 n juga yg dari daerah lain..mungkin krn cuma ktemu bbrp hari heheheheh..kalo sebulan lebih, pasti kliatan aslinya;p&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pekerjaan..hmm..bisa diselesaikan even menurut saya pribadi tidak sempurna sbg team work..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Palembang jika dibandingkan dg Padang, sepertinya jauh lebih maju perekonomian Palembang..Sedangkan dari tata kota keknya bagusan Padang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, if oneday saya mesti dinas di Palembang, saya rasa saya bisa tuh hidup di Palembang hihihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup Wong Kito Galo...hohohoho&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-475094693948177497?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/475094693948177497/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=475094693948177497&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/475094693948177497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/475094693948177497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/palembang-south-of-sumatra.html' title='Palembang South of Sumatra'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-7341195588521819375</id><published>2007-04-05T19:05:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T19:06:20.922+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Journey'/><title type='text'>Solo Central of Java</title><content type='html'>Trip Trilogy III&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Solo, Central of Java..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bgitu kamis tanggal 8 Maret 2007 ampe Jakarta, besoknya saya harus berangkat ke Solo.. Ini karena Prihatin, temen 1 angkatan masuk gawe n sialnya satu ruangan dg saya slm bbrp taun harus menikah hehehehe.. Padahal saya tuh orang yg paling males kalo disuruh ke pesta2 apalagi kalo sudah diluar jakarta.. Bekasinya saya pasti ga datang.. Ya itu dia..saya ke Solo krn Prihatin tsb ngerayu2 ga mempan, ngejek2 ga mempan juga.. akhirnya saya pun harus menghargai usaha keras dia untuk memaksa saya berangkat ke Solo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kumpul dg rekan2 kantor di kantor..Rencana awal brangkat jam 6 eh..molor ampe jam 9 malam..mana saat itu Jakarta lagi ujan badai deras tak ada juntrungan.. Yg berangkat dr Jakarta tuh, Mas Anton, Joko, Rinto n saya..Tadinya rencana banyak sampe nyusut 5 orang, pd saat mo brangkat rupanya Dwi ga bisa ikut krn tetangganya wafat.. Lumayanlah cowok semua n bisa bawa mobil..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Start awal saya bawa mobil..giling dah baru ampe Bekasi jam 11 malem, akhirnya mampir dulu di Pompa Bensin yg ada Starbuck..Jam 12 malem baru start berangkat.. Saya bawa mobil ampe Cirebon..bener2 melelahkan krn ujan yg mengguyur n membuat macet n lambat kendaraan.. Ampe Cirebon jam 4 subuh..Ganti supir yaitu Mas Anton..Mas Anton bawa mobil dari Cirebon ampe Semarang..sempet mampir breakfast di Soto Bangkong jam 9 pagi..dari Semarang to Solo yg bawa tuh Joko..giling dah ampir kecelakaan di daerah Kartasuro..akhirnya tiba pula di Solo jam 12 siang.. Kebayang ga seh lamanya perjalanan kalo semuanya supir hehehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami nginep di rumah ortunya Mas Anton, bused dah tuh rumah gede banget booo..cukup untuk tinggal 1 rt kalo lagi banjir hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Solo akhirnya ktemu temen2 yg mo ke kawinan Prihatin spt Hermanu, Edgar, Susanto n Joshua.. So malamnya kami pun makan malam n jalan2 di skitar Solo.. Kota Solo rupanya sedang2 aja.. enak juga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu pagi, saya, Joshua n Edgar  ke gereja dulu sblm ke kawinan Prihatin..&lt;br /&gt;Sepertinya Prihatin bahagia meliat saya datang hahahahaha..mungkin dia ga nyangka saya mo datang stelah bcapek2 ria dinas ke Palembang..hehehehe..ga ding.. saya liat Prihatin bahagia n mantap dengan pilihan hidupnya.. N I am happy for that..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oya akibat ulah Joshua, saya jadi nyanyi di kawinan Prihatin..hmm..lagunya melo banget (jadi malu ;p).. Akhirnya Ku Menemukan Mu n When I am Falling In Love..hahahahaha.. lumayanlah dapat saweran dari temen2 hihihihihi...nyesel juga kenapa ga ikut Indonesia Idol halah hehehehehe...At least ada juga manfaat latian paduan suara waktu masih muda..;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas mo pulang sempet jalan2 ke SGM..tau ga apa tuh SGM?? saya juga ga tau heheheh..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Solo Mas Anton bawa mobil ke Semarang, mampir sebentar untuk diner di Simpang Lima n ktemu adiknya Mas Anton.. Dari Semarang to Cirebon, saya bawa mobil..Kebetulan cuaca cerah n jalanan agak sepi..Disini baru keluar didikan driver sebenarnya hihihi..Semarang Cirebon ditempuh dalam waktu 3.5 jam boo..temen saya aja bilang bener2 supir medan..yeee..siapa juga yg pernah di Medan..Dari Cirebon ampe Cikampek, Mas Anton yg bawa mobil..Neh orang giling juga bawa mobilnya.. Cikampek to Lapangan Banteng, Rinto yg bawa.. Neh orang paling giling..kebayang ga, Cikampek-Lapangan Banteng ampe 1.5 jam..bused dah lambat banget bawa mobilnya..bete di mobil.. Joko ga berani lagi bawa mobil gara2 ampir kecelakaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan selama di Solo..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solo kota yg enak.. Oneday saya bsedia jika ditugaskan di Solo hehehehe..&lt;br /&gt;Saya baru tau di Solo ada 2 kerajaan, yaitu Mangkunegara n Kasunanan.. Ironicnya..perbedaan antara dua kerajaan tsb adalah yg  pernah membelot/membela penjajah n not..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gembira meliat akhirnya Prihatin menikah, ga usah diceritakan deh gimana riwayat petualangan Prihatin hehehehehe..ga ding..Pri orangnya baek koq..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya seneng dijamu dengan baik oleh keluarganya Mas Anton.. well ga sia2lah ke Solo hihihihi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At the end inilah akhir cerita Trip Trilogy saya selama awal taun ini..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nantikan trilogy berikutnya ke Yogya..hiks..saya dapat tugas belajar selama 2 taun di Bulak Sumur..ginilah nasib orang bodoh..harus belajar..coba kalo saya pinter pan ga disuruh skolah lagi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Btw, ntar aja ceritanya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-7341195588521819375?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/7341195588521819375/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=7341195588521819375&amp;isPopup=true' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7341195588521819375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/7341195588521819375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/solo-central-of-java.html' title='Solo Central of Java'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-4916164074180480858</id><published>2007-04-05T15:00:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T18:44:45.311+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Fiscal'/><title type='text'>Pegawai Negeri Sipil</title><content type='html'>PNS..hmm..truth, saya ga tau tuh ttg PNS sblm saya gawe di Depkeu.. wong Depkeu aja saya ga tau dulu hihihi..Waktu sblm jadi PNS, saya emang tmasuk rakyat yg ga peduli pada pemerintahan dg tetek bengeknya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skarang ini, PNS dibagi 2 yaitu PNS Pusat dan Daerah..Bcoz wot ?? Skarang ada UU Otonomi Daerah shingga PNS pun dibagi bdasarkan kepentingan pemerintahan.. &lt;br /&gt;Saat ini yang disebut PNS Pusat tuh kalo ga salah itu spt Dephankam (TNI/POLRI), Dep Luar Negeri, Dep Keuangan n Kejaksaan. Artinya PNS Pusat bisa mutasi antar daerah.. Misal saat ini saya di Jakarta, mungkin 3 tahun lagi di Jawa Tengah, 8 taun lagi mungkin di Sumatera Selatan etc.. Sedangkan PNS Daerah tuh, ya..kalo doi di Pemda DKI Jakarta, ampe pensiun ya di DKI Jakarta paling mutasi ke Jaksel, Jakut, Jakpus etc..pokoke paling mentok Pulau Seribu hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penerimaan pegawainya pun beda..Makanya penerimaan PNS Pusat tidak pernah bareng dg penerimaan PNS yang sering bikin rusuh hehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini dengan adanya kterbukaan, banyak permasalahan yg timbul akibat PNS..Nah kita batasi pada korelasi dengan perekonomian.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tau kan kalo jumlah PNS tuh banyak banget ?? hehehe.. Nah mari kita coba breakdown permasalahan yg ada shingga kita bisa memahami dg baik kendala mengenai PNS.