Thursday, April 5, 2007

Cermin dalam Hari

Cermin dalam Hari

Hari Sabtu tanggal 20 Agustus 2005, aku bersama teman2 sekantor harus melakukan tugas sebagai abdi negara di PRJ. Well tugas kami bisa diselesaikan dengan baik.. Emang seh rada2 bete karena banyaknya teman2 yg datang telat, birokrasi untuk masuk PRJ yang mengesalkan (udah kek pemerintah..Ups!!).

Setelah usai bertugas, kami pun melihat2 pameran lainnya di PRJ.. Pas liat pameran TNI, whui... tiba2 terlintas kenangan masa lalu di saat masih muda n energik, adrenalin pun naik hi..hi... Eh ga tau nya teman2 cewek pengen coba terjun pake tali.. Bisa kebayang gimana para wanita yg tidak pernah terjun bebas, banyakan jeritannya.. Aku sendiri diajak untuk loncat2 udah males.. lagian lebih dari itu telah ku alami..

Temen2 ku pun mencoba memakai seragam militer, pake baret, naik perahu karet, tank, dll.. seneng juga melihat kaum sipil menghargai militer Indonesia.. Lagian bukankah itu yang dibutuhkan kaum militer..penghargaan n penghormatan even kantong kosong..hi..hi.. Eniwei.. i still have respect to my nation militery coz..lot of my friends become soldiers..

Sambil menunggu teman2 ku yang seakan2 seperti anak kecil bermain2, aku pun ngobrol2 dg beberapa perwira TNI, tiba2 aku melihat seorang taruna Akmil, melenggang dengan sombong n angkuh.. Hm..I like his style..Saya suka dengan anak2 muda yang dapat bersikap angkuh n sombong.. (sorry i am not a homo ha..ha..). Truth, aku bisa merasakan kenapa taruna itu dapat berlenggang dengan sombong..karena aku pun pernah merasakan seperti dia.. Bisa di bayangkan seorang yang dengan kemampuan diri sendiri dapat menaklukkan kerasnya dunia..Bukan karena bisa pake mobil or hp or anything yg ortunya belikan.. Dan bergaya tanpa ada isi otak seperti anak2 muda yg sering aku liat di Jakarta..

Aku pun menyapa dengan sopan dan menanyakan sma nya dimana.. Ketika taruna itu mengatakan bahwa dia berasal satu sma dengan aku.. Tiba2 sikap seorang senior pun keluar dengan sendirinya ha..ha.. (kebiasaan buruk yang sudah dibawah alam sadar).. Dan aku pun memberi perintah dengan "satu jari" hi..hi.. dan taruna itu pun langsung sadar bahwa yang dihadapin oleh dia seorang senior..
Taruna itu pun langsung menjadi sangat sopan.. karena sebelum taruna itu menjadi "Cicak di dinding, Senior nya telah menjadi Buaya di rawa.."

Seorang anak dari suatu desa di padang yang datang ke magelang untuk menyelesaikan sma nya trus melanjutkan di akabri untuk menjadi salah satu perwira terbaik di negeri ini suatu hari nanti..
Wajarlah taruna itu menjadi sombong, hm..mungkin bukan sombong, hanya kebanggan karena telah mampu mendapatkan impian hidup tanpa bantuan orang lain..tanpa KKN.. except God of course..

Tidak jauh berbeda dengan aku di masa muda.. yang hanyalah seorang bocah yang mencoba hidup di magelang bersama bocah2 gila n melakukan hal2 gila.. Katanya aku pintar, calon pemimpin bangsa etc.. nyatanya saat ini aku hanyalah seorang manusia yang berusah mencari makan di kerasnya kehidupan..

Aku seakan2 melihat sebuah cermin ketika melihat taruna tersebut.. Cermin untuk mengetahui jalan yang telah ku pilih.. Dan aku bersyukur aku tidak memilih kehidupan militer sebagai jalan hidupku.. Aku tiba2 kebayang gimana seorang yang telah terbiasa menjalani hidup dg penuh rasa hormat, kebanggaan etc.. n pada akhirnya harus pensiun nantinya n kembali menjadi sipil tanpa ada orang yg selalu melayani n memberi hormat.. Ngebayangin gimana seragam militer akan merubah jiwa seseorang yang tadinya bangga akan dirinya menjadi terkungkung lalu bangga akan pakaiannya.. menjadikan jiwa semakin kerdil di balik kebanggaan akan seragam.. Jiwa yang akan terpuruk ketika menyadari bahwa kemungkinan nanti tidak akan menjadi seorang jenderal..tapi sudah terbawa gaya hidup yang susah untuk di rubah..

Ah.. aku hanya ingin menjalani hidup sebagai laki2 normal.. Jika Tuhan mengijinkan aku mempunyai isteri n anak2..aku ingin menjalani kehidupan dengan normal.. Aku tidak ingin menjadi orang yang mati oleh "seragam" n keinginan orang2 disekitar ku karena rasa munafik.. seperti yang kulihat ketika orang2 bekerja dengan penuh aksesoris agar dihargai lingkungannya, ketika orang2 "melayani" rumah ibadah..tapi dengan rolex n mercy..tanpa menyapa sesama. Melakukan kegiatan hanya untuk mendapat pengakuan dari masyarakat tanpa melakukannya dari hati yg tulus..

Aku masih ingin suatu hari nanti masih bisa ke gereja dengan jeans n kaus.. makan di warteg.. Masih bisa malam mingguan dengan istriku naik motor sambil nyeruput kopi n roti bakar di pinggir jalan dll. Menjadi kaya tanpa terkenal, melayani tanpa emblem2.. Aku ingin menjalani hidup ku apa adanya.. Dan aku ingin suatu hari nanti rasa bangga akan diriku seperti yang kulihat di cermin akan kembali lagi..

Mungkinkah...

No comments: