Sunday, July 8, 2007

Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan

Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan
(Tanggapan dari sisi Ekonomi)


Karakteristik :
- Usaha Mikro berasal dari Sixth Sense, dimana setiap manusia akan struggle for his/her living cost to catter his/her life.
- Digerakkan oleh Invisible Hand, dimana roda perekonomian digerakkan oleh human will and instinct. Usaha Mikro juga ditujukan bagi kaum marginal dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
- Produk berdasarkan daerah, suku etc. Seperti pembuatan dodol, ukiran etc.
- High Trusted, yang dimaksud adalah adanya tingkat kepercayaan yang tinggi antara sesama pengusaha dan pekerja yang bergerak di sektor mikro yang disebabkan back ground social culture.
- Berada disatu pasar berdasarkan social culture back ground. Seperti pedagang pakaian di kaki lima Tanah Abang yang umumnya berkumpul per suku di Indonesia.
- Paradoks antara high risk business dan guarantee of business. Yang dimaksud adalah disatu sisi penggerak usaha mikro pada umumnya bekerja berdasarkan keyakinan pribadi (sixth sense) bahwa produk yang dihasilkan akan habis diserap pasar tanpa memikirkan perubahan ekonomi yang terjadi. Disisi lain, penggerak usaha mikro hanya mempunyai modal yang kurang mencukupi dalam berusaha.

Kelemahan Usaha Mikro :
- Tidak ada jaminan yang bisa dijadikan agunan karena kaum pengusaha dan pekerja umumnya adalah masyarakat dengan latar pendidikan dan ekonomi yang kurang memadai.
- Umumnya berdasarkan musim (untuk usaha perkebunan, ternak dan perikanan) dan dalam bekerja bergantung pada keadaan dan sugesti yang ada (untuk usaha yang bersifat barang-barang ukiran, kerajinan tangan).
- Tidak ada kepastian mengenai siklus suatu pekerjaan dari awal sampai terjualnya suatu produk jauh lebih besar dari sebuah coorporate.

Kelebihan Usaha Mikro :
- Prosentase profit yang dihasilkan jauh lebih besar dari sebuah coorporate. (hal ini disebabkan pola hidup dan mind set dari kaum pekerja di sektor usaha mikro cenderung hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup).
- High Level of Honesty, karena umumnya pekerja di usaha mikro digerakkan oleh ikatan persaudaraan maka tingkat kejujuran dan kepercayaan sangat tinggi. Dan pada umumnya transaksi yang terjadi tanpa ada bukti-bukti tertulis yang bisa dijadikan landasan atau dasar bukti secara hukum jika terjadi perselisihan.
- Mempunyai satu orang atau sekelompok pemimpin dalam masyarakat yang dihormati oleh kaumnya dan menjadi motor dalam usaha mikro tersebut.
- Tingkat toleransi yang sangat tinggi terhadap sesama usaha mikro.

Kendala yang timbul antara hubungan Perbankan dan Usaha Mikro antara lain adalah :

Perbankan
1. Memerlukan Agunan / Jaminan
2. Adanya peraturan yang ketat
3. Usaha Mikro kurang menjadi perhatian oleh pihak perbankan.
4. Prosedur yang relatif lama untuk pencairan dana pinjaman.

Usaha Mikro
1. Tidak mempunyai Agunan / Jaminan
2. Kurang mengerti peraturan perbankan
3. Sangat memerlukan pinjaman dari bank karena tingkat demand x supply yang fluktuatif.
4. Tidak terbiasa dengan tindakan prosedural dan memerlukan dana dalam waktu singkat.




Alternatif solusi yang ada dalam mengatasi kendala yang timbul antara perbankan dan usaha mikro adalah :

1.Perbankan mendekatkan kantor cabang pada pasar-pasar usaha mikro. Seperti di Pasar Tanah Abang,Pasar Cipulir,Pasar Kramat Jati dll yang ada di seluruh Indonesia.
Hal ini diperlukan agar perbankan dapat tercipta kepercayaan antara usaha mikro dan perbankan.

2.Perbankan membuat laporan secara mendetail tentang hasil analisa social culture, geografis dan adat istiadat di wilayah dimana cabang perbankan didirikan. Dan juga memberikan laporan analisa barang-barang yang diproduk, siklus produksi dan tingkat pemasaran barang-barang yang diproduksi.


3.Perbankan melakukan pengikatan kredit usaha mikro dengan membagi per kelompok dimana orang yang paling dituakan atau penggerak/motor dari usaha mikro dalam kelompok tersebut menjadi penjamin atas pinjaman yang diberikan pada setiap orang yang berada didalam kelompok tersebut.
Dengan hal ini maka perbankan dapat melakukan rekonsiliasi catatan pembukuan dengan hanya wakil dari kelompok tersebut.

4.Perbankan memberikan bunga yang rendah dan dalam jangka waktu singkat menurut hasil analisa terhadap pasar dimana cabang perbankan itu berada.
Hal ini berguna dalam meningkatkan money turn over.

5.Perbankan melakukan penyuluhan dan tukar pendapat dengan usaha mikro dengan analisa yang dimiliki oleh pihak perbankan agar meningkatkan kinerja dan produktivitas perbankan maupun usaha mikro.

C: gtp/lain2

6 comments:

Ono Karsono said...

Halo Pak, wah artikelnya very nice...
Salam kenal Pak.

ariyanto said...

salam kenal pak.
Bagaimana tanggapan bapak atas iklan tentang usaha mikro yang saat ini sering ditayangkan??? apakah mendirikan suatu usaha dengan modal pinjaman lebih mudah??

terima kasih

A Servant said...

Dear Bp. Ariyanto,

Nice to know you too Sir,

Maaf Pak, saya baru bisa bales email bapak krn jarang banget saya buka email belakangan ini.
Btw, penulisan Kredit Usaha Mikro Layak Tanpa Agunan sebenarnya waktu itu dibuat dengan tujuan khusus yang tidak bisa saya sebutkan.
Mengenai iklan tentang usaha mikro saya pernah lihat beberapa kali, sepertinya objectivity Bapak adalah dana yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk usaha micro, bukan usaha micro yang didanai oleh private sector. Pendapat saya pribadi untuk micro sector tersebut cukup positif diliat dari sisi kepedulian Govt kepada masyarakat daripada memberi dana bantuan tunai langsung ke masyarakat yang tidak ada efek meningkatkan perekonomian Indonesia. Tentu saja Govt mengharapkan adanya money turn over yang tinggi dan meningkatkan GDP rakyat Indonesia. Yang harus diperhatikan adalah sbb brk:
1. Berapa banyak dana yang dikeluarkan oleh Govt untuk micro sector tsb, apakah berbentuk loan or granted, apakah masuk APBN or not and how to distribute its etc.
2. Kemudian siapa yang dipercaya oleh Govt untuk mendistribusikan dana tsb dan mekanisme bagaimana.
Bukan rahasia lagi banyaknya "sunat" dalam perjalanan dana tersebut.
3. Hal ini menunjukkan adanya perbedaan opinion mengenai Indonesia Economic Growth antara BI dan Govt. Karena seharusnya Govt mempercayakan uang tsb kepada BI untuk distribusikan ke perbankan.

Bout pertanyaan kedua, menurut saya hal ini berhubungan dengan Financial, especially Financial engineering..
Dan pertanyaan Bapak kurang mengenai tujuan, sebab tidak ada causal relation antara mendirikan usaha dengan modal pinjaman dan lebih mudah.. Setau saya dalam mendirikan usaha untuk pertama kali memakai modal sendiri ataupun tidak memakai modal dengan TRUST basic principle. Modal pinjaman dilakukan untuk leverage jika pengusaha tersebut dengan feeling bisnis yg kuat dan hitungan finance yang logic memang membutuhkan pinjaman untuk meningkatkan modal dengan pertimbangan income lebih tinggi eventhough ada biaya bunga dan pinjaman yang harus dibayarkan.

Ini pendapat pribadi saya lho Pak.. N saya bukan ahli di bidang finance..jadi mohon maaf kalo banyak kekurangan.. N kalo Bapak mempunyai info n knowledge yang lebih, saya dengan senang hati mendapat pengetahuan lebih dari Bapak.

jonhasi said...

Iya dech pak....
Jonathan
http\\jonhasi.blogspot.com

Celline Dirgantara said...

Halo, salam kenal Pak.

Saya Celline. rencananya awal tahun 2009 akan diluncurkan kredit usaha tanpa bunga yang ditujukan untuk konsumen di area Jabodetabek. Selain murni tanpa bunga, pembayaran cicilan pertama dimulai pada bulan ke-7.

Informasi lengkap bisa dilihat di www.indelsa.biz

Menurut Bapak, apakah kredit indelsa ini akan membawa solusi bagi dunia usaha mikro di tanah air ?

terima kasih.

PULSA TERMURAH YA said...

mau tanya bisa pinjam tanpa agunan gak?bidang usahanya Jualan Pulsa Elektronik...makasih sbelumnya.