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo ga salah, taun 60an inflasi di Indonesia tuh tinggi banget ampe ratusan persen..bahasa sederhananya saat itu rakyat Indonesia sangat miskin, pernah liat pilem G30S/PKI dimana rakyat antri untuk beli beras.. Bayangin untuk beli beras aja ga mampu.. Nah pada taun 70an, pemerintah yg bkuasa menerapkan kebijakan fiskal yg berbeda yaitu mengijinkan investor asing masuk ke Indonesia.. Saat itu banyak perusahaan asing yg masuk spt di perminyakan, pertambangan, adanya pembangunan gedung2 etc.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibatnya ? uang pemerintah banyak, disisi lain banyak juga manusia yg belum dapat rejeki..Akhirnya pemerintah mengeluarkan Program Padat Karya..Artinya banyak orang yang dimasukin kerja di pemerintahan dan bumn.. Dan tentu saja kriteria penerimaan pegawai pada saat itu sesuai kaidah ilmu yg ada ya..dikurangi2 dikitlah kriterianya;p ada nepotismenya hihihihi..ga seperti skarang gini mau cari kerja aja banyak kriteria yang ruwet buanget deh..tes2nya aneh2 pula.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa pemerintah membuat Program Padat Karya ?? Nah kita masuk ke perekonomian neh..&lt;br /&gt;Hitungan pemerintah saat itu..misal kalo ada duit pemerintah 10 juta.. maka lebih baik pemerintah membagi duit tsb ke 10 orang daripada kepada 1 orang..Kenapa ?? krn kalo 1 orang dikasih 10 juta, berapa seh yg dipake untuk kbutuhan sehari2 ?? paling 4 juta, itupun udah hura2..jadi orang tsb masih bisa saving 6 juta.. (Rumus sederhana adl Tabungan = Phasilan - Pngeluaran yaitu 6 = 10 - 4) sedangkan jika 10 juta dibagi ke 4 orang.. brarti kemungkinan total pngeluaran 4 orang tsb lebih dari 4 juta mungkin ampe 8 juta..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya pemerintah memberi phasilan kpd banyak orang shingga scr tidak langsung perekonomian pun bergerak ke arah positif akibat jual beli dipasar..krn makin banyak orang yg menjual barang n banyak pula orang yg beli barang..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin dasar pemerintah menerapkan Program Padat Karya di pemerintahan dan bumn..biar gaji sedikit at least banyak orang yg mendapatkan rejeki.. dan pada saat itu memberikan kontribusi positif bagi perekonomian shingga inflasi pun turun dg drastis..Makanya PNS tuh banyak banget biar perekonomian meningkat.. And we knew all, it was success..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Okeh..kita sudah sampai pada poin mengapa PNS sangat banyak.. Pertanyaannya, apakah itu salah ?? Tgantung.. tgantung situasi n kondisi..itulah yg dinamakan kebijakan.. tidak ada kebijakan yg abadi..smua kbijakan harus bisa beradaptasi dg keadaan..&lt;br /&gt;Pemerintah dan masyarakat melakukan kesalahan krn tlena dg keadaan ekonomi yg kasat mata tlihat sll meningkat..Jadi ksalahan bukan hanya pada pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat tjadi krismon..barulah smua yg kliatan didepan mata baru berani diungkapkan..btapa banyak kebobrokan bangsa ini yg disebabkan kesalahan2 oknum pemerintah dan diamnya masyarakat..Padahal dalam kehidupan sehari2 kita tbiasa dengan pelayanan yg buruk dari PNS..seperti harus pake uang aneh2..birokrasi yg lama etc..Ini akibat gaji PNS sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan hidup plus biasanya jika kualitas SDM rendah, pasti SDM tsb akan mencari celah2 yang aneh untuk mendapatkan phasilan tambahan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita tidak menyadari dg detail apa yg tjadi..Contoh sederhana, pernah liat truk2 angkut barang kan ?? Nah bisa bayangkan jika truk2 angkut barang tsb harus bayar di tiap tikungan kepada oknum2 aparat PNS.. Tau ga dampaknya?? Smua biaya yg dikluarkan untuk angkut barang tsb ditambah kepada harga penjualan barang.. dalam artian mungkin sebenarnya kalo gada pungli barang tsb harganya cuma Rp.10.000, krn ada pungli jadi Rp. 30.000,. Bisa kebayang kita harus beli barang lebih mahal Rp. 20.000, akibat pungli.. Inilah yg disebut Biaya Ekonomi Tinggi..Banyak uang untuk kperluan yg seharusnya gada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini akibat kebijakan Program Padat Karya yg telah melewati batas waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya ttg PNS, baru kita melek btapa banyak PNS di Indonesia..Dan kualitas SDM pun diragukan..akibat penerimaan PNS yg banyak nepotisme.. Keadaan pun diperburuk dg perkembangan teknologi yg bgitu cepat shingga banyak pekerjaan yg sudah tidak memerlukan banyak orang..Kita bisa bilang sbg bangsa, kita tlambat untuk beradaptasi dg keadaan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yg dilakukan pemerintah saat ini ?? Pemerintah tidak bisa langsung memecat PNS yang ada, jadi pengurangan PNS dilakukan dengan cara pengurangan normal yaitu pensiun.. Dan penerimaan PNS pun tidak dilakukan tiap taun..Plus dengan btambahnya anggaran untuk pendidikan, maka PNS yang diangkatpun diprioritaskan guru2 untuk meningkatkan pengetahuan generasi muda..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya di Depkeu..Saat ini penerimaan PNS untuk tingkat sarjana aja sudah 5 taun gada..jadi hanya dari STAN..Padahal PNS di Depkeu yg pensiun pun sdh banyak..Artinya Depkeu trus menerus mengurangi PNS sampai titik yang ideal dengan kualitas yg tinggi dan dengan bantuan teknologi..shingga plaksanaan pekerjaan pun bisa dilakukan efisien..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi kita ga perlu marah2 or hanya bisa mengkritik..Negara kita ini pasti akan kearah yg lebih baik..terlambat lebih baik daripada tidak ada perubahan..Toh sebuah negara itu sama spt manusia yg sedang btumbuh hingga menjadi stabil.. Jika kita beranggapan pemerintah itu lambat..wajarlah birokrasi di negara manapun pasti gemuk..orang gemuk kan lambat gerakannya;p.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan mengharapkan perubahan itu sesuai ekspetasi kita masing2..krn sgala sst itu pasti indah pada waktunya..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-4916164074180480858?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/4916164074180480858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=4916164074180480858&amp;isPopup=true' title='3 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4916164074180480858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/4916164074180480858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/pegawai-negeri-sipil.html' title='Pegawai Negeri Sipil'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-793553306543698397.post-1746950277500446648</id><published>2007-04-04T11:45:00.000+07:00</published><updated>2007-04-05T14:25:15.951+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='The Fiscal'/><title type='text'>Departemen Keuangan Republik Indonesia</title><content type='html'>Saya hanya ingin menjelaskan tentang Departemen Keuangan RI, tempat saya bekerja secara gamblang ke orang2 tidak mengerti tentang Departemen Keuangan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stau saya, kebijakan ekonomi dibagi 2 yaitu Kebijakan Moneter dan Kebijakan Fiskal..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moneter adalah kebijakan yang tentang uang dalam ruang lingkup nilai uang, brapa banyak uang yg beredar, gimana menjaga kurs mata uang rupiah dengan mata uang asing dll.. Nah ini yang atur di RI adalah Bank Indonesia..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fiskal adalah kebijakan yang mengatur penerimaan, pengeluaran, pengelolaan keuangan n kekayaan negara..Gimana caranya dg uang dan sluruh aset yang dimiliki negara dapat dikelola dengan baik untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.. Nah yang atur ini di RI adalah Departemen Keuangan RI, tempat saya bekerja.&lt;br /&gt;Saat ini dipimpin oleh Ibu Sri Mulyani Indrawati (SMI ;p) yang pintar dan cantik..;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eh Depkeu punya Loga dan Slogan.. Kalo ga salah Negara Raksa Dana.. artinya saya sendiri ga tau.. Udah tau ini negara Indonesia..koq pake bahasa sanskerta hahahaha.. Keknya artinya Pemegang Dana Negara deh..or Raksasa di bidang keuangan hahahaha..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Departemen Keuangan tuh ada beberapa Direktorat Jenderal (kalo ga salah inget hehehe) dan beberapa Badan.. Dan itu diatur sesuai pelajaran mengenai Sistem Pengendalian Intern (pasti yg pernah kuliah tau deh pelajaran ini.. Kalo dikantor2 disebut SOP-Standard Operating Procedures)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Depkeu di bagi menjadi (menurut opini saya lho wong kalo baca peraturannya pusing euy hihihi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Penerimaan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Direktorat Jenderal Pajak..&lt;br /&gt;    Pada sering liat iklan "Orang Taat bayar pajak" hehehe.. or didatangin n ditagih2 ama orang         pajak..Nah Ditjen Pajak tuh ada dalam bagian Depkeu..&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;    Filosofinya, stiap orang, badan hukum (spt perusahaan firma cv etc) yang mendapatkan             penghasilan, harus menyetorkan pajak ke negara.. Kalo kita makan di resto pasti kena                 pajak..kalo kita beli pakaian pasti kena pajak..&lt;br /&gt;    Jadi intinya hidup ini emang dipajakin hahahaha..matinya juga lho;p harus bayar uang                 kuburan tiap taun hahahaha..halah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Direktorat Jenderal Bea Cukai&lt;br /&gt;    Pokoke kalo mau tau apa tuh bea cukai, jalan2 aja ke plabuhan or bandara..pasti ada bea             cukai..&lt;br /&gt;    Kalo liat di bungkus rokok pasti ada kertas cukai, kalo masukin barang dari luar negeri                 melalui  pelabuhan pasti ada bea..Kalo suka beli minuman beralkohol pasti kena cukai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sampai saat ini, Ditjen Pajak dan Bea Cukai yang diandalkan pemerintah untuk mendapatkan uang yg akan digunakan oleh pemerintah RI..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seh penerimaan negara lainnya yg disebut PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) lho koq dibedakan ?? iya, krn jumlahnya tidak terlalu besar dan dari berbagai departemen yang tidak bhubungan dengan pajak kek Lelang, Piutang, barang sitaan, kontrak kerja dll.. lalu juga karena penerimaannya tidak bisa ditargetkan spt pajak dan bea cukai..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pengeluaran keuangan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Direktorat Anggaran Perimbangan Keuangan.&lt;br /&gt;     Atas uang yang diterima negara itu kan harus dibagi2 ke masing2 departemen, badan,                  lembaga dan instansi pemerintah lainnya n pemerintah daerah spt provinsi dan kabupaten..     Mahluk2 yg saya sebut diatas tuh stiap bulan n tahun harus kasih rencana anggaran ke                 Depkeu.. Ntar di Depkeu diolah, boleh tidak dapat anggaran sgitu.. Misal taun lalu departemen     A minta dana rp xxx, ga taunya ga habis tuh..so taun ini anggarannya mungkin dikurangin..spt     gitulah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Direktorat Perbendaharaan.&lt;br /&gt;    Perbendaharaan ini seperti kasir negara.. Kalo kontraktor2 pemerintah selesai melaksanakan     proyek kan nagih ke pemerintah.. Nah mereka ambil duit di perbendaharaan..&lt;br /&gt;    Disini diperiksa smua dokumen untuk buktika bahwa emang negara punya kewajiban untuk         membayar pada kontraktor2 tsb..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Kebijakan dan Pengawasan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;a. Kebijakan Fiskal&lt;br /&gt;    Disini semua kebijakan dari masing2 departemen dan pemda2 yang menyangkut tarif dan         uang akan dikaji lagi..boleh ga diterapkan or not.. Yang gampang seh spt peraturan                         daerah/perda ttg retribusi..  kalo ga salah, perda2 yg menyangkut tarif di pemerintah daerah     harus konsultasi dulu n distujui or not tgantung Depkeu..&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;b. Bapepam dan LK (Badan Pengawasan Pasar Modal dan Lembaga Keuangan)&lt;br /&gt;    Tau Bursa Efek Jakarta N Surabaya kan.. Ntu diawasi oleh Depkeu..&lt;br /&gt;    Tau juga askes, jamsostek dll kan.. Ntu ntu mahluk diawasi juga oleh Depkeu..bagian dari             Lembaga Keuangan.. Lembaga Keuangan Perbankan diawasi oleh BI. Selain itu seperti Dana     Asuransi, Pensiun, Akuntan, Penilai dll diawasi oleh Depkeu..&lt;br /&gt;    Kenapa mesti diawasi ?? ya iyalah..krn pemerintah harus melindungi kepentingan                         masyarakat..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Pengelolaan Kekayaan Negara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Direktorat Kekayaan Negara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini direktorat tempat saya kerja lho.. baru berdiri.. Herankan kenapa negara sebesar Indonesia baru ada badan yang mengelola kekayaan negara hahaha..saya juga bingung..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah dengar LKPP (Laporan Keuangan Pemerintah Pusat)?  bagi para akuntan pasti ngerti deh..dgn istilah "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer&lt;/span&gt;" Artinya tuh..laporan keuangan pemerintah pusat tidak dapat diyakini kebenaran data2nya.. Salah satu alasannya adalah yg bhubungan dengan aset negara.. Bcoz wot? Karena selama ini data2 di laporan keuangan mengenai aset selalu pake angka historical cost.. Misal neh.. tau gedung Depkeu di Lapangan Banteng ? itu tuh yg dket atrium/terminal senen.. Nah bisa bayangin jika tanah n gedung Depkeu tuh bdasarkan data hanya bnilai 500 juta perak.. Sedangkan harga tanahnya aja udah trilyunan.. Makanya data laporan keuangan pemerintah pusat selalu dinyatakan "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Disclaimer&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang Depkeu sedang berusaha agar semua aset negara yg berbentuk spt tanah dan bangunan dan smuanya deh spt saham etc dapat dinilai dengan benar sesuai dengan kaidah akademis dan standar ilmiah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu sering liat kan btapa banyak aset negara yg ga kepake dan ga terawat ?? Bisa bayangin gimana uang rakyat thambur bgitu saja..padahal jika dimanfaatkan maksimal bisa meningkatkan perekonomian..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah gunanya Direktorat Jenderal Kekayaan Negara..Biar dimasa yg akan datang, smua aset negara dapat diliat lengkap dan nilai yang disajikan bener2 sesuai keadaan yang ada..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Sumber Daya Manusia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sekretaris Jenderal&lt;br /&gt;    Sekretaris Jenderal tuh seperti Sekretaris Perusahaan.. Doi yang ngurusin semua urusan             internal Depkeu.. Tugasnya banyak juga tuh.. Ngatur pegawai, bikin peraturan, ngadep ke         pengadilan kalo ada tuntutan dari masyarakat etc.. Bisa dibilang seorang Sekretaris Jenderal     itu orang nomor 1 di internal depkeu.. kalo ada perintah Menkeu SMI maka Setjen yang             mengatur hubungan dengan pihak luar dan pihak dalam dalam urusan administrasi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Inspektorat Jenderal&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;    Ini mahluk yang mengawasi semua pekerjaan dan pegawai Depkeu dalam melakukan                 pekerjaan.. Bahasa awamnya hmm auditor internalnya Depkeu.. jadi jika saya kedapatan             melaksanakan tugas tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku maka Itjen akan                         memberikan rekomendasi hukuman buat saya..&lt;br /&gt;    Saat ini di Depkeu ada bagian Itjen yang disebut IBI (Inspektorat Bidang Investigasi). Kalo         kita ngirim surat krn di peras oleh oknum2 pegawai Depkeu, kita bisa kirim surat or email ke     IBI..SoIBI akan langsung menindaklanjuti n bisa2 banyak orang yg dipecat hehehehe..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan&lt;br /&gt;    Pernah denger STAN kan (Skolah Tinggi Akuntansi Negara). Stan itu dibawah BPPK.. nah         buat yg masih muda2, pinter dan ingin mengabdikan hidupnya untuk masyarakat hahahaha..     or ngerasa pinter n miskin..coba deh daftar ke STAN..gretong booo.. Ntar bgitu lulus jadi PNS     di Depkeu..&lt;br /&gt;    BPPK juga ngurus2 buat pegawai Depkeu yg pengen skolah lagi kek bsiswa s1 s2 n s3.. Juga         diklat2 (kek kursus) buat pegawai Depkeu.. Juga short courses ke negara lain..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah rekan2 bgitulah Departemen Keuangan Republik Indonesia tempat saya bekerja menurut opini pribadi saya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ntar di post2 lainnya saya mau berbagi pendapat ttg keadaan ekonomi spt yang dibahas di koran, or isu yg hangat..so kita bisa diskusi ttg keuangan negara..&lt;br /&gt;Jadi saya bisa menerima kritikan ttg Depkeu n buat yg kurang paham dengan fungsi Departemen Keuangan dapat mengerti dikit2..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga pelayan..pan harus memberikan pelayanan prima ;p..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/793553306543698397-1746950277500446648?l=goklassirait.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://goklassirait.blogspot.com/feeds/1746950277500446648/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=793553306543698397&amp;postID=1746950277500446648&amp;isPopup=true' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1746950277500446648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/793553306543698397/posts/default/1746950277500446648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://goklassirait.blogspot.com/2007/04/departemen-keuangan-republik-indonesia.html' title='Departemen Keuangan Republik Indonesia'/><author><name>A Servant</name><uri>http://www.blogger.com/profile/00393294787978830969</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
